email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Senin, 5 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Puluhan Ribu Kader NU Jatim Semarakkan Apel Akbar dan Ijazah Kubro

by Syafik Hoo
10 November 2022

JAVASATU.COM-GRESIK- Puluhan ribu kader penggerak NU Jawa Timur mengikuti apel akbar sekaligus menerima ijazah kubro dalam rangka menyongsong 1 abad NU. Kegiatan berpusat di Alun-alun Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Kamis (10/11/2022).

(Foto: Muhammad Syafik/Javasatu.com)

Acara ini diawali dengan ziarah Muassis NU oleh PWNU Jatim bersama MWC NU Gresik, MWC NU Bungah dan MWC NU Dukun dan dilanjutkan dengan pawai obor yang diberangkatkan oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Dukun KH Moh Sholeh.

Pawai obor melibatkan hampir 2.500 kader NU yang terdiri dari Banom dan lembaga NU dari MWC NU Dukun, Panceng, Ujungpangkah dan Sidayu.

Peserta begitu semangat dan antusias mengikuti pawai obor walaupun dengan jalan kaki dari komplek Makam Mbah Faqih Maskumambang Dukun hingga Masjid Kanjeng sepuh Sidayu. Dan beberapa rangkaian acara seni budaya, penampilan 1.000 Ishari dan Kick off menuju 1 abad NU.

Kegiatan puncak yang dimulai pukul 02.00 WIB, dengan pembacaan istighosah dilanjut shalat subuh berjemaah, pembagian ijazah dan Apel 30.000 kader NU ini, dihadiri oleh Kiai-kiai sesepuh PWNU Jawa Timur, mulai dari KHA Adhim Kholili, KH Fahmi Amrulloh, KHA Matin Jawahir, KH Marzuki Mustamar dan Bupati Gresik H Fandi Ahmad Yani.

“Hari ini banyak kelompok-kelompok yang sering mencaci maki NU. Janganlah kita terpancing, itu semuanya hanya untuk menghancurkan republik ini. Kalau NU sampai terpancing lalu keluar dan melawan maka yang terjadi adalah hancurnya persatuan bangsa dan negara ini. Karena NU ini adalah kekuatan besar”, terang KH Anwar Iskandar, Mustasyar PWNU Jatim, dalam taujihadnya.

Ia menjelaskan, bahkan bukan hanya hari ini saja NU dimusuhi tetapi sudah sejak zaman Belanda, bagaimana mereka mengintimidasi para ulama-ulama NU. Begitu juga halnya yang terjadi pada zaman orde lama yang dimusuhi oleh kekuatan-kekuatan politik. Mulai dari PKI dan sebagainya.

BacaJuga :

Korps Mubaligah Gresik Latih Public Speaking, Perkuat Dakwah dengan Retorika Modern

Naik Trans Jatim, Gubernur Khofifah dan Bupati Gresik Beri Contoh Transportasi Publik

“Tetapi kita tahu bagaimana, siapa yang berjaya? Yang berjaya itu NU dan yang memusuhi NU habis”, ungkap Wakil Rais Aam PBNU ini.

Ia juga menjelaskan, di masa order baru sebuah kekuatan yang maha besar, mulai dari kekuatan politik, ekonomi, intelektual dan yang lain. Semuanya ada dalam kekuasaan satu tangan untuk memarjinalkan dan mendzalimi NU.

“Tetapi sejarah mengatakan NU yang secara dzahiriyah lemah dengan dimusuhi oleh kekuatan-kekuatan yang sangat besar. NU bukan tambah kecil tapi justru tambah besar, dan ini adalah bukti nyata”, tegasnya.

(Foto: Muhammad Syafik/Javasatu.com)

Sedangkan KH Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, kembali menegaskan kepada peserta apel agar jangan pernah keluar dari NU, jangan pernah bergeser dari NU, jangan pernah ragu tentang kebenaran NU, jangan su’udzan kepada para masyaikh NU, jangan pernah menuduh-nuduh kepada para kiai NU apalagi memfitnah.

“Mari Istiqomah bersama Nahdlatul Ulama. Kalau sampai keluar dari NU anda akan kehilangan imam Syafi’i. Dan jika anda keluar dari NU maka anda juga akan kehilangan sultan Auliya Syekh Abdul Qadir Al Jailani”, katanya.

