email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Minggu, 2 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Gus Kikin Dorong Ekonomi Pancasila Jadi Jalan UMKM Naik Kelas

by Syaiful Arif
2 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Ketua PWNU Jawa Timur sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, mendorong Ekonomi Pancasila diterjemahkan ke dalam kebijakan yang benar-benar berpihak kepada pelaku UMKM.

Ketua PWNU Jawa Timur sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. (Foto: Javasatu.com)

Gagasan itu dituangkan PWNU Jawa Timur melalui forum “Cangkrukan Ekonomi Pancasila: Mengawal UMKM Naik Kelas”. Forum tersebut akan menjadi ruang untuk menguji kebijakan pemerintah dari perspektif pelaku UMKM sekaligus mencari solusi atas berbagai hambatan yang mereka hadapi.

Gus Kikin menilai Indonesia tidak membutuhkan mazhab ekonomi baru. Menurutnya, Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945 telah memberikan fondasi yang cukup jelas bagi pembangunan ekonomi nasional.

“Ekonomi Pancasila pada hakikatnya menempatkan keadilan sosial dan kesejahteraan seluruh rakyat sebagai tujuan utama pembangunan ekonomi. Negara tidak boleh hanya menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan bahwa pertumbuhan tersebut menghasilkan pemerataan kesempatan, pendapatan, pekerjaan, dan kesejahteraan,” kata Gus Kikin, saat ditemui awak media di Jombang, Minggu (2/8/2027).

Dalam konteks tersebut, UMKM dinilai harus ditempatkan sebagai salah satu aktor utama perekonomian nasional. Kebijakan terhadap UMKM tidak cukup hanya berupa bantuan, tetapi harus memberikan akses yang lebih adil terhadap modal, teknologi, bahan baku, pasar, pendampingan, perlindungan, hingga pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Gus Kikin mengatakan forum Cangkrukan Ekonomi Pancasila akan membahas kebijakan pemerintah secara konkret. Kementerian dan lembaga yang memiliki program terkait UMKM akan dikaji satu per satu, mulai dari pembiayaan, perpajakan, perizinan, perdagangan, industri, pertanian, ketenagakerjaan, digitalisasi, standardisasi hingga akses pasar.

Pertanyaan utamanya, kata dia, adalah apakah kebijakan tersebut benar-benar memudahkan UMKM berkembang atau justru menambah beban pelaku usaha.

“UMKM tidak boleh hanya menjadi objek kebijakan. UMKM harus menjadi subjek pembangunan ekonomi nasional,” tegas Gus Kikin.

Forum tersebut tidak dirancang sekadar menjadi ruang diskusi. Setiap persoalan yang muncul dari pelaku usaha akan dibedah berdasarkan kondisi di lapangan, kemudian dicarikan solusi dan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan.

Cangkrukan Ekonomi Pancasila juga akan digelar secara berkala setiap dua bulan dengan lokasi yang berpindah-pindah. Pola tersebut diharapkan membuat forum mampu menyerap persoalan UMKM dari berbagai daerah, bukan hanya dari satu wilayah.

Menurut Gus Kikin, istilah “cangkrukan” dipilih untuk membawa karakter dialog yang egaliter dan terbuka. Pelaku UMKM, akademisi, organisasi masyarakat, dunia usaha, pemerintah, serta masyarakat dapat menyampaikan pengalaman, kritik, dan gagasan tanpa sekat birokrasi.

Konsep forum tersebut dirancang dalam satu siklus, yakni mendengar persoalan, membedah kebijakan, menghadirkan kementerian atau lembaga terkait, mencari solusi, merumuskan rekomendasi, mengawal implementasi, hingga mengevaluasi hasilnya.

Gus Kikin menekankan bahwa makna UMKM naik kelas tidak sebatas perubahan skala usaha atau peningkatan omzet. UMKM harus memiliki akses yang lebih kuat terhadap modal, teknologi, bahan baku, tenaga kerja, pasar, pendampingan, perlindungan, pengadaan pemerintah, serta kebijakan perpajakan yang proporsional.

