email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Selasa, 21 Juli 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Transfer Pengetahuan BUMN: Belajar Tak Sekadar Meniru

by Javasatu
20 Juli 2026
ilustrasi

OPINI

Kerja Sama Internasional dan Transfer Pengetahuan dalam Tata Kelola BUMN: Saat Belajar Tak Sekadar Meniru

Oleh: Muhammad Sahruh Romadhon – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Administrasi Publik, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi
(Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas perkuliahan)

Pembahasan mengenai kerja sama internasional hampir selalu diarahkan pada besarnya investasi yang masuk, banyaknya nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani, atau jumlah negara yang menjadi mitra. Padahal, ukuran keberhasilan kerja sama internasional semestinya tidak hanya dilihat dari luasnya jejaring yang dibangun, melainkan sejauh mana pengetahuan yang diperoleh mampu mengubah cara berpikir dan memperbaiki tata kelola sebuah institusi.

Dalam konteks Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kerja sama internasional akan kehilangan maknanya apabila hanya menghasilkan dokumen, seminar, atau kunjungan kerja tanpa diikuti perubahan nyata dalam budaya organisasi maupun sistem tata kelola.

Fenomena lain yang menarik adalah kecenderungan banyak negara berkembang membandingkan diri dengan negara-negara yang dianggap lebih maju. Studi komparatif pun sering bergeser menjadi ajang mencari model yang dianggap paling layak ditiru. Di sinilah letak persoalannya.

Perbandingan seharusnya bukan bertujuan mencari sesuatu untuk disalin, melainkan memahami mengapa suatu kebijakan berhasil diterapkan di negara asalnya. Tanpa memahami akar keberhasilan tersebut, proses transfer pengetahuan hanya akan melahirkan kebijakan yang tampak modern di atas kertas, tetapi gagal diterapkan dalam praktik.

Hal itu dapat dianalogikan seperti memindahkan pohon besar ke lahan yang berbeda. Pohon yang tumbuh subur di satu tempat belum tentu mampu hidup di tempat lain apabila jenis tanah, iklim, serta cara perawatannya tidak sama. Demikian pula dengan tata kelola BUMN.

Sistem yang berhasil di Singapura, Korea Selatan, maupun negara-negara Eropa belum tentu memberikan hasil serupa ketika diterapkan di Indonesia tanpa penyesuaian terhadap karakter birokrasi, budaya organisasi, kapasitas sumber daya manusia, hingga kebutuhan masyarakat.

Kesalahan terbesar dalam memahami transfer pengetahuan adalah menganggap pengetahuan sebagai sesuatu yang dapat dipindahkan begitu saja. Padahal, yang berpindah bukanlah keberhasilannya, melainkan pengalaman yang melatarbelakangi keberhasilan tersebut. Keberhasilan baru akan tercipta ketika pengalaman itu diolah kembali menjadi solusi yang sesuai dengan kondisi lokal.

Karena itu, proses adaptasi jauh lebih penting daripada sekadar adopsi.

BUMN Indonesia memiliki karakteristik yang unik. Di satu sisi, perusahaan negara dituntut menghasilkan keuntungan agar mampu bersaing di pasar global. Namun di sisi lain, BUMN juga memikul tanggung jawab sosial untuk menyediakan layanan publik, menjaga stabilitas ekonomi, membangun infrastruktur, hingga melayani wilayah yang secara bisnis belum tentu menguntungkan.

Karakter ganda tersebut membuat tata kelola BUMN Indonesia tidak dapat disamakan dengan perusahaan milik negara di berbagai negara lain yang lebih berorientasi pada keuntungan semata.

Oleh sebab itu, tujuan utama studi komparatif bukanlah mengejar kesamaan, melainkan menemukan keunikan. Semakin Indonesia memahami kelebihan dan keterbatasannya sendiri, semakin mudah menentukan praktik internasional mana yang benar-benar relevan untuk diterapkan.

Belajar dari negara lain bukan berarti kehilangan identitas. Sebaliknya, pembelajaran internasional semestinya menjadi sarana memperkuat jati diri bangsa melalui penyempurnaan kebijakan yang telah dimiliki.

Ada satu aspek yang masih jarang dibahas dalam kerja sama internasional, yakni keberanian untuk berbagi pengetahuan. Selama ini negara berkembang sering diposisikan sebagai penerima pengalaman, sementara negara maju menjadi pemberi pengalaman.

Pola tersebut sudah saatnya diubah.

BacaJuga :

OPINI: Monitoring, Evaluasi dan Akuntabilitas, Kunci Keberhasilan Public Private Partnership

OPINI: Inflasi Tinggi dan Ketahanan Fiskal

Indonesia memiliki banyak praktik yang juga layak dipelajari oleh negara lain, mulai dari pengelolaan BUMN di sektor infrastruktur, energi, perbankan, hingga pelayanan publik di wilayah kepulauan yang sangat luas. Dengan demikian, transfer pengetahuan idealnya berlangsung dua arah, bukan hanya satu arah.

