JAVASATU.COM-GRESIK- Pengurus Anak Cabang Forum Komunikasi Pendidikan Al Qur’an (PAC FKPQ) Kecamatan Cerme meningkatkan kapasitas dalam mengembangkan TPA/TPQ yang berkualitas. Kegiatan pembinaan, supervisi, dan monitoring ke-4 di TPA At Taqwa Dusun Ngering Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme, Gresik, melibatkan Kepala Lembaga Guru dan Staff Tata Usaha di Wilayah IV Kecamatan Cerme, Rabu (07/02/2024).

Pembinaan dihadiri oleh Pejabat Dinas Pendidikan Kecamatan Cerme, Sadi’in, S.Pd, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) Kemenag Kecamatan Cerme, Haris, S.Ag, serta Ketua PAC FKPQ Kecamatan Cerme, Harianto, M.Pd, beserta pengurus.
Ketua PAC FKPQ Kecamatan Cerme, Harianto, M.Pd mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dorongan semangat, silaturahim, dan peningkatan kemampuan kepada penyelenggara pendidikan TPA/TPQ.
“Kegiatan ini merupakan yang keempat kalinya dilakukan. Kegiatan ini sangat penting. Karena untuk sinergi dan komunikasi antar-lembaga, dengan FKPQ sebagai media komunikasi,” terangnya.
Penilik Dinas Pendidikan Kecamatan Cerme, Sadi’in S.Pd, menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini dapat memotivasi para kepala lembaga guru dan staff tata usaha TPA/TPQ untuk meningkatkan kinerja. Ia mengingatkan peran penting lembaga pendidikan dalam membentuk generasi penerus bangsa.
“Lembaga pendidikan menjadi tempat yang paling penting, dalam memberikan dampak yang mempengaruhi masa depan seseorang, tentu tidak bisa mengabaikan peran guru yang dijuluki Pahlawan Tanpa Jasa. Sehingga di era modern saat ini, peran guru bisa memberikan dampak signifikan bagi peserta didik yang sedang menimba ilmu, hingga bisa meraih masa depan yang cerah,” ungkapnya.

Pengawas Pendidikan Agama Islam Kecamatan Cerme, Haris, S.Ag, berharap pembinaan guru TPQ dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia memberikan pandangan mengenai karakteristik guru yang melibatkan hati-hati, perhatian, dan ikhlas dalam melaksanakan tugasnya.
“Dengan kegiatan ini kita semakin menguatkan tugas guru, kata imam ghozali, guru harus punya banyak karakter diantaranya karakter Wira’i kehati-hatian dalam melaksanakan aktivitas kegiatan sehari-hari termasuk apapun yang kita ambil dan dapatkan, anggaplah anak didik kita adalah anak kandung kita sendiri, dan yang terakhir adalah jadilah guru yang ikhlash karena ini adalah puncak kehidupan kalau kita bisa lillahi ta’ala,” tutur Haris.
“Dengan pembinaan, supervisi, dan doa bersama, diharapkan penyelenggara pendidikan TPA/TPQ mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh, menjadikan kegiatan ini sebagai sarana pemantapan, serta terus meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah masing-masing,” sambungnya menandaskan. (Bas/Nuh)