email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Minggu, 27 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Malang Superfight 27 Digelar November, Bidik Bibit Atlet, Dikemas Sportainment

by Sugi Hartono
27 September 2026

JAVASATU.COM- Malang Superfight (MSF) ke-27 siap digelar di Kota Malang pada 13-15 November 2026. Ajang tinju dan combat sport ini dikemas dengan konsep sportainment untuk menjaring bibit atlet sekaligus menarik minat generasi muda terhadap olahraga bela diri.

Ketua Pertina Kota Malang Anas Muttaqin (Kanan) dan Ketua KTI Malang Raya Ade Herawanto (kiri). (Foto: Sugi Hartono/Javasatu.com)

MSF ke-27 digagas Pengurus Cabang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang bersama Komisi Tinju Indonesia (KTI) Malang Raya, komunitas combat sport, serta Aremania. Jumpa pers agenda berskala nasional dan internasional tersebut berlangsung di CR Senaputra, Minggu (27/9/2026).

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung di Aula Skodam, Jalan Tugu Nomor 2, Malang, dan Gedung MCC, Jalan A. Yani, Malang. Gelaran ini juga menjadi bagian dari momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 serta diarahkan untuk mendukung gerakan Malang 1000 Event.

Ketua Pertina Kota Malang Anas Muttaqin mengatakan MSF menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali ekosistem tinju di Kota Malang sekaligus mencari atlet-atlet muda potensial.

“Ini menjadi spirit kita bagaimana agar Kota Malang menjadi salah satu barometer tinju nasional dengan agenda event-event seperti ini. Terutama dalam rangka menumbuhkan kembali minat generasi muda di Kota Malang, mencari bibit-bibit baru, calon-calon atlet tinju yang nantinya diharapkan bisa membawa Kota Malang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” kata Anas dalam jumpa pers di CR Senaputra, Minggu (27/9/2026).

Menurut Anas, pembinaan tidak hanya dilakukan melalui pertandingan. Pertina juga berencana memperluas penjaringan atlet hingga ke sasana-sasana dan lingkungan masyarakat untuk menemukan calon atlet sejak usia muda.

“Semakin dini kita bisa mendeteksi bibit-bibit baru, itu akan semakin bagus. Dari yang amatir nanti kita akan juga sambungkan atau arahkan ke profesional melalui KTI,” ujarnya.

Anas menambahkan, Kota Malang memiliki potensi atlet tinju amatir maupun profesional. Karena itu, kegiatan seperti MSF diharapkan menjadi salah satu wadah penjaringan sekaligus pembinaan atlet untuk menghadapi agenda olahraga pada 2027, terutama persiapan menuju Porprov Jatim 2027.

Pertina Kota Malang juga tengah melakukan pendataan sasana dan atlet untuk membangun basis data pembinaan tinju yang lebih terarah. Pendataan tersebut dilakukan karena masih banyak sasana tinju yang belum terdeteksi dalam basis data Pertina.

Pengurus baru menemukan sejumlah sasana setelah melakukan komunikasi dan penjajakan di berbagai wilayah Kota Malang. Ke depan, Pertina berencana menggelar latihan bersama dan sparing game secara rutin setiap bulan di satu titik.

Program tersebut ditujukan untuk mempertemukan atlet dari berbagai sasana sekaligus memperluas penjaringan bibit baru. Pengembangan sasana juga tidak hanya diarahkan pada sasana formal. Ruang sosial di masyarakat, termasuk lingkungan kampung dan tempat-tempat yang memungkinkan digunakan untuk latihan, menjadi bagian dari gagasan memperluas pembinaan.

“Harapannya kita bisa turut mewarnai dan ke depan akan disusul dengan agenda-agenda rutin terkait event-event yang menemukan kembali, terutama di kalangan generasi muda Kota Malang. Kita ingin menjadi bagian dari edukasi positif anak-anak muda di Kota Malang,” ujar Anas.

Konsep pembinaan tersebut juga dikaitkan dengan potensi olahraga yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Malang. Anas menyebut olahraga tinju diharapkan dapat melengkapi karakter olahraga Kota Malang yang selama ini dikenal melalui berbagai aktivitas olahraga dan komunitas.

Konsep Sportainment Bidik Generasi Muda

Ketua KTI Malang Raya Ade Herawanto mengatakan konsep sportainment dipilih untuk memperluas daya tarik olahraga tinju dan combat sport, khususnya bagi generasi muda.

“Kalau hanya sport saja mungkin kita menjadi kurang peminatnya. Kalau ada sportainment, harapannya bisa lebih menjaring minat generasi muda, adik-adik kita,” kata Ade.

Ade menjelaskan, pembinaan atlet juga memungkinkan adanya jalur dari tinju amatir menuju profesional. Menurutnya, perkembangan regulasi usia dalam kompetisi memberikan ruang bagi pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Untuk PON kita ketahui umur 31, sedangkan untuk Olimpiade 34. Di atas usia 25 nanti akan kami tampung di KTI dan diarahkan ke tinju profesional,” ujarnya.

Menurut Ade, perkembangan usia kompetisi tersebut membuat jalur pembinaan tidak berhenti ketika seorang atlet melewati batas usia tertentu di kategori amatir. Atlet yang masih memiliki potensi dapat diarahkan ke jenjang profesional melalui KTI.

Sementara itu, Creative Director Malang Superfight, Yudhi, mengatakan penyelenggara sengaja mengubah kemasan MSF agar lebih dekat dengan karakter generasi muda. Pertandingan akan berlangsung di kawasan pusat Kota Malang dengan dukungan tata cahaya, videotron, multimedia, dan hiburan.

“Kita mencoba untuk kalangan Gen Z supaya tidak membosankan. Melihat tinju itu menjadi hal yang menarik. Jadi baik tampilan maupun siapa yang naik panggung, siapa yang naik ring, kita kemas bagaimana supaya ini menjadi hal yang menarik,” ujar Yudhi.

Menurut Yudhi, lokasi di kawasan tengah Kota Malang juga memiliki potensi mendukung sektor pariwisata. Kawasan Tugu yang menjadi salah satu ikon Kota Malang dikelilingi sejumlah hotel sehingga diharapkan dapat menarik wisatawan untuk menyaksikan event olahraga.

“Kita menyambut baik gagasan ini karena di sekitar Tugu itu banyak hotel. Sehingga kita bisa menyambut turis-turis untuk bisa datang dan melihat event yang ada di Kota Malang,” katanya.

Untuk memperkuat kemasan acara, panitia menyiapkan videotron, lighting, serta dukungan tim multimedia. Materi pertandingan dan tampilan acara akan ditampilkan melalui layar agar pengalaman penonton lebih menarik.

Yudhi mengatakan penyelenggara juga membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha dan sponsor untuk mendukung penyelenggaraan MSF. Keterlibatan UMKM juga disiapkan dalam rangkaian acara.

“Ini acara besar pertama pengurus Pertina Kota Malang dan membutuhkan dukungan. Kami membuka seluas-luasnya kerja sama dan partisipasi, terutama sponsorship dari badan usaha dan para pengusaha di Kota Malang,” kata Yudhi.

Panitia juga telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Salah satunya dengan Umer yang sebelumnya direncanakan menjadi lokasi kegiatan, namun belum terlaksana karena waktu persiapan yang cukup singkat.

Tiga Hari Rangkaian Malang Superfight 27

MSF ke-27 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.

Pada Jumat (13/11/2026), agenda digunakan untuk persiapan kru, timbang badan kelas amatir, pemeriksaan medis, technical meeting, dan konferensi pers.

Sabtu (14/11/2026), pertandingan tinju amatir digelar dari pagi hingga malam. Rangkaian pertandingan diselingi ishoma, konser musik, pertunjukan tari, serta konferensi pers kelas combat sport.

Babak final tinju amatir dijadwalkan berlangsung Minggu (15/11/2026) pagi hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan pertandingan combat sport dan kompetisi dance.

Acara puncak dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB. Rangkaian tersebut meliputi sambutan Wali Kota Malang, penyerahan penghargaan, pelantikan pengurus baru Pertina Kota Malang serta KTI Malang Raya periode 2026-2030, kemudian ditutup dengan pertandingan tinju profesional.

Tinju Amatir dan Profesional

Dalam kompetisi tinju amatir, panitia menyiapkan 12 kelas elite putra dan putri. Kategori pria meliputi kelas 48 kilogram hingga 71 kilogram, sedangkan kategori wanita dari 48 kilogram hingga 57 kilogram.

Peserta tinju amatir terbuka bagi atlet Pertina Kota/Kabupaten se-Jawa Timur. Biaya pendaftaran ditetapkan Rp200 ribu yang disebut sudah termasuk medali, sertifikat, konsumsi, dan BPJS.

Selain pertandingan tinju amatir, terdapat pertandingan tinju profesional untuk perebutan sabuk Wali Kota sekaligus perbaikan peringkat nasional kelas bulu 57,1 kilogram.

Kompetisi tersebut juga memperebutkan sejumlah penghargaan, antara lain Piala Forkopimda untuk Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jatim Tinju Amatir Pertina serta Sabuk Juara Emas Wali Kota Cup untuk kejuaraan tinju profesional.

Kick Striking Libatkan Fighter Luar Daerah dan Luar Negeri

Untuk kategori combat sport, MSF juga menghadirkan pertandingan kick striking. Sejumlah fighter Kota Malang akan berhadapan dengan lawan dari luar daerah, termasuk fighter dari luar negeri.

Dalam materi panitia disebutkan terdapat 12 partai pertandingan kick striking. Namun, pada bagian lain panitia menyebut lima pertandingan kick striking oleh elite fighter Kota Malang, dengan dua di antaranya menghadapi fighter dari luar negeri.

BacaJuga :

Dukungan Pengcab Mengalir, Joko Santoso Maju Calon Ketua PBJI Jawa Barat

Podcast Mbois Sport: Pickleball Mulai Populer di Kota Malang, Atlet Disiapkan untuk Porprov

Pemenang pertandingan kick striking akan mendapatkan medali dan uang pembinaan. Biaya pendaftaran kategori tersebut ditetapkan Rp300 ribu.

Pelatih combat sport Muhammad Rudy Kurniawan mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan membuka ruang lebih luas bagi atlet muda untuk berkembang.

“Dengan program Pak Ade dan Pak Anas ini sangat luar biasa. Kami sangat antusias berkolaborasi. Dengan mendatangkan fighter luar negeri, ini menjadi semangat bagi fighter muda di Malang Raya untuk bisa mencapai level internasional,” kata Rudy.

Menurut Rudy, MSF juga menjadi ruang pertemuan berbagai disiplin combat sport. Selain boxing, panitia membuka kategori kick striking dengan aturan pertandingan yang mencakup unlimited striking dan striking.

“Kita membuka para muda-mudi dari tingkat sekolah atau umum untuk beradu dancing di acara kita. Kita juga membuka amatir boxing, profesional, dan kick striking,” ujarnya.

Rudy juga menilai penyelenggaraan pertandingan di kawasan Skodam menjadi sesuatu yang berbeda karena berada di tengah Kota Malang.

“Di Kota Malang ini akan menjadi event yang sangat luar biasa dan eventnya diselenggarakan di tengah Kota Malang, di Skodam. Itu baru pertama sejak mungkin Kota Malang ini lahir, ada acara tinju di Skodam,” katanya.

Ia berharap event tersebut dapat membangkitkan semangat olahraga di Malang Raya, termasuk tinju dan combat sport.

Modern Dance dan Keterlibatan UMKM

Selain pertandingan, MSF juga menghadirkan kompetisi modern dance. Peserta dari kalangan pelajar maupun umum diberi ruang untuk tampil dalam rangkaian acara.

Kompetisi modern dance berdurasi lima menit untuk tim beranggotakan lima hingga delapan orang. Biaya registrasi ditetapkan Rp250 ribu per tim.

Selain hiburan, panitia juga menyiapkan keterlibatan UMKM untuk mendukung rangkaian kegiatan.

Salah satu daya tarik lain dalam rangkaian jumpa pers adalah demonstrasi pertandingan yang menampilkan Coach Muhammad Rudy Kurniawan dari Fight For Glory bersama petinju Geovani Bintang Saragih. Geovani disebut akan menghadapi petinju asal Prancis.

Demonstrasi pertandingan juga menampilkan atlet Yonbekang. Sementara itu, Wiona Anyacie, fighter woman muaythai yang meraih medali perak pada Porprov 2025, menjadi salah satu talenta yang disebut dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Kehadiran atlet-atlet tersebut menjadi bagian dari upaya menunjukkan potensi tinju dan combat sport Kota Malang yang dinilai masih memiliki ruang untuk berkembang.

Persiapan Porprov Jatim 2027

Yudhi mengatakan MSF juga diarahkan menjadi wadah persiapan atlet untuk Porprov Jatim 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada Juli 2027.

“Event ini kita fokuskan untuk mempersiapkan atlet dan juga penjaring atlet untuk kita siapkan di Porprov 2027 yang akan disiapkan di Surabaya bulan Juli,” ujar Yudhi.

Ia mengatakan jumlah peserta tiap kelas dibatasi karena pertandingan hanya berlangsung dua hari. Pembatasan dilakukan agar seluruh pertandingan dapat diselesaikan sesuai waktu yang tersedia.

MSF ke-27 juga menjadi bagian dari upaya pengurus baru Pertina Kota Malang membangun database atlet dan sasana. Latihan bersama dan sparing game setiap bulan direncanakan untuk mempertemukan petinju dari berbagai sasana.

Disporapar Dorong Kolaborasi Event

Perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Bagus, menyebut penyelenggaraan event olahraga perlu dikembangkan melalui kolaborasi agar memiliki dampak lebih luas.

“Tidak hanya tinju saja yang dilihat, tetapi kembangannya apa. Itu yang sekarang terus didorong, bagaimana kolaborasi semuanya. Event olahraga juga harus dikemas dengan baik,” ujar Bagus.

Bagus mengatakan pemerintah mendorong penyelenggaraan event yang tidak hanya berorientasi pada satu cabang olahraga. Olahraga dapat dikolaborasikan dengan sektor lain agar memberikan dampak yang lebih luas.

Menurutnya, kondisi efisiensi anggaran juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mengemas kegiatan.

Bagus juga menyampaikan agenda kepemudaan yang akan berlangsung dalam waktu dekat serta persiapan menuju Porprov Jatim 2027. Ia meminta tahapan persiapan atlet dan jadwal kegiatan tetap berjalan sesuai agenda yang telah disiapkan KONI dan pihak terkait.

MSF ke-27 juga diarahkan menjadi bagian dari persiapan pembinaan atlet Kota Malang menuju Porprov Jatim 2027. Pemerintah Kota Malang berharap berbagai event olahraga dapat menjadi ruang kompetisi sekaligus pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Panitia juga menyebut MSF sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali olahraga tinju di Kota Malang dan mengembalikan posisi kota ini sebagai salah satu barometer tinju nasional.

Yudhi mengatakan dukungan berbagai pihak dibutuhkan agar agenda tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan, termasuk dukungan dunia usaha dan sponsor.

“Untuk membangkitkan lagi, mengembalikan Kota Malang sebagai barometer tinju Indonesia,” tegas Yudhi.

Rincian Pertandingan Malang Superfight 27

Berdasarkan materi panitia, Malang Superfight 27 mempertandingkan tiga kategori utama, yakni tinju amatir, kick striking, dan modern dance.

Tinju amatir Pertina mempertandingkan kelas elite putra dan putri sebanyak 12 kelas. Tinju profesional menghadirkan satu pertandingan untuk perebutan sabuk Wali Kota sekaligus perbaikan peringkat nasional.

Kick striking menghadirkan pertandingan elite fighter Kota Malang, termasuk lawan dari luar negeri. Sementara modern dance menjadi bagian baru dalam konsep sportainment.

Untuk tinju amatir, pendaftaran sebesar Rp200 ribu sudah mencakup medali, sertifikat, konsumsi, dan BPJS. Kick striking Rp300 ribu dengan hadiah uang pembinaan, sedangkan modern dance Rp250 ribu per tim.

(Foto: Sugi Hartono/Javasatu.com)

Jadwal Malang Superfight 27

Jumat, 13 November 2026: persiapan kru, timbang badan kelas amatir, pemeriksaan medis, technical meeting, dan konferensi pers.

Sabtu, 14 November 2026: pertandingan tinju amatir dari pagi hingga malam, diselingi ishoma, konser musik, pertunjukan tari, serta konferensi pers kelas combat sport.