BacaJuga :

Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, TISI Luncurkan Antologi Puisi Bahasa Daerah

Bukan Tarif Masuk, Ini Fungsi Bayar Rp1 di Bendungan Lahor

“Naik kelas berarti memberikan UMKM akses yang lebih adil terhadap modal, teknologi, bahan baku, tenaga kerja, pasar, pendampingan, perlindungan, pengadaan pemerintah, dan kebijakan perpajakan yang proporsional,” ujarnya.

PWNU Jawa Timur memandang penguatan UMKM merupakan bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial sebagaimana amanat sila kelima Pancasila. Karena itu, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, investasi, maupun indikator makro.

Ukuran lainnya adalah apakah masyarakat lebih mudah memperoleh pekerjaan, pendapatan meningkat, UMKM semakin berkembang, kesenjangan berkurang, dan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Melalui Cangkrukan Ekonomi Pancasila, PWNU Jawa Timur ingin membangun jembatan antara persoalan UMKM di lapangan dengan pengambil kebijakan di tingkat nasional.

Forum tersebut diharapkan dapat memastikan Ekonomi Pancasila tidak berhenti sebagai konsep, tetapi diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberi ruang lebih besar bagi ekonomi rakyat. (saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: ekonomiJawa TimurNahdlatul UlamaPancasilaUMKM

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Gus Kikin Dorong Ekonomi Pancasila Jadi Jalan UMKM Naik Kelas

Pinjam Motor Alasan Beli Makanan, Pria di Malang Diciduk Polisi

Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, TISI Luncurkan Antologi Puisi Bahasa Daerah

MUI Kedamean Dinilai Terbaik, KH Heri Kembali Pimpin hingga 2031

Gubernur Khofifah Minta Psikolog Datang Sebulan Sekali ke Sekolah Rakyat Gresik

Bukan Tarif Masuk, Ini Fungsi Bayar Rp1 di Bendungan Lahor

Dulu Rumah Bocor, Kini Nelayan Campurejo Gresik Punya Hunian Layak

Tiga Tahun Bergerak, JNF Dukung BNN Perkuat P4GN

Pohon Mahoni 25 Meter Tumbang di Malang, 8 Orang Terluka

Industri Gresik Diminta Jaga Hak Warga dan Lingkungan

Prev Next

POPULER HARI INI

Orang Tua di Malang Dilaporkan Anak, Otje: Berharap Konflik Berakhir Damai

Didemo Warga, Perum Jasa Tirta 1 Buka Lagi Bendungan Lahor untuk Mobil

Bukan Tarif Masuk, Ini Fungsi Bayar Rp1 di Bendungan Lahor

MI Al-Karimi Gresik Menuju Madrasah Digital, Orang Tua Bisa Pantau Capaian Siswa

Pohon Mahoni 25 Meter Tumbang di Malang, 8 Orang Terluka

BERITA LAINNYA

Gus Kikin Dorong Ekonomi Pancasila Jadi Jalan UMKM Naik Kelas

Pinjam Motor Alasan Beli Makanan, Pria di Malang Diciduk Polisi

Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, TISI Luncurkan Antologi Puisi Bahasa Daerah

MUI Kedamean Dinilai Terbaik, KH Heri Kembali Pimpin hingga 2031

Gubernur Khofifah Minta Psikolog Datang Sebulan Sekali ke Sekolah Rakyat Gresik

Bukan Tarif Masuk, Ini Fungsi Bayar Rp1 di Bendungan Lahor

Dulu Rumah Bocor, Kini Nelayan Campurejo Gresik Punya Hunian Layak

Tiga Tahun Bergerak, JNF Dukung BNN Perkuat P4GN

Pohon Mahoni 25 Meter Tumbang di Malang, 8 Orang Terluka

Industri Gresik Diminta Jaga Hak Warga dan Lingkungan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Orang Tua di Malang Dilaporkan Anak, Otje: Berharap Konflik Berakhir Damai

Tiga Jalan Protokol Kota Batu Ditutup Minggu 2 Agustus 2026, Ini Rinciannya

Survei DKN: Mayoritas Warga Malang Raya Dukung Trans Jatim Koridor 2, Angkot Feeder Jadi Solusi

14,95 Ton Timah Ilegal Digagalkan di Pangkal Balam, Potensi Kerugian Rp9,76 Miliar

TransNusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur, Jakarta Terbang Tiga Kali Sehari

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved