JAVASATU.COM- Memperingati Hari Tani Nasional 2026, anak-anak TK Siti Maryam di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Depok, diajak mengenal proses menghasilkan pangan melalui kebun sekolah, Kamis (24/9/2026).

Anak-anak tidak hanya dikenalkan pada nama tanaman, tetapi juga diajak mengamati bagian tanaman, memahami proses pertumbuhan, hingga menanam langsung bibit singkong dan kacang. Di kebun sekolah tersebut terdapat sejumlah tanaman seperti cabai, singkong, pisang, mangga, pepaya, dan kacang.
Kepala TK Siti Maryam H. Sigit Subiyanto, SE mengatakan kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kerja petani kepada anak melalui pengalaman langsung.
“Anak-anak perlu mengenal bahwa di balik pangan yang mereka konsumsi ada petani yang menanam, merawat, dan bekerja keras hingga hasilnya bisa dinikmati. Karena itu, Hari Tani Nasional kami manfaatkan untuk menanamkan rasa syukur sekaligus penghargaan kepada petani Indonesia,” ungkap Sigit.
Kegiatan berkebun di TK Siti Maryam bukan hanya dilakukan saat peringatan Hari Tani Nasional. Kebun sekolah menjadi bagian dari pembelajaran yang terhubung dengan konsep pertanian terpadu.
Selain tanaman, anak-anak diperkenalkan dengan pemeliharaan ikan lele, ayam, dan maggot. Hasil dari kegiatan tersebut pada kesempatan tertentu dimanfaatkan dalam cooking class, termasuk kegiatan memasak bersama.
Aktivitas berkebun biasanya dilakukan pada pagi hari sebelum anak mengikuti pembelajaran di kelas dan sarapan. Dengan pola tersebut, kegiatan pertanian menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari anak, bukan sekadar aktivitas dalam satu peringatan.
Guru Kelompok Bermain sekaligus Koordinator Kegiatan Hari Tani Nasional, Aprilianti Putri Hermawan, mengatakan pembelajaran tersebut diarahkan agar anak memahami proses di balik pangan yang mereka konsumsi.
“Yang ingin kami tanamkan bukan hanya pengetahuan tentang tanaman. Anak-anak belajar bahwa untuk menghasilkan sesuatu dibutuhkan proses dan perawatan. Dari sana mereka belajar menghargai makanan, alam, dan orang-orang yang bekerja menghasilkan pangan,” ujarnya.
Sawah Depok Menyusut
Pembelajaran tentang pertanian tersebut berlangsung di tengah menyusutnya lahan sawah di wilayah perkotaan. Data BPS mencatat luas sawah di Kota Depok sekitar 135 hektare pada 2021, kemudian menjadi sekitar 61 hektare pada 2024. Artinya, luas sawah tercatat menyusut sekitar 54,8 persen dalam tiga tahun.
Secara nasional, Indonesia memiliki sekitar 7,38 juta hektare lahan baku sawah pada 2024, sedangkan Jawa Barat tercatat memiliki sekitar 916.798 hektare.
Kondisi tersebut membuat ruang pertanian semakin jauh dari keseharian sebagian anak yang tumbuh di perkotaan. Kebun sekolah menjadi salah satu ruang pembelajaran untuk memperkenalkan asal pangan melalui pengalaman langsung.
Pembelajaran Berlanjut ke Rumah
Rangkaian peringatan Hari Tani Nasional juga melibatkan orang tua. Sebelum kegiatan, anak-anak mendapat tugas membuat topi petani dari karton atau kardus bekas bersama orang tua. Topi tersebut kemudian dihias dan dikenakan saat kegiatan berlangsung.
Wali murid M. Nu’man Abdullah, siswa TK A, Nur Kholisoh Labibah, mengapresiasi kegiatan yang mengenalkan kecintaan terhadap lingkungan melalui aktivitas menanam dan merawat tanaman.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang mengenalkan kecintaan terhadap lingkungan sejak dini melalui menanam dan merawat tanaman. Saya melihat anak saya menjadi lebih bersemangat berkebun di rumah. Dari kegiatan seperti ini, anak juga belajar menghargai alam dan mengenal jasa petani,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan serupa diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat, tetapi dapat membentuk kebiasaan anak dalam menjaga lingkungan dan memahami proses menghasilkan makanan.
“Semoga anak-anak semakin mengenal alam, memahami pentingnya menjaga lingkungan, dan tumbuh dengan kesadaran bahwa apa yang ada di sekitar kita perlu dirawat bersama,” katanya.
Melalui kegiatan menanam, anak-anak dikenalkan bahwa pangan tidak hadir secara instan. Ada proses menanam, merawat, menunggu hingga panen sebelum hasil pertanian dapat dikonsumsi.
Bibit singkong dan kacang yang ditanam dalam peringatan Hari Tani Nasional 2026 pun belum langsung menghasilkan. Anak-anak perlu merawat dan mengamati pertumbuhannya hingga masa panen.
Pembelajaran tersebut menjadi cara TK Siti Maryam mengenalkan penghargaan kepada petani melalui pengalaman sederhana: menanam, merawat, menunggu, dan memahami proses di balik pangan yang tersaji di meja makan. (arf)