Di sisi lain, tantangan terbesar BUMN pada masa depan bukan sekadar meningkatkan laba perusahaan, tetapi membangun kepercayaan publik. Masyarakat kini tidak hanya menilai BUMN dari besarnya pendapatan yang diperoleh, melainkan juga dari keterbukaan informasi, kualitas pelayanan, integritas pengelolaan, serta manfaat nyata yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, studi komparatif semestinya menghasilkan tata kelola yang semakin transparan, bukan sekadar laporan yang semakin tebal.

Transformasi digital juga telah mengubah cara BUMN belajar dari dunia internasional. Jika dahulu transfer pengetahuan bergantung pada kunjungan kerja atau pelatihan tatap muka, kini pengetahuan bergerak sangat cepat melalui platform digital, kolaborasi lintas negara, kecerdasan buatan, hingga pertukaran data secara real time.

Dalam situasi seperti ini, kemampuan menyaring informasi menjadi jauh lebih penting dibandingkan sekadar mengumpulkannya. Tidak semua praktik terbaik (best practice) cocok diterapkan di Indonesia. Karena itu, kemampuan memilih dan menyesuaikan menjadi bagian penting dari tata kelola itu sendiri.

Pada akhirnya, masa depan BUMN Indonesia tidak ditentukan oleh banyaknya negara yang dijadikan pembanding, melainkan oleh keberanian membangun model tata kelola yang lahir dari perpaduan pengalaman global dengan kebutuhan nasional.

Kerja sama internasional tidak boleh menjadikan Indonesia sekadar pengikut perkembangan dunia. Sebaliknya, kerja sama tersebut harus menjadi ruang lahirnya inovasi yang suatu saat justru dipelajari oleh negara lain.

Esensi studi komparatif bukanlah mencari siapa yang paling unggul, melainkan menemukan cara agar Indonesia menjadi lebih baik tanpa kehilangan identitasnya sendiri. Ketika proses belajar mampu melahirkan gagasan baru yang sesuai dengan karakter bangsa, saat itulah kerja sama internasional benar-benar menghasilkan transfer pengetahuan yang bernilai, relevan, dan berkelanjutan. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: OpiniUntag Banyuwangi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Polisi Edukasi 1.250 Pelajar SMA di Sumberpucung Malang soal Tertib Berlalu Lintas

Yayasan PPTKA Gresik Siapkan Program S1 bagi Guru Al-Qur’an

162 Mahasiswa Unira Malang Diterjunkan Bangun Desa Wisata di Kabupaten Malang

Kelurahan Kebungson Perkuat Layanan Pendidikan Lewat SPM Posyandu

Sopir Truk Tebu Ditemukan Meninggal di Dalam Kendaraan di Malang

OPINI: Transfer Pengetahuan BUMN: Belajar Tak Sekadar Meniru

IJTI Kecam Pernyataan Hotman Paris yang Dinilai Rendahkan Profesi Jurnalis

Barongsai Kota Malang Bidik Emas Porprov Jatim 2027, Simak Kisahnya di Podcast Mbois Sport

Malang Lites Ingin Tradisi Band Asuhan Perusahaan Hidup Lagi

Karya Warga Binaan Lapas Malang Curi Perhatian Pengunjung CFD Ijen

Prev Next

POPULER HARI INI

162 Mahasiswa Unira Malang Diterjunkan Bangun Desa Wisata di Kabupaten Malang

Sopir Truk Tebu Ditemukan Meninggal di Dalam Kendaraan di Malang

Kelurahan Kebungson Perkuat Layanan Pendidikan Lewat SPM Posyandu

OPINI: Transfer Pengetahuan BUMN: Belajar Tak Sekadar Meniru

IJTI Kecam Pernyataan Hotman Paris yang Dinilai Rendahkan Profesi Jurnalis

BERITA LAINNYA

Polisi Edukasi 1.250 Pelajar SMA di Sumberpucung Malang soal Tertib Berlalu Lintas

Yayasan PPTKA Gresik Siapkan Program S1 bagi Guru Al-Qur’an

162 Mahasiswa Unira Malang Diterjunkan Bangun Desa Wisata di Kabupaten Malang

Kelurahan Kebungson Perkuat Layanan Pendidikan Lewat SPM Posyandu

Sopir Truk Tebu Ditemukan Meninggal di Dalam Kendaraan di Malang

OPINI: Transfer Pengetahuan BUMN: Belajar Tak Sekadar Meniru

IJTI Kecam Pernyataan Hotman Paris yang Dinilai Rendahkan Profesi Jurnalis

Barongsai Kota Malang Bidik Emas Porprov Jatim 2027, Simak Kisahnya di Podcast Mbois Sport

Malang Lites Ingin Tradisi Band Asuhan Perusahaan Hidup Lagi

Karya Warga Binaan Lapas Malang Curi Perhatian Pengunjung CFD Ijen

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Warga Tolak Pabrik Peleburan Logam, Camat Kebomas: Belum Ada Izin Operasional

162 Mahasiswa Unira Malang Diterjunkan Bangun Desa Wisata di Kabupaten Malang

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Baderhoods Wonosobo Rayakan HUT Ke-6, Tegaskan Komitmen Jadi Pelopor Safety Riding

SMPN 6 Kota Blitar Terapkan MPLS Ramah, Tegaskan Nol Perundungan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved