JAVASATU.COM-GRESIK- Memasuki pekan pertama bulan Ramadan 1444 hijriah, Satpol PP, MUI dan Camat Kebomas melakukan razia ke sejumlah warung remang-remang yang menyediakan musik hiburan karaoke lengkap dengan pelayan seksi di wilayah Kecamatan Kebomas.

Tak hanya itu, pantauan di lapangan, petugas juga menemukan di hampir warung menyediakan minuman keras (miras).
Kepala Satpol PP Kabupaten Gresik, Suprapto yang turun langsung dalam razia mengatakan, upaya ini untuk menegakkan ketertiban dan ketentraman masyarakat, terutama di bulan Ramadan 1444 hijriah.
“Ini harus kita tegakkan. Harusnya di Ramadan yang suci ini baiknya dihiasi kegiatan ibadah. Di sini masih ada sejumlah warung yang menyediakan karaoke dengan musik keras, pelayanan menggunakan pakaian minim serta minuman keras. Ini harus ditertibkan,” ungkap Suparpto, Selasa (28/3/2023).
Kata Suprapto, dari hasil di lapangan, para pemandu lagu atau pelayan warung terseut rata-rata orang luar daerah.
“KTP pelayan warung dan pemandu lagu kami amankan, orangnya kita panggil ke kantor. Sementara minuman keras juga kita jadikan barang bukti,” jelas Suprapto.
Para petugas tersebut merazia sejumlah warung. Lokasi pertama adalah warung di Jalan Tri Dharma. Di lokasi tersebut terlihat wanita pelayan atau pemandu lagu dengan usia sangat muda. Dengan dandanan super seksi.
“Selain berjualan kopi mereka juga menyediakan room karaoke, tim juga menemukan minuman keras, wanitanya rata rata dari luar kota,” jelas Suprapto.
Lokasi kedua di Jalan Fatimah Binti Maimun juga warung kopi sekaligus menyediakan room karaoke. Wanitanya rata rata juga dari luar kota. Di lokasi petugas juga mendapati minuman keras.
“Kemudian, warung di Jalan Amak Kasim juga didatangi, namun hanya sekitar 5 menit saja. Sementara warung kopi serta karaoke di Jalan Darmo Sugondo di sekitar rel sudah keburu tutup, kayaknya razia bocor,” pungkas Kasatpol PP Gresik.
Sementara itu, Camat Kebomas Yusuf Ansori berharap lingkungan wilayahnya bebas dari penyakit masyarakat.
“Bulan Ramadan ini kami ingin warga kami bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk, sementara beberapa penyakit masyarakat kita harapkan hilang dari wilayah Kebomas,” tegas Yusuf.
Ketua MUI Kecamatan Kebomas, Hamir yang ikut razia warung kopi dan warung karaoke mengaku sangat terkejut saat melihat warung kopi dengan menyediakan room karaoke di bulan suci Ramadan.
“Baru kali ini diajak razia dan menjumpai pelayan lagu yang mengenakan baju yang minim dengan dandanan cukup mencolok, saya khawatir habis razia ini malah sawanen,” ucap Hamir. (Bas/Arf)