email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 24 Juli 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Puluhan Ribu Kader NU Jatim Semarakkan Apel Akbar dan Ijazah Kubro

by Syafik Hoo
10 November 2022

JAVASATU.COM-GRESIK- Puluhan ribu kader penggerak NU Jawa Timur mengikuti apel akbar sekaligus menerima ijazah kubro dalam rangka menyongsong 1 abad NU. Kegiatan berpusat di Alun-alun Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Kamis (10/11/2022).

(Foto: Muhammad Syafik/Javasatu.com)

Acara ini diawali dengan ziarah Muassis NU oleh PWNU Jatim bersama MWC NU Gresik, MWC NU Bungah dan MWC NU Dukun dan dilanjutkan dengan pawai obor yang diberangkatkan oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Dukun KH Moh Sholeh.

Pawai obor melibatkan hampir 2.500 kader NU yang terdiri dari Banom dan lembaga NU dari MWC NU Dukun, Panceng, Ujungpangkah dan Sidayu.

Peserta begitu semangat dan antusias mengikuti pawai obor walaupun dengan jalan kaki dari komplek Makam Mbah Faqih Maskumambang Dukun hingga Masjid Kanjeng sepuh Sidayu. Dan beberapa rangkaian acara seni budaya, penampilan 1.000 Ishari dan Kick off menuju 1 abad NU.

Kegiatan puncak yang dimulai pukul 02.00 WIB, dengan pembacaan istighosah dilanjut shalat subuh berjemaah, pembagian ijazah dan Apel 30.000 kader NU ini, dihadiri oleh Kiai-kiai sesepuh PWNU Jawa Timur, mulai dari KHA Adhim Kholili, KH Fahmi Amrulloh, KHA Matin Jawahir, KH Marzuki Mustamar dan Bupati Gresik H Fandi Ahmad Yani.

“Hari ini banyak kelompok-kelompok yang sering mencaci maki NU. Janganlah kita terpancing, itu semuanya hanya untuk menghancurkan republik ini. Kalau NU sampai terpancing lalu keluar dan melawan maka yang terjadi adalah hancurnya persatuan bangsa dan negara ini. Karena NU ini adalah kekuatan besar”, terang KH Anwar Iskandar, Mustasyar PWNU Jatim, dalam taujihadnya.

Ia menjelaskan, bahkan bukan hanya hari ini saja NU dimusuhi tetapi sudah sejak zaman Belanda, bagaimana mereka mengintimidasi para ulama-ulama NU. Begitu juga halnya yang terjadi pada zaman orde lama yang dimusuhi oleh kekuatan-kekuatan politik. Mulai dari PKI dan sebagainya.

“Tetapi kita tahu bagaimana, siapa yang berjaya? Yang berjaya itu NU dan yang memusuhi NU habis”, ungkap Wakil Rais Aam PBNU ini.

BacaJuga :

Pelaku Pembacokan di Gresik Ditangkap di Malang Usai Kabur

ASN Gresik Dimudahkan Nabung Haji

Ia juga menjelaskan, di masa order baru sebuah kekuatan yang maha besar, mulai dari kekuatan politik, ekonomi, intelektual dan yang lain. Semuanya ada dalam kekuasaan satu tangan untuk memarjinalkan dan mendzalimi NU.

“Tetapi sejarah mengatakan NU yang secara dzahiriyah lemah dengan dimusuhi oleh kekuatan-kekuatan yang sangat besar. NU bukan tambah kecil tapi justru tambah besar, dan ini adalah bukti nyata”, tegasnya.

(Foto: Muhammad Syafik/Javasatu.com)

Sedangkan KH Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, kembali menegaskan kepada peserta apel agar jangan pernah keluar dari NU, jangan pernah bergeser dari NU, jangan pernah ragu tentang kebenaran NU, jangan su’udzan kepada para masyaikh NU, jangan pernah menuduh-nuduh kepada para kiai NU apalagi memfitnah.

“Mari Istiqomah bersama Nahdlatul Ulama. Kalau sampai keluar dari NU anda akan kehilangan imam Syafi’i. Dan jika anda keluar dari NU maka anda juga akan kehilangan sultan Auliya Syekh Abdul Qadir Al Jailani”, katanya.

Ia mengatakan, di NU juga ada Syeikhona Kholil Bangkalan, ada mbah Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Sansuri, Kiai As’ad Syamsul Arifin, mbah Manan Banyuwangi, Mbah Iskandar Banyuwangi, Kiai Hasan Gengong, Kiai Zaini Paiton, Kiai Awalsani Kamaruddin, Kiai Faqih Langitan, Kiai Maemoen Zubair, Kiai Jazuli Ploso, Kiai Karim Lirboyo, Syeik Nawawi Sidogiri, KAI Hamid Pasuruan, Kiai Yahya Gading Malang, Kiai Said Ketapang, Kiai Maksum Dukun dan yang lain.

