email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Rabu, 18 Maret 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Anjal di Kepanjen Malang Dinilai Dapat Kurangi Keindahan Estetika Kota

by Syaiful Arif
21 Februari 2021
ADVERTISEMENT

Javasatu,Malang- Keberadaan Anak Jalanan (Anjal) dan Pengemis di Kepanjen Kabupaten Malang dinilai sejumlah warga mengurangi keindahan estetika kota.

Kondisi Anjal di salah satu perempatan di Kepanjen. (Foto: Sigit Bambang Kuncoro/Javasatu.com)

Salah satunya warga asal Penarukan Kepanjen, Ali Muchtar (36) mengatakan, akhir-akhir ini memang lumayan banyak anjal dan pengemis ditemui di Kepanjen seperti di perempatan setelah Pasar Kepanjen.

Ia menilai, kondisi itu bisa mengurangi keindahan estetika kota, apalagi Kota Kepanjen sudah resmi menyandang gelar Ibu Kota Kabupaten Malang.

“Dan juga Kota Kepanjen sudah belasan kali berhasil meraih Piala Adipura untuk kategori kota kecil di bidang kebersihan dan ketertiban oleh pemerintah pusat. Saya menilai tak elok lah” kata Muhtar, laki-laki yang juga berprofesi sebagai guru.

Sementara itu, Hadi (27) salah satu anjal yang berhasil ditemui awak media pada Sabtu 20 Februari 2021 mengungkapkan, Kota Kepanjen sangat berpotensi menjadi ladang mengais rezeki.

“Ya hanya ikuti kata hati saja, kok enak cari uang disini (Kepanjen, red)” kata Hadi, Sabtu (20/2/2021).

Apakah tidak takut terkena razia?, pria asal Wlingi Blitar ini mengaku sudah terbiasa di razia. Baginya, sudah menjadi risiko jika terkena razia saat mengamen di jalanan.

BacaJuga :

Mudik Gratis Gresik 2026, 750 Pemudik Diberangkatkan ke 7 Kota di Jatim

Mudik Lebaran 2026, Truk Sumbu Tiga di Kabupaten Gresik Ditertibkan

“Ya mau bagaimana lagi, kita hanya kerja mencari uang dengan cara mengamen, kalau kena razia bagi kami sudah biasa” beber Hadi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Miskat. (Foto: Sigit Bambang Kuncoro/Javasatu.com)

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang H. Miskat menyebut anjal dan pengemis adalah masalah sosial, dan penangananya tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak namun butuh kolaborasi antar semua pemangku kepentingan di Kabupaten Malang.

“Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya secara parsial, tapi butuh penanganan terintegrasi dengan melibatkan seluruh elemen yang ada, mulai eksekutif, legislatif dan seluruh elemen masyarakat” kata Miskat saat menghadiri sosialisasi penanganan anjal, ODGJ, dan Kaum Disabilitas di pendopo Kecamatan Kepanjen, Sabtu (20/2/2021).

Menurut Miskat, keberadaan Kota Kepanjen bisa dikatakan sebagai kota metropolis dengan dinamika yang ada, maka bagi para anjal menjadi sasaran utama untuk mencari uang, makanya tidak berlebihan jika Kota Kepanjen jadi jujugan para anjal dari luar daerah.

“Makanya kita butuh masukan masyarakat seperti apa penanganan yang tepat, kemudian akan kita bahas di dewan. Hasilnya akan kita sampaikan ke Pemerintah untuk ditindaklanjuti terkait masalah sosial yang ada” tutur Miskat.

Miskat menandaskan, DPRD Kabupaten Malang akan mendukung dan mengawasi program Pemkab Malang dalam masalah sosial tersebut.

Selanjutnya, Camat Kepanjen Abai Saleh menambahkan, hampir setiap minggu Kota Kepanjen diserbu oleh anjal maupun pengemis dari luar daerah, salah satunya seperti dari daerah Blitar.

Baginya dan jajaran Muspika Lainnya, kondisi seperti ini menjadi sebuah dinamika yang memerlukan solusi cepat agar bisa segera dicarikan jalan keluar. Apalagi kota Kepanjen menjadi salah satu barometer Kabupaten Malang, sehingga akan menjadi sorotan berbagai pihak.

“Strategi kita ya melakukan pendekatan ke mereka, sesekali juga kita operasi dan kita tertibkan” kata Abai Saleh, Sabtu (20/2/2021)

Apakah tidak ada upaya membersihkan Kepanjen dari Anjal? Abai menjawab jika hal itu sulit dilakukan. Keberadaan mereka juga untuk mencari rezeki. Jika dipaksakan untuk di tertibkan terus menerus, ia justru khawatir akan ada perlawanan kepada petugas.

“Karena ini kan berhubungan dengan isi perut, jika kita razia dan ditertibkan, kita khawatir akan ada perlawanan dan berujung kontak fisik dengan petugas. Kasihan jika kita paksakan terjadi,” tandas Abai Saleh.

Solusinya, terang Abai adalah dengan melakukan pendekatan humanis, dan ini, diakui mantan Kabag Pertanahan ini sudah dilakukan dirinya dengan lima pilar Kepanjen.

Kendati, bukan perkara mudah, namun Abai optimis, dengan sinergitas lima pilar dan satuan perangkat kerja Kabupaten Malang, solusi untuk menangani problem anjal segera ditemukan. (Git/Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
ADVERTISEMENT

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

54 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Ini Sebagian Daftarnya

Mudik Gratis Gresik 2026, 750 Pemudik Diberangkatkan ke 7 Kota di Jatim

Mudik Lebaran 2026, Truk Sumbu Tiga di Kabupaten Gresik Ditertibkan

Ramadan 1447 Hijriah, Bungah BC Santuni 66 Yatim, Dana Terkumpul Rp22 Juta

Rest Area Senkom di Pakisaji Malang Jadi Favorit Pemudik, Sediakan Tempat Istirahat Gratis

Mudik Gratis Kabupaten Malang 2026 Diberangkatkan, 385 Pemudik Naik 7 Bus

Lacrimi si Sfinti Hadirkan Sensasi Kuliner Berkelas dengan Nuansa Tak Terlupakan

Kebakaran Ruko Laundry di Pagelaran Malang, 1 Tewas dan 3 Luka Bakar, Polisi Selidiki

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Prev Next

POPULER HARI INI

54 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Ini Sebagian Daftarnya

Lacrimi si Sfinti Hadirkan Sensasi Kuliner Berkelas dengan Nuansa Tak Terlupakan

Mudik Gratis Gresik 2026, 750 Pemudik Diberangkatkan ke 7 Kota di Jatim

Mudik Lebaran 2026, Truk Sumbu Tiga di Kabupaten Gresik Ditertibkan

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

BERITA LAINNYA

54 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Ini Sebagian Daftarnya

Lacrimi si Sfinti Hadirkan Sensasi Kuliner Berkelas dengan Nuansa Tak Terlupakan

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

LAKSI Minta Hentikan Framing Negatif soal Simulator Berkuda Polri

GP Ansor Malaysia Gelar Sarasehan dan Buka Bersama, Bahas Perlindungan PMI

Analis Publik Apresiasi Atensi Kapolri Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Grup Kasidah Hilwa Awi Ponpes Al-Karimi Gresik Juara 1 Healing Ramadan Jatim

Band Skramz D.O.S.A Rilis Single “RUH”, Refleksi Spiritual Asal Usul Manusia

Prajurit TNI Juara Musabaqoh Hifdzil Qur’an di Libya, Kalahkan Peserta dari 5 Negara

Ketum PBTI Richard Tampubolon Buka Puasa Bersama Atlet Taekwondo Nasional

Prev Next

POPULER MINGGU INI

MBG Lansia, Pokmas Gresik Tolak Alih Kelola ke SPPG, Tetap Swakelola

Kontes Bandeng Kawak Gresik 2026 Digelar 16 Maret, Ribuan Porsi Bandeng Gratis Disiapkan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

54 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Ini Sebagian Daftarnya

Panglima TNI Lantik 796 Perwira Prajurit Karier 2026 di Mabes TNI Cilangkap

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved