Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Kebaya, Reyog dan Kolintang Resmi Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia

Javasatu by Javasatu
3 Desember 2025
0

JAVASATU.COM- Tiga budaya Indonesia, yakni Kebaya, Reyog Ponorogo dan Kolintang, resmi mendapat pengakuan internasional sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage/ICH) dari UNESCO. Sertifikat diserahkan di Museum Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025) malam.

Penyerahan sertifikat. (Foto: Ist)

Dengan tambahan tiga elemen baru ini, Indonesia kini mengoleksi 16 warisan budaya yang tercatat dalam daftar UNESCO, bersama Wayang, Keris, Batik, Canting, Angklung, Tari Saman, Noken, Tari Bali, Pencak Silat, Pantun dan Gamelan.

Kebaya Diusulkan Lima Negara Sekaligus

Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti, menjelaskan bahwa Kebaya menjadi nominasi multinasional yang diusulkan bersama oleh Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand.

“Elemen budaya kebaya adalah hasil kolaborasi lima negara Asia Tenggara,” kata Endah.

Ia menyebut, pengakuan terhadap Kebaya bukan hanya soal busana, tetapi identitas dan kreativitas perempuan serta warisan sejarah kawasan.

“Ini penegasan bahwa kain dan busana adalah elemen budaya yang membentuk identitas dan sejarah Asia Tenggara,” ujarnya.

Kolintang Masuk Skema Multinasional Afrika–Asia

Kuolintang, warisan musik tradisi dari Minahasa, juga berhasil masuk daftar UNESCO melalui nominasi extended multinational bersama Indonesia, Mali, Burkina Faso, dan Pantai Gading.

Capaian ini, menurut Endah, akan memperkuat regenerasi pemain, ekosistem musik tradisional, serta mendorong kreativitas baru.

“Kolintang tak hanya simbol warisan, tetapi sumber inovasi seni musik,” katanya.

Reyog Ponorogo Masuk Daftar yang Memerlukan Perlindungan Mendesak

Sementara itu, Reyog Ponorogo dari Jawa Timur ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda yang memerlukan perlindungan mendesak (List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding).

Status ini memberi dorongan agar warisan tersebut mendapat perhatian lebih, termasuk penguatan komunitas, keberlanjutan ekonomi pelaku seni, dan pendidikan pewarisan budaya.

“Reyog harus terus hidup dan relevan bagi generasi kini dan mendatang,” ucap Endah.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Lintas Bangsa

Endah menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama antar kementerian, pemerintah daerah, komunitas budaya hingga jejaring internasional.

“Sertifikat ini adalah mandat internasional untuk memastikan keberlanjutan tradisi yang diwariskan ratusan tahun,” tegasnya.

Kemlu: Pengukuhan Identitas Bangsa

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Tri Tharyat, menyebut pengakuan UNESCO sebagai pengukuhan identitas Indonesia di mata dunia.

“Ini bentuk penghormatan global sekaligus mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkokoh jati diri bangsa dan menjadikan kebudayaan sebagai pilar pembangunan karakter,” ujar Tri.

Ia menambahkan, pengakuan ini menjadi momentum pelibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.

Sertifikat asli warisan budaya tersebut diserahkan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), sementara salinannya diberikan kepada pemerintah dan komunitas budaya terkait. (saf)

Tags: UNESCOWarisan Budaya Dunia
Previous Post

Camping Day 2025, Pemkab Kediri Fasilitasi 300 Anak Disabilitas Kembangkan Potensi

Next Post

PNS Kodim Wonosobo Terima Penghargaan Donor Darah ke-25 dari PMI, Jadi Inspirasi Warga

Related Posts

Polresta Malang Kota Intensifkan Sambang Warga untuk Jaga Kamtibmas
Berita

Polresta Malang Kota Intensifkan Sambang Warga untuk Jaga Kamtibmas

21 Oktober 2026
Gerakan Pangan Murah di GOR WEP Gresik, Warga Berburu Sembako
Berita

Gerakan Pangan Murah di GOR WEP Gresik, Warga Berburu Sembako

21 Oktober 2026
Lomba Kampung Mbois 2026, Wali Kota Malang Soroti Pengelolaan Sampah
Berita

Lomba Kampung Mbois 2026, Wali Kota Malang Soroti Pengelolaan Sampah

21 Oktober 2026
Selamatkan Korban Pengeroyokan, Tiga Polisi Gresik Raih Penghargaan
Berita

Selamatkan Korban Pengeroyokan, Tiga Polisi Gresik Raih Penghargaan

21 Oktober 2026
Polsek Duduksampeyan Salurkan Air Bersih untuk Warga Tumapel
Berita

Polsek Duduksampeyan Salurkan Air Bersih untuk Warga Tumapel

21 Oktober 2026
Wakapolresta Malang Hadiri Kota Malang Berdoa, Perkuat Toleransi
Berita

Wakapolresta Malang Hadiri Kota Malang Berdoa, Perkuat Toleransi

21 Oktober 2026
Next Post
PNS Kodim Wonosobo Terima Penghargaan Donor Darah ke-25 dari PMI, Jadi Inspirasi Warga

PNS Kodim Wonosobo Terima Penghargaan Donor Darah ke-25 dari PMI, Jadi Inspirasi Warga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Polresta Malang Kota Intensifkan Sambang Warga untuk Jaga Kamtibmas
  • Gerakan Pangan Murah di GOR WEP Gresik, Warga Berburu Sembako
  • Lomba Kampung Mbois 2026, Wali Kota Malang Soroti Pengelolaan Sampah
  • Selamatkan Korban Pengeroyokan, Tiga Polisi Gresik Raih Penghargaan
  • Bank Jatim dan Bakorwil III Malang akan Gelar Kolaborasi Kolosal 17–19 November
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com