JAVASATU.COM-BATU- Polres Batu berhasil mengamankan 10 pelaku pengedar miras oplosan di wilayah hukum Polres Batu. Operasi ini dilakukan dengan sukses selama Juni 2024 oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Batu.
Pada Operasi Sikat Semeru yang dilaksanakan pada Selasa (11/06/2024) dini hari, polisi berhasil menangkap 4 tersangka yang diduga menjual miras oplosan. Mereka adalah (ER), (PL), (MRM), dan (AS).
Kasat Narkoba Polres Batu, Iptu Ariek Yuly Irianto, menyatakan bahwa dari penangkapan tersebut, pihak kepolisian berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa 74 botol arak merek Balinese (600 ml), 203 botol arak merek Original 19 (600 ml), 80 botol arak merek Queen (600 ml), dan 70 botol arak berukuran besar (1500 ml). Total keseluruhan barang bukti yang disita sebanyak 427 botol (319,2 liter) dari operasi yang dilakukan pada Minggu sebelumnya (2/6/2024).
“Pada penangkapan kedua pada pukul 01.00 WIB, kami berhasil menangkap tiga tersangka lagi dengan inisial (DH), (AYK), dan (ABN) yang kedapatan menjual miras oplosan pada hari Selasa,” ungkap Ariek.
Ia melanjutkan, barang bukti Miras Oplosan yang berhasil diamankan oleh anggota Satresnarkoba Polres Batu berupa 113 botol arak merek arak bali (600 ml), 79 Botol Arak Merk Joged Bali (600ml), 72 Botol Arak Merk Arak Api Moji (600ml), dan 63 Botol Arak Merk mr.Moji (600ml) dengan total 327 Botol (196,2 liter)
Penangkapan ketiga pada Pukul 00.30 WIB dengan tiga orang tersangka berinisial (TP), (PY), dan (JHW) yang kedapatan menjual Miras Oplosan, Rabu (5/6/2024).
“Barang Bukti Miras Oplosan yang berhasil diamankan oleh Anggota Satresnarkoba Polres Batu berupa 412 Botol Arak Merk Karangasem (600 ml), 114 Botol Arak Merk Original 19 (600ml), 72 Botol Arak Merk Arak Bali murni (600ml), 148 Botol Arak Merk Arak Tradisional (600ml), 66 Botol Arak Ukuran Besar tanpa Merk (1500ml) dengan total 812 Botol (546,6 Liter),” beber.
Ia menyatakan penangkapan dilakukan usai proses penyelidikan dan pengambangan kasus kasus sebelumnya yang ditangani oleh oleh jajaran Satresnarkoba Polres Batu.
Dari penangkapan tersebut, Satresnarkoba Polres Batu menjerat tersangka dengan Peraturan Menteri Perdagangan Indonesia Nomor 47 Tahun 2018 Tentang Pengendalian, Pengadaan, Peredaran, Penjualan Minuman Keras Beralkohol
“Penangkapan ini juga merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberantas peredaran miras oplosan yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Kata dia, Miras oplosan, yang merupakan minuman beralkohol ilegal yang dicampur dengan bahan berbahaya lainnya, sangat berpotensi merugikan konsumen dan membahayakan nyawa mereka. (Yon/Arf)