JAVASATU.COM- Sebanyak 98 siswa kelas VII dan VIII SMP Muhammadiyah 4 Gresik mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqon (PKDA) yang digelar di lingkungan sekolah selama Ramadan 2026. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi tentang bahaya bullying atau perundungan di lingkungan sekolah.

Materi anti bullying disampaikan pada hari kedua kegiatan, Selasa (10/3/2026), oleh advokat Herman Sakti Imam dari Herman Sakti Imam Law Office & Partners.
Dalam pemaparannya, Herman menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh seseorang atau kelompok terhadap orang lain yang dianggap lebih lemah.
“Bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti, merendahkan, atau menindas orang lain, baik secara fisik, verbal, sosial maupun melalui media digital,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bullying memiliki beberapa bentuk, di antaranya bullying verbal, bullying fisik, bullying sosial, serta cyberbullying. Tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum karena telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Herman juga mengingatkan para siswa untuk tidak terlibat dalam tindakan perundungan, terlebih selama bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momentum memperkuat sikap saling menghormati.
Menurutnya, jika siswa melihat atau mengalami bullying, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti tidak ikut menertawakan, menjauh dari situasi tersebut, serta melaporkan kepada guru bimbingan konseling atau wali kelas.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Gresik menyampaikan bahwa materi tentang bullying diberikan sebagai bentuk edukasi agar para siswa dapat membangun sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.
“Materi ini penting agar siswa dapat bersikap baik, saling menghormati sesama teman, dan tidak melakukan tindakan yang merendahkan orang lain,” ujarnya.
Melalui kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqon tersebut, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memperkuat nilai spiritual selama Ramadan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying. (bas/arf)