JAVASATU.COM- Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, mendapat pelatihan membuat media pembelajaran digital secara mandiri. Mereka dikenalkan dengan sejumlah aplikasi untuk menyusun materi, membuat kuis, hingga menyediakan wadah pembelajaran daring bagi siswa.

Pelatihan tersebut digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) MI Kecamatan Dukun di MI Ihyaul Islam, Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Rabu (2/9/2026). Pesertanya terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran, guru agama, dan guru PJOK.
Bimbingan teknis (bimtek) ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya. Kali ini, guru tidak hanya mendapatkan materi, tetapi langsung mempraktikkan pembuatan perangkat dan media pembelajaran menggunakan laptop masing-masing.
Pengawas MI Kecamatan Dukun, Suprianto, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru agar mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Kegiatan Bimtek KKG MI Dukun adalah bagian ikhtiar bersama dan membangun kebersamaan dalam rangka kompetensi guru untuk melek IT guna bisa dan paham membuat perangkat pembelajaran lewat aplikasi,” ujar Suprianto.
Dalam praktiknya, guru diperkenalkan dengan Heyzine, Wordwall, dan Google Sites. Ketiga platform tersebut memiliki fungsi berbeda untuk mendukung pembuatan media pembelajaran digital.
Heyzine digunakan untuk membuat materi pembelajaran daring yang dapat dilengkapi dengan latihan soal atau kuis. Platform tersebut juga dapat membantu guru menyampaikan materi sekaligus membangun interaksi dengan siswa secara digital.
Sementara Wordwall dimanfaatkan untuk membuat berbagai jenis kuis dan permainan edukatif. Penggunaan media tersebut diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih menarik sehingga materi lebih mudah dipahami siswa.
Adapun Google Sites diperkenalkan sebagai layanan gratis dari Google untuk membuat halaman web atau wadah materi pembelajaran. Guru dapat menyusun dan membagikan materi melalui halaman tersebut tanpa harus memiliki keahlian pemrograman.
Suprianto berharap keterampilan yang diperoleh dalam bimtek tidak berhenti di ruang pelatihan. Guru diharapkan langsung menerapkannya di lembaga pendidikan masing-masing.
“Saya berharap hasil bimtek hari ini nantinya bisa diaplikasikan ke lembaga pendidikan masing-masing dan bapak ibu guru sudah terbiasa melek dengan IT. Semoga bermanfaat dan mengedukasi,” terangnya.
Ketua KKG Kecamatan Dukun, H. Ma’shum Faqih, M.Pd., mengapresiasi antusiasme guru selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, kekompakan dan kemauan guru untuk meningkatkan kompetensi menjadi bagian penting dalam pengembangan kualitas pembelajaran.
“Terima kasih dan apresiasi kepada tuan rumah MI Ihyaul Islam atas tempat dan fasilitasnya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pengawas Madrasah yang telah mengisi materi bimtek kali ini. Semoga bermanfaat,” ujar Ma’shum.
Ma’shum juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, khususnya dalam mempelajari pembuatan perangkat pembelajaran berbasis teknologi.
Pelatihan tersebut diharapkan mendorong guru MI di Kecamatan Dukun semakin terbiasa membuat media pembelajaran digital secara mandiri.
Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi dapat digunakan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif bagi siswa. (hoo/arf)