JAVASATU.COM-GRESIK- Anggota DPRD Gresik dari Fraksi Partai Golkar, Wongso Negoro, memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kualitas hidup perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dukungan ini terwujud melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik.

Acara berlangsung pada Senin (13/11/2023) di Balai Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Wongso Negoro menyampaikan bahwa program kewirausahaan untuk perempuan korban KDRT ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
“Saya sangat mendukung kegiatan yang diinisiasi oleh DP3AK Provinsi Jawa Timur dan Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik dalam meningkatkan kesejahteraan para perempuan korban kekerasan dan keluarganya, dengan memberdayakan mereka secara ekonomi,” ucap Wongso Negoro.
Diana Rimayanti, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi dan pemberdayaan perempuan. Peserta pelatihan, mayoritas berasal dari kalangan ekonomi bawah.
“Mereka kami latih membuat kue, dengan harapan bisa menjualnya untuk menambah penghasilan keluarga. Selanjutnya, kami serahkan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk pengembangan lebih lanjut,” ujar Diana Rimayanti.
Diana juga menekankan bahwa kekerasan yang dimaksud mencakup kekerasan fisik, psikis, ekonomi, dan seksual. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu perempuan korban kekerasan ekonomi untuk meningkatkan penghasilan mereka.
Titik Ernawati, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik, menjelaskan bahwa sesi ini menyampaikan kewirausahaan sebagai strategi untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga.
“Kami menyoroti pengarusutamaan gender, di mana peran perempuan setara dengan laki-laki dalam lapangan pekerjaan, serta pengembangan diri untuk menciptakan usaha sendiri agar kesejahteraannya meningkat secara mandiri,” tambahnya. (Bas/Nuh)