JAVASATU.COM- Creative Director Bina Kamila, 23, merancang identitas visual girl group South Queen dengan memadukan gaya Western, hip-hop, dan dangdut. Pendekatan tersebut diterapkan melalui pemilihan busana, warna, dan siluet yang disesuaikan dengan karakter setiap personel.

Lulusan Fashion Business LaSalle College Jakarta itu mengembangkan konsep visual South Queen dengan menggabungkan tren fashion anak muda urban dan unsur budaya Indonesia. South Queen sendiri mengusung konsep hipdut, perpaduan musik hip-hop dan dangdut.
Bina mengatakan ketertarikannya pada dunia fashion tumbuh sejak kecil melalui lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia mode. Pengalaman mengenal proses menjahit dan menciptakan busana turut membentuk pandangannya terhadap fashion sebagai sarana mengekspresikan diri.
“Fashion has always been my escape, and eventually became my language,” ungkap Bina kepada awak media di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Pendidikan di LaSalle College Jakarta memperluas pemahamannya tentang hubungan antara estetika, strategi, dan pembentukan identitas visual. Kini, ia menekuni bidang creative direction dan styling dengan menerjemahkan karakter sebuah proyek ke dalam konsep penampilan.
Dalam menggarap South Queen, Bina mengeksplorasi gaya Western yang lekat dengan kultur anak muda urban, termasuk citra populer Jakarta Selatan. Elemen tersebut dipadukan dengan karakter dangdut untuk membangun tampilan yang sejalan dengan konsep musik grup tersebut.
Tantangan styling, menurut pendekatan kreatif Bina, bukan sekadar menyamakan penampilan seluruh personel. Setiap anggota memiliki karakter dan kepribadian berbeda sehingga membutuhkan pilihan busana yang sesuai.
Pemilihan warna, siluet, dan gaya busana disesuaikan dengan karakter masing-masing personel, sementara konsep keseluruhan tetap dijaga agar identitas South Queen terlihat konsisten.
Arahan visual itu juga dirancang untuk mendukung kepercayaan diri dan penampilan para personel di atas panggung. Busana menjadi bagian dari ekspresi artistik yang menyatu dengan gerak, karakter musik, dan penampilan grup.
Melalui creative direction dan styling, Bina mengembangkan pendekatan yang menempatkan fashion sebagai medium komunikasi visual. Baginya, pilihan busana dapat membantu menyampaikan karakter dan cerita tanpa harus selalu diungkapkan melalui kata-kata.