“Mereka adalah auliaallah, kita butuh syafaat mereka. Jangan sombong bisa masuk surga tanpa mereka. Sekali lagi jangan pernah keluar dari NU. Di NU asli Ahlusunah wal Jamaah, Asy’ariyah Maturidiyah”, tegasnya.

(Foto: Muhammad Syafik/Javasatu.com)

Sementara, H Fandi Ahmad Yani, Bupati Gresik, menghaturkan syukur atas dipertemukan para kiai, santri, ulama dan umaro’ dalam kegiatan apel kader NU Jawa Timur jelang 1 abad Nahdlatul Ulama dalam keadaan sehat dan suasana yang kondusif.

“Kami sebagai tuan ruma dan mewakili panitia lokal mengucapkan mohon maaf jika ada sambutan dan pelayanan yang terdapat kekurangan di sana-sini. Dan Izin menyampaikan sair dari Kiai Wahid Hasyim: Para pendahu telah menanam sehingga kita memakan buahnya, sekarang kita juga menanam agar generasi mendatang memakan buahnya”, tuturnya. (Hoo/Nuh)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Nahdlatul UlamaNU GresikNU Jatim

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Panglima TNI: Perang Narasi Jadi Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Polisi Telusuri Rekaman CCTV Kecelakaan Maut di KM 76 Tol Malang-Pandaan

Terduga Pelaku Penipuan Puluhan Korban di Situbondo Dibekuk di Hotel

Desa Senggreng Gandeng UWG Malang Kembangkan Pertanian Modern Berbasis Teknologi

Karhutla di Ujungjaya Sumedang Dipadamkan Manual, Minimnya Peralatan Jadi Sorotan

Di Tengah Demam K-Pop, TK di Depok Kenalkan Budaya Nusantara kepada Anak

Farah Puteri Dorong PAN Majalengka Fokus pada Politik yang Berdampak bagi Masyarakat

BLT DBHCHT 2026 Kota Kediri Mulai Cair, 4.805 Warga Jadi Penerima

Polres Gresik Bongkar Modus Sabu Sistem Ranjau, Dua Kurir Dibekuk

Polresta Surakarta Asah Kemampuan Dalmas Hadapi Aksi Unjuk Rasa

Prev Next

POPULER HARI INI

Surat Sahabat untuk Siswa SDN Gadang 1 Kota Malang yang Tak Naik Kelas Bikin Haru

Hari Anak Nasional, Anggota DPRD Kota Malang Suyadi Sekolahkan Siswa SDN Gadang 1 yang Tak Naik Kelas Meski Nilainya Tinggi

Wismilak Bidik Industri Hotel, Restoran dan Kafe Lewat Cerutu Premium Indonesia

BLT DBHCHT 2026 Kota Kediri Mulai Cair, 4.805 Warga Jadi Penerima

GPAK Serahkan Laporan Dugaan Praktik Makelar Kasus ke KPK

BERITA LAINNYA

Panglima TNI: Perang Narasi Jadi Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Polisi Telusuri Rekaman CCTV Kecelakaan Maut di KM 76 Tol Malang-Pandaan

Terduga Pelaku Penipuan Puluhan Korban di Situbondo Dibekuk di Hotel

Desa Senggreng Gandeng UWG Malang Kembangkan Pertanian Modern Berbasis Teknologi

Karhutla di Ujungjaya Sumedang Dipadamkan Manual, Minimnya Peralatan Jadi Sorotan

Di Tengah Demam K-Pop, TK di Depok Kenalkan Budaya Nusantara kepada Anak

Farah Puteri Dorong PAN Majalengka Fokus pada Politik yang Berdampak bagi Masyarakat

BLT DBHCHT 2026 Kota Kediri Mulai Cair, 4.805 Warga Jadi Penerima

Polres Gresik Bongkar Modus Sabu Sistem Ranjau, Dua Kurir Dibekuk

Polresta Surakarta Asah Kemampuan Dalmas Hadapi Aksi Unjuk Rasa

Prev Next

POPULER MINGGU INI

162 Mahasiswa Unira Malang Diterjunkan Bangun Desa Wisata di Kabupaten Malang

Warga Tolak Pabrik Peleburan Logam, Camat Kebomas: Belum Ada Izin Operasional

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Baderhoods Wonosobo Rayakan HUT Ke-6, Tegaskan Komitmen Jadi Pelopor Safety Riding

Pengawasan Distribusi BBM di Jatim Diperkuat, ESDM Optimalkan Aplikasi XStar

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved