JAVASATU.COM- Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) memastikan Indonesia telah mengamankan tiga nomor pada ajang Asian Games Nagoya 2026. Kepastian itu diperoleh setelah Asian Taekwondo Union (ATU) merilis surat resmi hasil kualifikasi yang menambah dua nomor dari sektor kyorugi, melengkapi satu tiket yang lebih dulu diraih di nomor poomsae.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Pino Indra Perdana, mengatakan bahwa yang lolos bukanlah nama atlet, melainkan nomor pertandingan yang akan diperebutkan melalui seleksi lanjutan di internal tim nasional.
“Jadi nantinya siapa saja yang mewakili Indonesia, bisa saja bukan Bassam atau Raihan,” kata Pino, Sabtu (13/6/2026), dalam keterangan tertulis.
Sebelumnya, satu tiket Indonesia telah diamankan oleh M. Rizal dari nomor poomsae putra setelah tampil di Kejuaraan Asia Taekwondo 2026 di Mongolia. Raihan tersebut menjadi pembuka jalan bagi Indonesia menuju Nagoya.
Dua tiket tambahan kemudian datang dari sektor kyorugi putra, masing-masing kelas under 68 kilogram dan under 80 kilogram. Pada kelas under 68 kilogram, Indonesia diwakili M. Bassam Raihan yang mencatat kemenangan atas atlet Jepang Shoki Asada pada babak 16 besar sebelum terhenti di perempat final oleh wakil Kazakhstan, Samirkhon Ababakirov.
Sementara itu, di kelas under 80 kilogram, M. Raihan Fadhilah mencatat kemenangan atas atlet Nepal Abhishek Baral sebelum langkahnya dihentikan wakil Uzbekistan J. Jaysunov di babak perempat final.
Meski tidak meraih medali, hasil pertandingan keduanya tetap berkontribusi dalam perolehan kuota Indonesia menuju Asian Games Nagoya 2026 melalui akumulasi poin kualifikasi.
Dengan tambahan dua nomor tersebut, taekwondo Indonesia yang dikomandoi Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon, kini resmi mengamankan tiga slot pada ajang olahraga terbesar di Asia itu. PBTI menilai capaian ini sebagai bukti konsistensi pembinaan atlet taekwondo nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Pino, proses seleksi atlet yang akan mewakili Indonesia masih akan terus berlangsung karena kursi di setiap nomor belum ditentukan secara final.
“Siapa yang terbaik nanti akan kita lihat melalui proses seleksi dan pemantauan. PBTI akan mencari yang paling siap,” ujarnya.
PBTI juga akan menjadikan Kejuaraan Satria Nusantara di Bandung pada 3–5 Juli 2026 sebagai ajang evaluasi untuk menentukan komposisi terbaik tim nasional.
Sementara itu, tiga nomor yang telah lolos akan menghadapi persaingan ketat di Asian Games Nagoya 2026. Di nomor poomsae putra, Indonesia akan bersaing dengan negara kuat seperti Korea Selatan, Iran, Chinese Taipei, dan Jepang.
Di kelas kyorugi under 68 kilogram dan under 80 kilogram, persaingan dipastikan semakin berat dengan hadirnya kekuatan utama taekwondo Asia seperti Korea Selatan, Iran, Uzbekistan, China, hingga tuan rumah Jepang.
PBTI menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari persiapan panjang menuju Asian Games Nagoya 2026, dengan target tampil kompetitif di level tertinggi Asia. (saf)