JAVASATU.COM- Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid Syuhada’, Jalan Panglima Sudirman Gg 12 No. 15 Gresik, saat ratusan jemaah Majelis SIJI (Silaturahim Jum’at Isuk) mengikuti rangkaian Siji Bersholawat dan pengajian rutin, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan rutin yang digelar setiap pekan itu dipimpin langsung oleh pengasuh rutinan, KH Muhammad Zainul Amin Ismail.
Acara dibuka dengan lantunan sholawat, kirim doa, dan dzikir bersama yang diikuti khusyuk oleh jemaah.
Selanjutnya, KH Zainul Amin menyampaikan kajian Kitab Riyadus Sholihin, khususnya pembahasan Hadits ke-19 terkait makna ujian sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Ujian Sebagai Tanda Cinta Allah
Dalam kajiannya, KH Zainul Amin membacakan hadits yang diriwayatkan Anas r.a., bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Jika Allah menghendaki kebaikan untuk seorang hamba, maka Dia mempercepat hukuman baginya di dunia. Namun jika Allah menghendaki keburukan pada seorang hamba, maka Allah menahan hukuman itu hingga kelak pada hari kiamat.”
Ia menegaskan bahwa cobaan hidup bukan tanda murka, melainkan sering kali bentuk pembersihan dosa dan jalan menuju pahala yang lebih besar.
“Semakin besar ujian, semakin besar pula balasan kebaikan yang menanti,” terang KH Zainul Amin.
Ia melanjutkan hadits lain yang menegaskan bahwa Allah menguji kaum yang dicintai-Nya.
“Siapa yang ridha, baginya keridhaan Allah. Siapa yang marah, baginya kemurkaan,” ujarnya mengutip sabda Rasulullah SAW.
Makna Kesabaran dalam Ujian
Dalam penguatan materinya, KH Zainul Amin mengingatkan jemaah agar tidak salah memahami nikmat dunia. Kekayaan, kesehatan, dan kelapangan hidup yang tidak diiringi ketaatan, justru dapat menjadi penundaan hukuman yang lebih berat kelak.
“Sebaliknya, musibah yang menimpa seorang mukmin bisa jadi cara Allah menghapus dosa-dosanya. Karena itu, sabar adalah kunci untuk meraih kasih sayang Allah,” tuturnya.
Menurut dia, bentuk kasih sayang Allah tidak selalu berupa kemudahan. Terkadang hadir dalam bentuk ujian yang justru membuat seorang hamba semakin dekat kepada-Nya. (bas/arf)