email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Jumat, 30 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Inovatif, DLH Bojonegoro Ubah Sampah Jadi Gas Metana untuk Masak Sehari-hari

by Bambang Kuswantoro
13 Mei 2022

JAVASATU.COM-BOJONEGORO- Dinas Lingkung Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro melakukan inovasi dalam mengelola sampah. Hasilnya, 4 produk tercetus melalui barang limbah tersebut.

Isro’fi (40) Warga Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro memanfaatkan Gas Metana dari limbah sampah untuk memasak sehari-hari. (Foto: Bojonegorokab.go.id/Diskominfo Bojonegoro)

Ide kreatif tersebut juga menjadikan DLH Bojonegoro menuju Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di 2022.

Empat produk yang hasilkan antara lain, pengolahan sampah menjadi gas metana, gas metana menjadi energi listrik, sampah plastik menjadi bahan bakar solar, dan sampah daun menjadi pupuk kompos. Kompos ini pun dimanfaatkan sebagai pupuk di pusat pembibitan di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas.

Dikutip dari Bojonegorokab.go.id, pengelolaan sampah oleh DLH dilakukan di dua titik lokasi yakni di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjarsari, Kecamatan Trucuk dan TPS 3R (Reuse, Reduce, Recycle) Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota.

Pengolahan terpusat di TPA Banjarsari. Sementara khusus untuk pembuatan pupuk kompos memanfaatkan lahan TPS 3R Kelurahan Banjarejo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro Hanafi menjelaskan, inovasi pertama yaitu sampah menjadi gas metana sebagai alternatif pengganti LPG. Warga juga telah memanfaatkan gas metana. Dari semula 24 KK, menjadi 44 KK di 2022 ini. Penggunaan gas metana sebagai bahan baku memasak ini, menggunakan kompor khusus yang telah dimodifikasi.

Salah satunya Isro’fi, warga Banjarsari yang tinggal di sekitar TPA dan telah memanfaatkan gas metana untuk kebutuhan memasak dan berjualan sehari-hari.

BacaJuga :

Warga Bojonegoro Ingin Berolahraga? Manfaatkan GOR dan Stadion Ini

Kuota Pupuk Subsidi Bojonegoro 2026 Naik Jadi 130.177 Ton

Gas metana ini juga dimanfaatkan sebagai energi listrik. Semula menghasilkan 1.500 watt, kini mampu menghasilkan 5.000 watt. Digunakan untuk menerangi lingkungan wilayah sekitar TPA Banjarsari, khususnya gedung perkantoran.

Hanafi melanjutnya, inovasi lainnya yaitu pengolahan limbah plastik menjadi BBM solar. Digunakan sebagai bahan bakar incenerator, alat yang digunakan untuk membakar limbah padat dan dioperasikan dengan memanfaatkan teknologi pembakaran pada suhu tertentu.

“Reaktor pirolisis adalah alat yang kami gunakan untuk mencairkan limbah plastik seperti botol dan kantong plastik. Dengan syarat limbah plastik dalam kondisi kering. Pencairan memakan waktu kurang lebih 6 jam di suhu 180 derajat. Sementara jika kondisi plastik kering maksimal, 4 jam sudah bisa cair,” jelasnya Kamis (12/5/2022) saat dikonfirmasi kembali.

Selanjutnya, pengolahan sampah daun di TPS 3R menjadi pupuk Kombo (Kompos Bojonegoro). Produksi pupuk kombo awalnya 100 kg/minggu. Saat ini menjadi 600 kg/minggu. Digunakan untuk memupuk seluruh taman RTH di Kabupaten Bojonegoro dan kebutuhan pembibitan.

“Di Bojonegoro sendiri, dalam sehari menghasilkan 35,03 ton/hari sampah. Sehingga inovasi-inovasi pengolahan sampah sangat dibutuhkan untuk mengurangi limbah. Sementara pembibitan letaknya di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Yakni pusat pembibitan dari biji, batang tanaman keras dan bunga. Saat ini telah memproses 480.000 batang tanaman telah masyarakat tanam. Lebih kurang 300.000 pohon,” pungkasnya.

Dari berbagai inovasi tadi, TPA Banjarsari menjadi destinasi edukasi tema lingkungan bagi pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Tak hanya inovasi pengolahan sampah, saat ini telah ada 168 bank sampah se-Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini merupakan bentuk pencanangan Satu Desa Satu Bank Sampah (SDSB) di 2016. Selain itu, juga terbentuknya paguyuban pengepul sampah berkah dan pemulung oleh DLH Kabupaten Bojonegoro. Paguyuban ini berdampak pada peningkatan pendapatan dan pengepul dan pemulung di Kabupaten Bojonegoro.

“Di 2016, DLH juga mendapatkan penghargaan 35 besar sinovic dengan ide-ide inovasi kreatif tadi,” imbuhnya. (Bam/Saf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: DLH BojonegoroPemkab Bojonegorosampah

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Arah Pembangunan Kota Malang 2027, Banjir hingga UMKM Jadi Fokus

OPINI: Dari Viral ke Kebijakan, Momentum Reformasi Perlindungan Guru

Jelang Arema FC vs Persijap, Kanjuruhan Dipastikan Siap dan Aman

Zyta Delia Ramaikan Shopee 2.2 Ramadan Fashion Sale dengan Koleksi Terbaru

Panglima TNI Lantik 260 Perwira Prajurit Karier Progsus Tahun 2026

BLK Karoseri Jenggolo Pamer Keahlian, Dishub Ingatkan Batasan Regulasi Modifikasi

Cetak Pengusaha Berbendera Koperasi, Proyek Nata Agung Resmikan BLK Karoseri Jenggolo Baru Majapahit

Ekspo Mahasiswa UNAIR di Kecamatan Gresik, Kenalkan AI untuk Promosi UMKM

DLH Kota Malang Pastikan Alun-Alun Merdeka Jadi RTH yang Nyaman untuk Warga

Bank Jatim Gelontorkan Rp5 Miliar untuk Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Malang

Prev Next

POPULER HARI INI

Kapolres Gresik Beri Penghargaan 63 Personel Berprestasi, 51 Terima Satyalancana

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Ini Deretan Fasilitas di Alun-Alun Merdeka Kota Malang Usai Direvitalisasi

Ekspo Mahasiswa UNAIR di Kecamatan Gresik, Kenalkan AI untuk Promosi UMKM

Yayasan Baitul Maal PLN UP3 Gresik Salurkan Santunan ke Guru Ngaji Cerme

BERITA LAINNYA

OPINI: Dari Viral ke Kebijakan, Momentum Reformasi Perlindungan Guru

Zyta Delia Ramaikan Shopee 2.2 Ramadan Fashion Sale dengan Koleksi Terbaru

Panglima TNI Lantik 260 Perwira Prajurit Karier Progsus Tahun 2026

Kodim Blora Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-80 Persit KCK

Jelang HPN 2026, JMSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bangun Pers Profesional

OPINI: Soeharto sebagai Pahlawan Nasional, Menguji Ingatan Kolektif Bangsa

Band Indie Pop Purwokerto 5678things Rilis Ulang EP Siuversa ke DSP, Suguhkan Sedih Jenaka

Kota Kediri Raih UHC Award 2026, Kepesertaan JKN Tembus 99,21 Persen

LAKSI Tolak Usulan Polri di Bawah Kementerian

Kabupaten Kediri Raih Penghargaan UHC 2026, Cakupan JKN Tembus 98,72 Persen

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Kapolres Gresik Beri Penghargaan 63 Personel Berprestasi, 51 Terima Satyalancana

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Prof Ahmad Barizi Soroti “Erosi Epistemik” AI: Kebenaran dan Keilmuan Terancam

KKI Jatim Satukan Kekuatan Lewat Gashuku, Bidik Prestasi Tingkat Nasional

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved