JAVASATU.COM- Tong Tong Night Market (TTNM) 2026 kembali mendapat panggung di tingkat nasional setelah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Festival budaya dan kuliner yang digelar di Kota Malang ini dinilai memiliki daya tarik dalam menggabungkan budaya, kuliner, komunitas, serta ekonomi kreatif.

Masuknya TTNM dalam KEN 2026 menjadi salah satu penanda bahwa festival yang memasuki penyelenggaraan satu dekade tersebut tidak hanya menjadi agenda hiburan lokal. TTNM juga diposisikan sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif.
“Kota Malang patut berbangga karena Tong Tong Night Market kembali terpilih untuk kedua kalinya sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara. KEN merupakan kurasi event unggulan dari 38 provinsi di Indonesia yang menjadi salah satu program strategis Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,” ujar Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah, Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, S.ST.Par., M.Si.
TTNM 2026 berlangsung selama empat hari, 30 Juli hingga 2 Agustus 2026. Festival ini menghadirkan kuliner tradisional, pertunjukan seni budaya, bazar UMKM, workshop, kegiatan komunitas, hingga hiburan keluarga.
Bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, keberadaan TTNM dalam KEN membuka ruang promosi produk sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat dan wisatawan. Festival tidak hanya menawarkan pengalaman kuliner, tetapi juga membawa unsur budaya sebagai daya tarik utama.
“Tong Tong Night Market bukan sekadar festival. Acara ini merupakan ruang dialog lintas budaya yang mempertemukan sejarah, warisan budaya, arsitektur, tradisi, kuliner, musik, seni pertunjukan, hingga karya-karya kreatif masyarakat,” kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr Iwan, S.Hut., MM.
Menurut Iwan, Tong Tong Night Market juga berfungsi sebagai etalase bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi salah satu kunci agar ekonomi berbasis budaya dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Festival ini juga menjadi etalase bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk terbaiknya kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Managing Director The Shalimar Boutique Hotel Malang, Lily Jessica Tjokrosetio, berharap keberadaan TTNM tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Menurutnya, festival tersebut harus mampu melahirkan kerja sama berkelanjutan antara pelaku UMKM, bisnis kuliner, komunitas, dan industri kreatif.
“Kami berharap kerja sama dengan seluruh pelaku UMKM dan bisnis kuliner dapat terjalin dalam jangka panjang. Tong Tong Night Market tidak berhenti ketika event selesai, tetapi menjadi wadah yang terus berkembang dan selalu dapat kita tingkatkan kualitasnya dari tahun ke tahun,” ujar Lily, Sabtu (1/7/2026).
Memasuki usia satu dekade, TTNM juga terus melakukan pengembangan konsep. Salah satunya melalui KulineRUN, kegiatan lari santai yang memadukan olahraga, wisata kuliner, dan hiburan. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan komunitas dan pengalaman pengunjung dalam festival.
Selain KulineRUN, pengunjung dapat mengikuti berbagai workshop budaya, menikmati kuliner, menyaksikan pertunjukan seni, serta menjelajahi stan UMKM selama festival berlangsung.
Dengan masuknya TTNM dalam KEN 2026, Kota Malang kembali memiliki panggung untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas lokal dalam kalender event pariwisata nasional. Konsistensi penyelenggaraan selama satu dekade sekaligus menjadi modal penting untuk memperkuat posisi festival tersebut sebagai salah satu agenda wisata budaya di Malang. (nuh)