JAVASATU.COM-MALANG- Mini event Singhasari Majapahit yang sedianya akan digelar pada 2-13 Desember 2024 di Guest House Universitas Brawijaya Malang harus mengalami perubahan jadwal. Setelah pelaksanaan gladi bersih, panitia memutuskan untuk memundurkan jadwal pelaksanaan menjadi 9-11 Desember 2024. Keputusan ini diambil untuk memastikan kualitas konten edukasi Tosan Aji yang menjadi fokus utama acara.

“Kami ingin memastikan bahwa obyek Tosan Aji yang dipamerkan benar-benar asli, memiliki nilai budaya tinggi, dan didukung oleh referensi yang kredibel. Ini penting untuk menjaga integritas edukasi, terutama di lingkungan akademis seperti Universitas Brawijaya,” ujar Wahyu Eko Setiawan, Koordinator Konten kegiatan pada Minggu (1/12/2024).
Menurut Wahyu, mendatangkan Tosan Aji berkualitas yang juga diakui sebagai benda cagar budaya menjadi tantangan tersendiri. Proses seleksi harus teliti dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama dalam konteks akademis.
“Penundaan jadwal ini diharapkan memberikan waktu lebih bagi panitia untuk mempersiapkan konten secara matang, termasuk dari sisi obyek pameran, narasi edukasi, dan aset digitalisasi. Langkah ini juga menunjukkan keseriusan Universitas Brawijaya dalam menjadikan Tosan Aji sebagai sumber ilmu pengetahuan yang bernilai tinggi,” terang Wahyu.
Budi Susilo, Penanggung Jawab Multimedia dan Digitalisasi acara menambahkan, selain sebagai wahana edukasi internal kampus, mini event ini juga menjadi ajang persiapan menuju acara besar Tosan Aji Fest 2025 yang direncanakan berlangsung pada 18-20 Februari 2025 di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya. Acara tersebut akan dilengkapi dengan teknologi canggih seperti pemindaian 3D, animasi edukasi, dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung klasifikasi Tosan Aji.
“Mini event ini kami manfaatkan untuk menguji materi digitalisasi, termasuk sertifikasi digital untuk Tosan Aji. Semua ini bertujuan menghadirkan edukasi berbasis teknologi yang modern dan relevan,” jelas Budi Susilo.
Sementara itu, Mpu Fanani Singosari, salah satu narasumber utama dalam pameran, menyebutkan bahwa penundaan ini justru menjadi langkah tepat untuk memaksimalkan kualitas edukasi.
“Yang kita kejar adalah kualitas, bukan sekadar kuantitas. Mini event ini mencakup enam kegiatan edukasi ilmiah, termasuk diskusi tentang material Batu Meteor yang digunakan dalam pembuatan Tosan Aji,” ungkapnya. (Arf)