email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Kamis, 24 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Hari Tani Nasional, Anak TK di Depok Belajar Jadi Petani dari Kebun Sekolah

by Javasatu
24 September 2026

JAVASATU.COM- Memperingati Hari Tani Nasional 2026, anak-anak TK Siti Maryam di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Depok, diajak mengenal proses menghasilkan pangan melalui kebun sekolah, Kamis (24/9/2026).

Hari Tani Nasional 2026, Anak TK di Depok Belajar Jadi Petani dari Kebun Sekolah. (Foto: Ist/Javasatu.com)

Anak-anak tidak hanya dikenalkan pada nama tanaman, tetapi juga diajak mengamati bagian tanaman, memahami proses pertumbuhan, hingga menanam langsung bibit singkong dan kacang. Di kebun sekolah tersebut terdapat sejumlah tanaman seperti cabai, singkong, pisang, mangga, pepaya, dan kacang.

Kepala TK Siti Maryam H. Sigit Subiyanto, SE mengatakan kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kerja petani kepada anak melalui pengalaman langsung.

“Anak-anak perlu mengenal bahwa di balik pangan yang mereka konsumsi ada petani yang menanam, merawat, dan bekerja keras hingga hasilnya bisa dinikmati. Karena itu, Hari Tani Nasional kami manfaatkan untuk menanamkan rasa syukur sekaligus penghargaan kepada petani Indonesia,” ungkap Sigit.

Kegiatan berkebun di TK Siti Maryam bukan hanya dilakukan saat peringatan Hari Tani Nasional. Kebun sekolah menjadi bagian dari pembelajaran yang terhubung dengan konsep pertanian terpadu.

Selain tanaman, anak-anak diperkenalkan dengan pemeliharaan ikan lele, ayam, dan maggot. Hasil dari kegiatan tersebut pada kesempatan tertentu dimanfaatkan dalam cooking class, termasuk kegiatan memasak bersama.

Aktivitas berkebun biasanya dilakukan pada pagi hari sebelum anak mengikuti pembelajaran di kelas dan sarapan. Dengan pola tersebut, kegiatan pertanian menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari anak, bukan sekadar aktivitas dalam satu peringatan.

Guru Kelompok Bermain sekaligus Koordinator Kegiatan Hari Tani Nasional, Aprilianti Putri Hermawan, mengatakan pembelajaran tersebut diarahkan agar anak memahami proses di balik pangan yang mereka konsumsi.

“Yang ingin kami tanamkan bukan hanya pengetahuan tentang tanaman. Anak-anak belajar bahwa untuk menghasilkan sesuatu dibutuhkan proses dan perawatan. Dari sana mereka belajar menghargai makanan, alam, dan orang-orang yang bekerja menghasilkan pangan,” ujarnya.

Sawah Depok Menyusut

Pembelajaran tentang pertanian tersebut berlangsung di tengah menyusutnya lahan sawah di wilayah perkotaan. Data BPS mencatat luas sawah di Kota Depok sekitar 135 hektare pada 2021, kemudian menjadi sekitar 61 hektare pada 2024. Artinya, luas sawah tercatat menyusut sekitar 54,8 persen dalam tiga tahun.

Secara nasional, Indonesia memiliki sekitar 7,38 juta hektare lahan baku sawah pada 2024, sedangkan Jawa Barat tercatat memiliki sekitar 916.798 hektare.

Kondisi tersebut membuat ruang pertanian semakin jauh dari keseharian sebagian anak yang tumbuh di perkotaan. Kebun sekolah menjadi salah satu ruang pembelajaran untuk memperkenalkan asal pangan melalui pengalaman langsung.

Pembelajaran Berlanjut ke Rumah

Rangkaian peringatan Hari Tani Nasional juga melibatkan orang tua. Sebelum kegiatan, anak-anak mendapat tugas membuat topi petani dari karton atau kardus bekas bersama orang tua. Topi tersebut kemudian dihias dan dikenakan saat kegiatan berlangsung.