Minggu, 15 November 2026: babak final tinju amatir, pertandingan combat sport, kompetisi dance, kemudian acara puncak mulai pukul 19.00 WIB yang diisi sambutan Wali Kota Malang, penyerahan hadiah, pelantikan pengurus Pertina Kota Malang dan KTI Malang Raya periode 2026-2030, serta pertandingan tinju profesional.

Susunan Panitia Malang Superfight 27

Pelindung: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang

Penasehat: Brigjen (TNI) Suliono, SE.

Ketua Pelaksana: Muh. Anas Mustaqin, S.Psi., M.Si.

Wakil Ketua: Ace Hakim dan HM. Nurhuda

Sekretaris: Stivian Afifullah Putra, S.Or., M.Kes.

Bendahara: Chandra Adi Irawan, SH., MH.

Promotor: Irjen (Pol) Almas Widodo Kolopaking, SIK., SE.

Event Director: Muhammad Rudi Kurniawan, S.Par.

Dengan konsep sportainment, Malang Superfight ke-27 tidak hanya diarahkan sebagai ajang pertandingan. Kegiatan ini juga menjadi ruang penjaringan dan pembinaan atlet, pengembangan combat sport, hiburan bagi masyarakat, keterlibatan UMKM, serta bagian dari pengembangan ekosistem event di Kota Malang.

Anas berharap MSF tidak berhenti sebagai satu agenda, tetapi dilanjutkan dengan berbagai kegiatan rutin untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet dan memperluas minat generasi muda terhadap olahraga tinju.

“Harapannya kita bisa turut mewarnai dan juga nanti ke depan akan disusul dengan agenda-agenda rutin terkait event-event yang nanti akan menemukan kembali, terutama di kalangan generasi muda Kota Malang. Kita ingin menjadi bagian dari edukasi positif anak-anak muda di Kota Malang,” pungkas Anas. (har/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kota MalangOlahragaTinju

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Malang Superfight 27 Digelar November, Bidik Bibit Atlet, Dikemas Sportainment

521 Personel Amankan Duel RANS vs Deltras di Kanjuruhan

Ngaji Kebangsaan Bersama Ulama, GPPN Apresiasi Komitmen Kapolri Jaga Persatuan

Demy Panaskan Deklarasi Ngalam Hebak di Kampung Celaket

UMKM Ramai di Deklarasi Ngalam Hebak, Salamah: Sangat Berdampak

Syaiful Rosyid Kawal PSU Perumahan Banjararum Asri, View dan Estate

Pemkot Malang Kembali Usulkan Mayor Hamid Rusdi Jadi Pahlawan Nasional

Ngalam Hebak, Kapolresta Malang Kota Ajak Warga Perkuat Rasa Memiliki

Wali Kota Malang Dorong Boso Walikan Jadi Identitas Kota

Ngalam Hebak Resmi Dideklarasikan, Lintas Unsur Teken Komitmen Bersama

Prev Next

POPULER HARI INI

Mudik Lebaran, Polres Malang Tertibkan Truk Sumbu 3 di Jalur Lawang–Singosari

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Terlanjur Klik File APK Penipuan? Ini Langkah yang Disarankan BRI untuk Nasabah

BERITA LAINNYA

Malang Superfight 27 Digelar November, Bidik Bibit Atlet, Dikemas Sportainment

521 Personel Amankan Duel RANS vs Deltras di Kanjuruhan

Ngaji Kebangsaan Bersama Ulama, GPPN Apresiasi Komitmen Kapolri Jaga Persatuan

Demy Panaskan Deklarasi Ngalam Hebak di Kampung Celaket

UMKM Ramai di Deklarasi Ngalam Hebak, Salamah: Sangat Berdampak

Syaiful Rosyid Kawal PSU Perumahan Banjararum Asri, View dan Estate

Pemkot Malang Kembali Usulkan Mayor Hamid Rusdi Jadi Pahlawan Nasional

Ngalam Hebak, Kapolresta Malang Kota Ajak Warga Perkuat Rasa Memiliki

Wali Kota Malang Dorong Boso Walikan Jadi Identitas Kota

Ngalam Hebak Resmi Dideklarasikan, Lintas Unsur Teken Komitmen Bersama

Prev Next

POPULER MINGGU INI

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved