JAVASATU.COM-GRESIK- Semarak dan sukacita menghiasi wajah para peserta didik siswa-siswi MI Al-Karimi kelas 6, karena pada hari ini, Rabu (14/6/2023) mereka merayakan gelaran wisuda tahfidz dan tasyakuran kelulusan tahun pelajaran 2022-2023.

Acara tasyakuran ini diselenggarakan di rumah Hafidz Yusuf, wali dari Fina, yang merupakan salah satu siswa kelas 6 MI Al-Karimi. Acara ini berlangsung di Tegalsari, Tebuwung, Dukun, Gresik.
Rangkaian acara dimulai dengan hafalan Tahfidzul Qur’an juz 30 yang ditampilkan oleh 28 siswa-siswi MI Al-Karimi. Hafalan mereka disimak dengan penuh antusias oleh para orang tua, guru, serta pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al-Karimi.
Selanjutnya, siswa-siswi diuji kemampuan hafalannya oleh para guru dan orang tua dengan menghadapkan mereka pada penggalan surah Alqur’an yang harus mereka teruskan hingga selesai.

Kepala MI Al-Karimi, Moh Syafi’, memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder, baik civitas akademika MI Al-Karimi maupun orang tua murid, atas kerjasama, bimbingan, dan pendampingan yang telah diberikan kepada peserta didik kelas akhir ini dalam menyelesaikan hafalan Alquran juz 30 serta menyelesaikan perjalanan akademik mereka.
“Semoga mereka dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya dengan sukses, dan ilmu yang mereka peroleh selama 6 tahun belajar di MI Al-Karimi menjadi bermanfaat bagi mereka,” ujar Moh Syafi’, Rabu (14/6/2023).
Sementara itu, dalam kata sambutannya, Ketua Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Al-Karimi, KH Murtadlo Abdullah, mengingatkan siswa-siswa dan orang tua murid bahwa wahana pendidikan terbaik ada di pondok pesantren, di mana segala aktivitas di bawah kendali langsung para guru dan pengasuh pondok.
“Saya mengajak seluruh orang tua di Al-Karimi untuk terus mengisi unit pendidikan di Al-Karimi, karena jenjang pendidikan di sini masih terbuka lebar bagi siapa saja,” tambahnya.
Dia menambahkan, penting bagi orang tua untuk selalu mengawasi dan mengontrol putra-putri nya, terutama di era yang serba terbuka seperti sekarang ini, di mana anak-anak cenderung terlibat dengan media sosial dan seringkali menimbulkan potensi dampak negatif.
“Marilah kita selalu mendampingi dan mengarahkan mereka ke hal-hal yang positif,” jelas KH Murtadlo.

Acara ditutup dengan doa berkah yang dipimpin oleh KH Abdul Muhshi. (Hoo/Nuh)