Javasatu, Kab Malang- Berbekal keahlian dalam kuliner dara cantik asal Karangploso Kabupaten Malang sukses kembangkan usaha replika puding dan ronde hingga pasar Lokal. Kini dirinya sukses menjadi salah satu pembuat puding terbaik dan laris di Malang.
Adalah, Yuanita Adhiwinoto, pemilik usaha Keceng Puding and Ronde di bilangan Karangploso, Kabupaten Malang Jawa Timur. Di sini Yuan membuat aneka macam carving kue dan ronde berbahan dasar puding dan jeli.
Ide awal pembuatan usaha carving kue bermula dari bakatnya di bidang pastry. Latar belakang sebagai pengajar boga disalah satu universitas pariwisata di malang membuatnya yakin untuk memulai usaha ini pada 2019 silam.
“Jadi usaha ini tuh adalah brand kelima dari aku. Sebelumnya sempet buka cafe dan toko roti, tapi belum ada yang nyantol, kali ini baru nyantol. Kebetulan basicnya saya pengajar Boga jadi ya saya coba bikin usaha ini.” ujar Dara manis asal Malang tersebut.

Seluruh proses pembuatannya dilakukan mandiri oleh Yuan. Dibutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra dalam. Membuat hidangan yang nikmat.
“Sendiri aja sih mas, karena emang susah kalau butuh yang telaten. Tapi belakangan ada temen yang bantu bantu jadi ya bisa teratasi lah. Karena kita kan gak cuma buat, tapi bayangin juga kayak apa.” ujarnya.
Aneka carving puding seperti karakter hello Kitty, Winnie the Pooh, dan sejumlah karakter tokoh kartun lain coba diaplikasikan olehnya.Puding dipilih untuk lebih mendekatkan diri kepada anak anak. Rasa yang manis juga menjadi perkenalan yang baik untuk kalangan anak dan milenial.
“Jadinya macem macem mas, ada hello Kitty, Winnie the Pooh, dan banyak kartun lainya. Biasanya tergantung juga request pesanan nya seprti apa.” imbuhnya.
Usahanya mulai diminati oleh konsumen lokal kota malang. Umumnya digunakan untuk hantaran pernikahan, kue ulang tahun, hingga ucapan.
“Banyak mas, apalagi pas mau deket natalan gini. Biasanya juga dibagi bagikan ke temen temen natalan.” katanya.
Selain karakter tokoh kartun, Yuan juga mampu membuat replika puding dari berbagai makan lainnya. Meski memiliki rasa yang berbeda, namun Puding replika buatannya mencapai tingkat kemiripan yang hampir mendekati aslinya.
“Kita kembangkan sekarang ada mie goreng, tumpeng ,sama donat. Macem macem lagi sih sepeti bakso dan soda juga ada.”
Dalam usahanya Yuan memiliki ciri khusus dalam setiap dish buatannya. Ia selalu menggunakan rasa dari buah asli sebagai pelengkap.
“Jadi emang aku bikinnya pakai buah sih mas. Kayak sausnya ini dari stroberi asli. Terus kalau telurnya ini dari nanas. Supaya seger dan sehat aja sih.” paparnya.
Dalam satu kali produksi Yuan mampu menghasilkan berbagai dish untuk dijual. Tergantung tingkat kesulitan masing masing hidangan.
“Kalau yang Ribery biasanya satu hari. Kalau donat pisang gini 6 jam bisa. Paling sulit mie sama tumpeng itu sih. Butuh 3-4 hari karena ujung atasnya sering retak.pernah bikin mie eh jadinya kayak kecebong gitu . Jadinya ya harus buat lagi.” ujarnya.
Seluruh pudingnya buatannya bebas bahan pengawet. Untuk Bnetunya tahan hingga 3 hari sedangkan rasanya sanggup bertahan hingga 7 hari.
Kini Yuan sementara hanya berfokus pada pasar lokal Malang dan Kota Batu.
“Banyak yang minta dari Jakarta, Surabaya, dan kota lainnya. Tapinya belum berani karena takut udah berubah rasa pas udah sampai tujuan.”
Harga setiap pesanan mulai dari 10 ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah. Bisa custom menu dan model sesuai selera. Kedepannya ia berencana untuk membuka cabang baru untuk membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang orang sekitarnya yang terdampak imbas Pandemi COVID 19.
“Kedepan pengen buka rumah puding gitu sih mas. Selain untuk menjawab permintaan kustomer juga membuka lapangan kerja baru untuk orang orang.” pungkasnya. (Dop/Krs)