JAVASATU.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan perombakan sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama, Jumat (31/7/2026). Mutasi tersebut dilakukan setelah proses job fit dan menjadi bagian dari penataan organisasi untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pengisian jabatan dilakukan secara bertahap karena satu pergeseran pejabat dapat memunculkan kekosongan pada posisi lain. Pemkot Malang menargetkan seluruh jabatan kosong bisa terisi pada Agustus 2026.
“Kita job fit dulu. Pergeseran sesuai dengan jabatan-jabatan yang kosong kita isi. Insya Allah Agustus ini jabatan-jabatan kosong sudah bisa terisi,” kata Wahyu, Jumat (31/7/2026).
Wahyu menyebut Pemkot Malang juga menggunakan sistem manajemen talenta dalam menentukan pejabat yang akan mengisi posisi strategis. Data ASN dipetakan melalui sistem nine box untuk melihat kompetensi dan potensi masing-masing pegawai.
Menurutnya, proses pemetaan masih terus dilakukan karena belum seluruh ASN masuk dalam pemetaan manajemen talenta. Pemkot Malang memberikan kesempatan hingga Agustus untuk melengkapi proses tersebut.
“Dengan manajemen talenta, kemarin memang sudah banyak ribuan ASN yang sudah masuk dan sudah terkotak-kotak. Kami tetap memberi kesempatan kepada mereka sampai dengan Agustus,” ujarnya.
Salah satu perubahan paling menonjol adalah pergeseran Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Erik Setyo Santoso. Erik kini ditempatkan sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Kota Malang.
Wahyu menegaskan perpindahan Erik bukan merupakan penurunan jabatan (downgrade). Menurut dia, jabatan Sekda maupun Asisten Sekda sama-sama termasuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
“Bukan downgrade, kan sama-sama Pejabat Tinggi Pratama. Sekarang sudah tidak ada eselon 2A, 2B. Sekarang Pejabat Tinggi Pratama, sama,” jelas Wahyu.
Terkait alasan pergantian Sekda, Wahyu tidak menyebut satu faktor tertentu. Dia mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan terhadap sejumlah aspek, mulai dari dedikasi, loyalitas, integritas hingga profesionalisme.
“Saya tidak melihat jabatan Sekda, tetapi ada dedikasi, loyalitas, integritas. Semua itu kan juga ada nine box. Itu semua sudah kita pertimbangkan,” katanya.
Pemkot Malang juga mulai menyiapkan pengganti sementara Sekda. Wahyu menyebut telah ada beberapa nama yang masuk dalam pertimbangan. Dia akan berdiskusi dengan Wakil Wali Kota Malang sebelum menetapkan pejabat yang ditunjuk.
“Kalau kita lihat, kalau enggak salah ada lima. Nanti kita lihat, saya juga akan diskusikan dengan Mas Wakil kira-kira siapa nanti,” ujar Wahyu.
Pejabat pelaksana tugas (Plt) Sekda ditargetkan ditetapkan pada 1 Agustus 2026. Setelah itu, proses penyiapan pejabat definitif Sekda akan berjalan menggunakan mekanisme manajemen talenta.
“Nanti tinggal kita tetapkan tanggal 1 Agustus,” kata Wahyu.
Wahyu menjelaskan proses pengisian Sekda tidak harus melalui seleksi terbuka seperti mekanisme sebelumnya. Pemkot Malang akan menggunakan hasil manajemen talenta dan melakukan uji kompetensi terhadap kandidat yang dinilai sesuai.
“Pengisian Sekda pun nanti tidak terlalu lama, tidak seperti yang lalu harus ada seleksi terbuka. Nanti ada semacam uji kompetensi saja,” tuturnya.
Peluang kandidat dari luar Pemkot Malang juga tetap terbuka. Namun, Wahyu menegaskan prioritas tetap diberikan kepada pejabat internal yang memenuhi kriteria.
“Bisa, siapa saja. Kalau dalam nine box ini ada yang cocok, kita ambil. Tetap prioritas dari dalam,” tegasnya.
Wahyu mengatakan Sekda yang dibutuhkan ke depan harus mampu menjalankan fungsi koordinasi pemerintahan dan memiliki kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan Pemkot Malang. Pengalaman Wahyu sebagai mantan Sekda disebut menjadi salah satu acuannya dalam menentukan figur yang tepat.
“Saya pernah jadi Sekda. Paling tidak saya tahu apa yang dilakukan, nanti harus seperti apa. Ya, paling tidak enggak jauh dari saya,” ujarnya.
Dalam mutasi 31 Juli 2026, Pemkot Malang juga melakukan rotasi terhadap sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama. Berikut daftar lengkapnya:
- Erik Setyo Santoso – Asisten Administrasi Umum Setda
- Donny Sandito – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda
- Zulkifli Amirizal – Staf Ahli Bidang Hukum Setda
- Subkhan – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)
- Baihaqi – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)
- Dwi Rahayu – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)
- Heru Mulyono – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
- Noer Rachman Wijaya – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol)
- Sailendra – Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB)
- Arif Tri Sastyawan – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar)
- Prayitno – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
Wahyu menegaskan keputusan mutasi tersebut didasarkan pada berbagai pertimbangan. Dia tidak mengaitkan pergantian pejabat dengan satu persoalan tertentu.
“Banyaklah, pertimbangan banyak hal,” pungkas Wahyu. (jup/arf)