JAVASATU.COM-MALANG- Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Cabang Kota Malang sukses menyelenggarakan Lokal turnamen Gateball antar Kota/Kabupaten se-Jawa Timur. Acara yang mengusung konsep Silahturahmi dan Sosialisasi Olahraga Gateball ini bertujuan memberikan pencerahan mengenai olahraga yang masih baru di Indonesia.

Venue acara dipilih dengan bijak oleh Kota Malang, yang memanfaatkan lapangan sepak bola outdoor di Komplek Stadion Gajayana Kota Malang. Sebanyak 16 Tim Gateball dari seluruh Jawa Timur turut ambil bagian dalam turnamen ini, dengan tuan rumah Kota Malang menurunkan 6 Tim, termasuk Jawara Porprov 2023, Seventeen A, yang meraih Medali Emas Gateball Jawa Timur.
Meski bersifat kompetisi lokal, aroma sportivitas terasa kental dalam turnamen kali ini. Ketua Pergatsi Kota Malang, Yusuf Asmo, menjelaskan bahwa turnamen diadakan dengan sistem gugur, di mana tim dengan poin terbanyak akan maju ke babak final.
“Agenda kita silahturahmi dan sosialisasi olahraga gateball. Tujuannya untuk mengenalkan Gateball, karena tergolong olahraga yang masih baru. Kita kenalkan dengan mengadakan turnamen. Ada 16 tim yang bermain. Dari Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. Juga ada wakil dari Pergatsi Pasuruan, Sidoarjo, Jember, Kediri, dan Lumajang,” terang Yusuf Asmo.
Yusuf Asmo berharap, olahraga gateball akan semakin dikenal, terutama di kalangan generasi muda. Dengan semakin meluasnya pengetahuan mengenai olahraga ini, diharapkan dapat tumbuh industri gateball yang bersaing secara sehat.
“Kami berharap dengan ini Gateball semakin dikenal. Serta membina dan membibitkan tim-tim Kota Malang untuk menghadapi Porprov 2025 mendatang,” imbuhnya.
Sementara itu, bagi Pergatsi Kota Batu, event kali ini merupakan ajang kompetitif perdana. Hal ini akan membawa dampak positif terhadap perkembangan Gateball di Kota Batu.
“Kita terbentuk masih dua – tiga bulanan ini. Dengan lomba ini kita buat pengalaman pertama. Kami banyak belajar supaya Gateball di Kota Batu semakin lebih baik,” kata Kapten Imakoba T Kota Batu, Yusuf Bambang Trianto. (Dop/Arf)