JAVASATU.COM-MALANG- Majelis Cangkrukan Ngopi Ngudud Ngopi (CN3) melakukan zikir dan membaca selawat serta membahas budaya di Kafe Pipir Lepen kawasan Splendid kota Malang, Rabu malam (08/11/2023).

Penggagas Majelis CN3, Gus Hisa Al Ayyubi mengatakan, Kafe Pipir Lepen dihadiri banyak jemaah. Jemaah yang rutin hadir diantaranya Curvasud Arema, Agregat 87, Bantengan Muharto yakni Banteng Otrahum Malang City. Serta dari lintas agama dan lintas suku. Tujuannya adalah untuk berdzikir dan membaca selawat, serta beroda.
“Ada penampilan juga santri-santri PPIQ Darul Hidayah, d’Kross. Dan selalu ada santunan untuk anak yatim piatu. Hari ini semarak di pinggir Sungai Brantas. Ini menjadi titik baru,” ungkap Gus Hisa.
Lebih jauh Gus Hisa mengungkapkan, sudah ada empat titik majelis cangkrukan, Jumat legi di Jalan Pattimura, Jumat Pahing di Kayutangan depan Telkom, Rabu Pon di Kafe Mlipir Lepen pasar Bunga, dan terakhir di Bandulan setiap Sabtu Legi.
“Di Kayutangan dan Pattimura beda konsepnya, Pipir Lepen dan Bandulan lebih banyak dzikir dan selawatan. Kalau Kayutangan dan Pattimura bisa yak yak an karena tempatnya luas jadi bisa ada sajian bantengan dan lain-lain,” urai Gus Hisa.
Sementara, terlihat hadir dalam majelis CN3 Ketua STIE Pembangunan Nasional (Pemnas) Indonesia Wahid bersama Pemilik STIE Pemnas Indonesia sekaligus Ketua Yayasan, Faisal.
Ketua Pemnas Indonesia, Wahid mengatakan, majelis CN3 ini selalu mengusung budaya dan agama yakni Islam. Selain itu, juga ada lintas agama dan budaya.
“Islam mengajarkan welas asih dengan prinsip Rahmatan Lil Alamin. Semua agama mengajarkan hal yang baik. Di Islam ada konsep Ar Rahman dan Ar Rahim. Islam toleransinya sangat tinggi,” kata dia.
Ia mengaku bisa lulus program S2 karena mengangkat budaya jawa yakni huruf honocoroko, dotosowolo, podojoyonyo, mogobothongo.
“Orang Jawa sebelum datang Islam sudah percaya yang Gaib, yakni Tuhan,” imbuh Wahid berkata.
Wahid juga mengajak agar Majelis CN3 hadir di Kampus STIE Pembangunan Nasional Indonesia.
“Majelis CN3 harus masuk kampus STIE Pembangunan Nasional Indonesia,” ujar Wahid. (Nuh)