JAVASATU.COM- Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyalurkan bantuan air bersih dan menggelar pasar murah untuk masyarakat Kabupaten Blitar, Sabtu (5/9/2026). Dua agenda tersebut dilakukan untuk merespons dampak kekeringan sekaligus menjaga daya beli dan stabilitas harga pangan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung dalam dua agenda tersebut. Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) III Malang Asep Kusdinar turut mendampingi sebagai bagian dari fungsi koordinasi kewilayahan Pemprov Jatim.
“Ketika air bersih menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, maka kehadiran pemerintah harus dirasakan secara langsung. Dibutuhkan koordinasi yang cepat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, perangkat daerah dan seluruh unsur terkait agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Asep.
Penyaluran bantuan air bersih dilakukan di Desa Margomulyo, Dusun Rampalombo, Kecamatan Panggungrejo, salah satu wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Blitar.
Pemprov Jatim menyalurkan 120 rit air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Bakung, Binangun, Kademangan, Panggungrejo, Sutojayan, Wates dan Wonotirto.
Dampak kekeringan di wilayah tersebut tercatat mencapai sekitar 38.270 keluarga atau 98.946 jiwa.
Selain air bersih, pemerintah juga memberikan dukungan sarana penyimpanan air berupa 90 unit tandon berkapasitas 1.200 liter dan 250 jerigen berkapasitas 15 liter.
Khusus di Desa Margomulyo, bantuan yang disalurkan berupa 17.000 liter air bersih untuk 40 keluarga atau 162 jiwa. Bantuan tersebut dilengkapi tiga unit tandon dan 40 jerigen.
Asep menilai penanganan kekeringan membutuhkan koordinasi lintas sektor agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran.
“Penanganan kekeringan tidak dapat dilakukan secara parsial. Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, perangkat daerah dan seluruh unsur terkait harus bergerak bersama agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.
Usai meninjau penyaluran bantuan air bersih, Khofifah melanjutkan agenda ke Lapangan Brubuh, Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan. Di lokasi tersebut digelar Pasar Murah dalam rangka Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Jawa Timur 2026.
Pasar murah tersebut menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM). Komoditas pangan dijual dengan harga lebih terjangkau karena mendapatkan subsidi pemerintah.
Beras medium dijual Rp11.000 per kilogram, beras premium Rp14.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pak, tepung terigu Rp10.000 per kilogram dan gula pasir Rp14.000 per kilogram.
Sementara bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp6.000 per 250 gram. Paket cabai dibanderol Rp5.000 per 200 gram, sedangkan daging ayam ras Rp32.000 per pak.
Kegiatan pasar murah di Sutojayan menjadi titik ke-118 dalam rangkaian penjangkauan suplai logistik yang dilakukan Pemprov Jawa Timur.
“Pasar murah bukan hanya soal harga yang lebih rendah. Di dalamnya ada upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat, memastikan pasokan tersedia dan pada akhirnya menjaga inflasi tetap terkendali,” kata Asep.
Menurut Asep, persoalan kekeringan, ketahanan pangan dan inflasi memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi masyarakat sehingga membutuhkan kerja bersama lintas sektor.
“Bakorwil Malang hadir untuk memperkuat orkestrasi di wilayah. Kita memastikan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi antar-OPD serta pemerintah kabupaten dan kota berjalan dalam satu arah,” jelasnya.
Ia menegaskan, koordinasi kewilayahan harus diarahkan pada penyelesaian persoalan masyarakat, bukan sekadar menjalankan agenda pemerintahan.
“Kolaborasi, gotong royong dan solusi bukan sekadar slogan. Ini harus menjadi cara kerja dalam memastikan setiap kebijakan pemerintah memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Asep.
Dua agenda di Kabupaten Blitar tersebut menunjukkan intervensi pemerintah dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga penguatan daya beli. Bantuan air bersih menyasar warga yang terdampak kekeringan, sementara pasar murah diarahkan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan.
“Air bersih menyentuh kebutuhan dasar. Pangan terjangkau menyentuh daya beli. Keduanya bermuara pada satu tujuan, yaitu menjaga kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Kehadiran Bakorwil Malang dalam kunjungan Gubernur Jawa Timur tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan program Pemprov Jatim berjalan efektif di daerah. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan berbagai perangkat daerah terus diperkuat agar kebijakan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dari distribusi air bersih hingga pasar murah, Pemprov Jatim mendorong penanganan persoalan masyarakat dilakukan secara terintegrasi, dengan mengutamakan kebutuhan dasar, ketahanan pangan, daya beli dan kesejahteraan warga. (ich/arf)