Ia mengatakan, di NU juga ada Syeikhona Kholil Bangkalan, ada mbah Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Sansuri, Kiai As’ad Syamsul Arifin, mbah Manan Banyuwangi, Mbah Iskandar Banyuwangi, Kiai Hasan Gengong, Kiai Zaini Paiton, Kiai Awalsani Kamaruddin, Kiai Faqih Langitan, Kiai Maemoen Zubair, Kiai Jazuli Ploso, Kiai Karim Lirboyo, Syeik Nawawi Sidogiri, KAI Hamid Pasuruan, Kiai Yahya Gading Malang, Kiai Said Ketapang, Kiai Maksum Dukun dan yang lain.

“Mereka adalah auliaallah, kita butuh syafaat mereka. Jangan sombong bisa masuk surga tanpa mereka. Sekali lagi jangan pernah keluar dari NU. Di NU asli Ahlusunah wal Jamaah, Asy’ariyah Maturidiyah”, tegasnya.

(Foto: Muhammad Syafik/Javasatu.com)

Sementara, H Fandi Ahmad Yani, Bupati Gresik, menghaturkan syukur atas dipertemukan para kiai, santri, ulama dan umaro’ dalam kegiatan apel kader NU Jawa Timur jelang 1 abad Nahdlatul Ulama dalam keadaan sehat dan suasana yang kondusif.

“Kami sebagai tuan ruma dan mewakili panitia lokal mengucapkan mohon maaf jika ada sambutan dan pelayanan yang terdapat kekurangan di sana-sini. Dan Izin menyampaikan sair dari Kiai Wahid Hasyim: Para pendahu telah menanam sehingga kita memakan buahnya, sekarang kita juga menanam agar generasi mendatang memakan buahnya”, tuturnya. (Hoo/Nuh)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Nahdlatul UlamaNU GresikNU Jatim

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Lima Titik Perbatasan Bakal Disulap Jadi Ikon Baru Bojonegoro

Petani Garam Donomulyo Dapat Angin Segar, Produksi Tunnel Dilirik Kementan

Korps Mubaligah Gresik Latih Public Speaking, Perkuat Dakwah dengan Retorika Modern

GP Ansor Bangun Mojokerto Gelar MHQ 2026, Tanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini

KNPI dan NYC Indonesia Kecam Serangan Militer AS ke Venezuela, Serukan Dialog Damai

Pengamat Puji Kakorlantas Polri, Operasi Lilin 2025 Dinilai Sukses Amankan Nataru

Naik Trans Jatim, Gubernur Khofifah dan Bupati Gresik Beri Contoh Transportasi Publik

Bupati Gresik Tantang IPNU-IPPNU Hadirkan Program Nyata untuk Masyarakat

PDIP Kabupaten Malang Konsolidasi Pengurus Baru, Langsung Tancap Gas

Days Of Law Career 2026 Gandeng Astra, Ajak Mahasiswa Hukum Kenali Karier Korporasi

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Bupati Gresik Tantang IPNU-IPPNU Hadirkan Program Nyata untuk Masyarakat

Korps Mubaligah Gresik Latih Public Speaking, Perkuat Dakwah dengan Retorika Modern

KNPI dan NYC Indonesia Kecam Serangan Militer AS ke Venezuela, Serukan Dialog Damai

Viral Truk Tabrak Pagar SMK Turen Malang, YPTT Berikan Klarifikasi

BERITA LAINNYA

GP Ansor Bangun Mojokerto Gelar MHQ 2026, Tanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini

KNPI dan NYC Indonesia Kecam Serangan Militer AS ke Venezuela, Serukan Dialog Damai

Pengamat Puji Kakorlantas Polri, Operasi Lilin 2025 Dinilai Sukses Amankan Nataru

Days Of Law Career 2026 Gandeng Astra, Ajak Mahasiswa Hukum Kenali Karier Korporasi

OPINI: Fiskal untuk Indonesia Baru: Mengakhiri Kemiskinan dan Menyelamatkan Lingkungan

Pilkada Tak Langsung: Ketika Elite Partai Ingin Kembali Jadi Bos

Kemenimipas Catat Capaian Strategis 2025, Analis Apresiasi Arah Transformasi

Strategi Disdik Jatim di 2026: Jamin Anggaran Pendidikan 20% Tetap Jadi Prioritas Utama

Data Lengkap: Daftar 38 Sekolah di Malang Raya Penerima Bantuan Revitalisasi Sarpras

Investor Ritel Melejit, bluRDN Permudah Buka RDN Saham secara Digital

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Viral Truk Tabrak Pagar SMK Turen Malang, YPTT Berikan Klarifikasi

Sempat Ricuh, Dua Kontainer Bantuan Warga Malang Raya di Sumut Akhirnya Bisa Didistribusikan

Konflik Kepemilikan SMK Turen Malang, Dua Yayasan Bertemu di Mapolsek Cari Solusi

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved