JAVASATU.COM- Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) menggelar konsolidasi di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (24/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, gerakan Sahabat Pejuang Indonesia Raya (SAPIR) Jawa Timur dikukuhkan dan menyatakan bergabung dengan PPIR.

Ketua Umum PPIR Letjen TNI (Purn) Musa Bangun mengatakan, konsolidasi dilakukan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan apresiasi kepada kader dan pendukung Prabowo-Gibran. PPIR merupakan bagian dari sayap Partai Gerindra.
“Tujuan utama tentunya adalah konsolidasi, karena kami merupakan bagian dari Partai Gerindra. Dalam konsolidasi ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pendukung Prabowo-Gibran,” ujar Musa.
Menurut Musa, konsolidasi PPIR akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan di sejumlah daerah. Setelah Jawa Timur, agenda serupa dijadwalkan berlanjut ke Jawa Tengah dan wilayah lainnya.
Musa juga membantah jika konsolidasi tersebut merupakan bagian dari pemanasan mesin politik menghadapi Pemilu 2029. Ia menyebut fokus PPIR saat ini adalah mengawal jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran serta mendukung pelaksanaan program strategis dan prioritas pemerintah.
“Kami tidak berbicara Pemilu hari ini. Konsolidasi ini murni dalam rangka mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran, agar program-program prioritas dan Asta Cita dapat berjalan optimal dan manfaatnya bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” jelasnya.
Dalam agenda yang sama, SAPIR Jawa Timur dikukuhkan sekaligus mendeklarasikan diri bergabung sebagai bagian dari PPIR. Gerakan tersebut digagas sejumlah tokoh masyarakat di Jawa Timur, salah satunya KH Mukhlis Muchsin.
Musa menyebut bergabungnya SAPIR menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan organisasi.
“Ini inisiatif dari beberapa tokoh di Jawa Timur terutama Pak Kiai Mukhlis, menyampaikan gagasan kepada kami. Kita tahu bahwa hari ini kekuatan politik itu makin banyak jaringan yang bisa kita bangun, tentunya makin baik,” ungkapnya.
Ketua SAPIR Jawa Timur KH Mukhlis Muchsin mengatakan, pihaknya ingin terlibat dalam pengawalan program Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran melalui PPIR. Ia juga menyatakan kesiapan untuk mengikuti aturan organisasi PPIR.
“Kami dan kawan-kawan ingin mendukung kegiatan dan membela Asta Cita Presiden Prabowo, maka kami lewat PPIR ingin mensupport itu. Kami sudah tekad bulat untuk ikut apa yang menjadi titah dan apa yang ada di AD/ART PPIR, dan kami akan mengembangkan semua itu,” tandasnya.
Pemerintah sendiri menjalankan Asta Cita sebagai delapan misi pembangunan nasional. Presiden Prabowo juga menyebut strategi pemerintah dijalankan melalui delapan misi Asta Cita, 17 program prioritas, serta program hasil terbaik cepat. (dop/arf)