JAVASATU.COM- Polisi tengah menyelidiki temuan mayat pria bertato yang mengapung di Bendungan Sengguruh, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (30/11/2025) pagi. Penemuan ini memicu perhatian warga karena posisi mayat berada tepat di depan pintu bendungan.

Mayat tanpa identitas itu pertama kali dilihat oleh seorang satpam Jasa Tirta sekitar pukul 07.30 WIB saat berpatroli. Ia mencium bau menyengat sebelum menemukan tubuh pria tersebut mengambang. Temuan itu langsung dilaporkan ke Polres Malang.
Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, petugas Pamapta Polres Malang bersama Polsek Kepanjen segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan awal di sekitar TKP.
“Petugas turun ke lokasi untuk memastikan kondisi korban serta melakukan langkah awal penanganan,” ujar Bambang, Minggu (30/11/2025).
Polisi kemudian berkoordinasi dengan BPBD dan SAR Kabupaten Malang untuk mengevakuasi jenazah. Korban dibawa ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen guna pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil identifikasi awal menyebutkan korban adalah pria bertubuh bertato. Pada dada terdapat tulisan “STAY YOUNG WILD AND FREE”. Lengan kiri korban juga dipenuhi tato berupa gambar mawar, borgol, angka romawi I.V.IXIX, serta tulisan “singo” dan “edan” pada jari-jarinya. Korban ditemukan hanya mengenakan celana jeans biru tanpa pakaian atasan.
“Identifikasi masih berlangsung. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut dapat menghubungi Polres Malang,” kata Bambang.
Ia memastikan, hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun polisi tetap mendalami penyebab kematian melalui penyelidikan lanjutan.
“Tidak ditemukan indikasi kekerasan, tetapi kami tetap menyelidiki secara menyeluruh,” tegasnya.
Polisi juga memeriksa saksi yang pertama kali melihat korban. Penelusuran asal-usul korban serta waktu kematian kini menjadi fokus penyelidikan Polres Malang.
“Kami memastikan seluruh proses berjalan profesional. Setiap perkembangan akan kami sampaikan,” kata Bambang. (agb/arf)