BacaJuga :

MI Al-Karimi Gresik Perkuat Tasmi’ Juz 30 Sepanjang Tahun Ajaran 2026/2027

Museum Keliling Ungkap Cerita di Balik Topeng Panji dan Filosofi Keris ke Siswa SD

Wali murid M. Nu’man Abdullah, siswa TK A, Nur Kholisoh Labibah, mengapresiasi kegiatan yang mengenalkan kecintaan terhadap lingkungan melalui aktivitas menanam dan merawat tanaman.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang mengenalkan kecintaan terhadap lingkungan sejak dini melalui menanam dan merawat tanaman. Saya melihat anak saya menjadi lebih bersemangat berkebun di rumah. Dari kegiatan seperti ini, anak juga belajar menghargai alam dan mengenal jasa petani,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan serupa diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat, tetapi dapat membentuk kebiasaan anak dalam menjaga lingkungan dan memahami proses menghasilkan makanan.

“Semoga anak-anak semakin mengenal alam, memahami pentingnya menjaga lingkungan, dan tumbuh dengan kesadaran bahwa apa yang ada di sekitar kita perlu dirawat bersama,” katanya.

Melalui kegiatan menanam, anak-anak dikenalkan bahwa pangan tidak hadir secara instan. Ada proses menanam, merawat, menunggu hingga panen sebelum hasil pertanian dapat dikonsumsi.

Bibit singkong dan kacang yang ditanam dalam peringatan Hari Tani Nasional 2026 pun belum langsung menghasilkan. Anak-anak perlu merawat dan mengamati pertumbuhannya hingga masa panen.

Pembelajaran tersebut menjadi cara TK Siti Maryam mengenalkan penghargaan kepada petani melalui pengalaman sederhana: menanam, merawat, menunggu, dan memahami proses di balik pangan yang tersaji di meja makan. (arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Hari Tani NasionalKota Depokpendidikan

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Hari Tani Nasional, Anak TK di Depok Belajar Jadi Petani dari Kebun Sekolah

Pemkab Gresik Ajak Warga Cek dan Perbarui DTSEN

Kopi Keliling Polisi di Gresik, Warga Bisa Sampaikan Keluhan Kamtibmas

Hari Tani, Mas Dhito Bangun 26 Sumur Submersible untuk Hadapi Kemarau

Ngalam Hebak Gelar Panggung Budaya 14 Jam di Celaket, Ini Rutenya

Jelang HUT ke-81 TNI, H.B.L. Mantiri Pesan Prajurit Tetap Solid

Pramuka Gresik Mulai Beralih ke Administrasi Digital

Motor Dicuri di Rest Area Wahas Gresik, Dua Terduga Pelaku Ditangkap

Petrokimia Gresik dan MUI Bahas Pemberdayaan Ekonomi Umat

Gresik Integrasikan Data Warga, Akses Tetap Dijaga

Prev Next

POPULER HARI INI

Agum Gumelar Ingatkan Prajurit TNI Pegang Teguh Sapta Marga

SOR Baribis Majalengka Tetap Dibangun, Desain Digeser 20 Meter karena Sesar

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

BERITA LAINNYA

Hari Tani Nasional, Anak TK di Depok Belajar Jadi Petani dari Kebun Sekolah

Pemkab Gresik Ajak Warga Cek dan Perbarui DTSEN

Kopi Keliling Polisi di Gresik, Warga Bisa Sampaikan Keluhan Kamtibmas

Hari Tani, Mas Dhito Bangun 26 Sumur Submersible untuk Hadapi Kemarau

Ngalam Hebak Gelar Panggung Budaya 14 Jam di Celaket, Ini Rutenya

Jelang HUT ke-81 TNI, H.B.L. Mantiri Pesan Prajurit Tetap Solid

Pramuka Gresik Mulai Beralih ke Administrasi Digital

Motor Dicuri di Rest Area Wahas Gresik, Dua Terduga Pelaku Ditangkap

Petrokimia Gresik dan MUI Bahas Pemberdayaan Ekonomi Umat

Gresik Integrasikan Data Warga, Akses Tetap Dijaga

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Jembatan Sasak Beureum Sumedang Ditargetkan Rampung 28 Desember

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Kirab Budaya WBTb Gresik Meriah, 1.000 Bandeng Dibagikan Gratis ke Warga

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved