email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Rabu, 22 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Surat dari Penjara Mako Brimob: Ketika Susno Duadji Minta Mahfud MD Terus Berjuang saat Dirinya “Dihabisi”

[SERI-1] Dulu mereka berdiri berseberangan dalam drama "Cicak vs Buaya". Namun, sebuah surat yang ditulis Susno sebelum masuk sel tahanan mengubah segalanya. Kisah persahabatan dua jenderal hukum yang disatukan oleh nasib dan cita-cita.

by Julian Sukrisna
8 Desember 2025

JAVASATU.COM- Dalam sejarah hukum Indonesia pascareformasi, tahun 2009 adalah masa yang kelam. Saat itu, istilah “Cicak vs Buaya” meledak, menempatkan Kabareskrim Komjen Susno Duadji sebagai public enemy yang dianggap ingin menghancurkan KPK. Di seberangnya, Mahfud MD (saat itu Ketua MK) menghantam Susno habis-habisan demi membela KPK.

Susno Duadji. (Foto: Tangkapan layar dari kanal YouTube Mahfud MD Official)

Namun, belasan tahun kemudian, kedua tokoh ini duduk satu meja sebagai sahabat. Dalam perbincangan di Ruang Sahabat, terungkap sebuah momen titik balik yang jarang diketahui publik.

Surat Keikhlasan

Mahfud MD membuka kisah itu dengan mata berkaca-kaca. Saat Susno akhirnya divonis bersalah dan harus meringkuk di penjara, dikriminalisasi oleh institusinya sendiri, ia mengirimkan sepucuk surat kepada Mahfud.

“Pak Mahfud, saya sekarang menerima akibat dari ini semua… Saya ikhlas sebagai pengorbanan. Tapi saya minta Pak Mahfud terus berjuang,” kenang Mahfud menirukan isi surat Susno.

Mahfud mengaku tersentuh. Ia menyadari bahwa sosok yang dulu ia lawan ternyata adalah korban dari sistem yang korup.

“Saya dulu ngehantam dia habis-habisan… Ternyata polisi ini (Susno) polisi hebat, hatinya baik,” ujar Mahfud.

Klarifikasi “Cicak Buaya”

Susno pun meluruskan sejarah. Istilah “Cicak vs Buaya” yang membuatnya dibenci publik sebenarnya adalah kesalahpahaman. Ia tidak berniat merendahkan KPK. Saat itu, ia hanya membandingkan teknologi alat sadap Polri yang canggih (Buaya) dengan alat sadap KPK yang masih terbatas (Cicak) ketika ditanya wartawan.

BacaJuga :

Ironi Dana Riset RI vs Malaysia: Stella Christie Ungkap Angka Jomplang dan Nasib Dosen yang “Terjebak” Administrasi

Menko Yusril: UU Pemilu Rawan “Dipelintir”, Pemerintah Siap Adopsi Draf Kodifikasi Masyarakat Sipil

Susno merasa dikhianati. Padahal, ia adalah salah satu perumus undang-undang KPK dan undang-undang pencucian uang (money laundering). Ia yang ikut membangun fondasi pemberantasan korupsi, justru dituduh ingin menghancurkannya.

“Saya dikhianati, dituduh ingin menghancurkan KPK,” ucap Susno getir. Kini, dendam itu telah tiada. Susno memilih jalan sunyi sebagai petani di Pagaralam, namun suaranya tetap lantang meneriakkan kebenaran bersama sahabat barunya, Mahfud MD. (jup)

Sumber: Diolah dari kanal YouTube Mahfud MD Official (Tayang: 29 November 2025)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Kabar TranskripKriminalisasi Pimpinan KPKReformasi HukumSejarah Cicak vs BuayaSurat Susno Duadji

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Atlet Muda Taekwondo Indonesia Kalahkan Eropa di Uzbekistan

GRIB JAYA Ancam Blokade TPA Supit Urang, Desak Pemkot Malang Bayar Kompensasi Warga

IMB di Kota Malang Dihapus, Diganti PBG-SLF, Limbah SPPG Disorot

Analis Apresiasi Gercep Kapolda Banten Tanam Ribuan Pohon Dukung Asta Cita

Ansor Lowokwaru Buka PKD 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

DPRD Kabupaten Malang Tegaskan Isu “Mahar” BPJS Kesehatan Tak Terbukti

Wabup Gresik Pimpin IKA Universitas Hang Tuah Surabaya, Perkuat Jejaring Alumni

Jujitsu Kota Batu Borong 10 Medali di Piala Wali Kota Surabaya 2026

Perayaan Hari Keris 2026 Trenggalek Meriah, 500 Rampag Barong Pukau Warga

NasDem Kota Malang Ikuti Bimtek Jatim, Perkuat Soliditas dan Kinerja Kader

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

DPRD Gresik Usut SK ASN Palsu, 18 Korban Terdata

Perayaan Hari Keris 2026 Trenggalek Meriah, 500 Rampag Barong Pukau Warga

Jujitsu Kota Batu Borong 10 Medali di Piala Wali Kota Surabaya 2026

NasDem Kota Malang Ikuti Bimtek Jatim, Perkuat Soliditas dan Kinerja Kader

BERITA LAINNYA

Atlet Muda Taekwondo Indonesia Kalahkan Eropa di Uzbekistan

Analis Apresiasi Gercep Kapolda Banten Tanam Ribuan Pohon Dukung Asta Cita

Wabup Gresik Pimpin IKA Universitas Hang Tuah Surabaya, Perkuat Jejaring Alumni

Perayaan Hari Keris 2026 Trenggalek Meriah, 500 Rampag Barong Pukau Warga

NasDem Kota Malang Ikuti Bimtek Jatim, Perkuat Soliditas dan Kinerja Kader

Hari Jadi ke-27, Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Dukung Banjarbaru Emas

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

Panglima TNI Ajak DPRD Libatkan TNI Percepat Pembangunan Daerah

Emaskot Apresiasi Langkah Gubernur DKI Bangun PLTSa di Bantargebang

Presiden Prabowo Tekankan Persatuan di Hadapan Ketua DPRD se-Indonesia

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

Kementerian Kebudayaan RI Dorong Digitalisasi Keris untuk Generasi Muda

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d