email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 23 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Ironi Dana Riset RI vs Malaysia: Stella Christie Ungkap Angka Jomplang dan Nasib Dosen yang “Terjebak” Administrasi

[SESI-3 Selesai] Bagaimana mau maju jika dana riset kita hanya US$ 180 juta sementara Malaysia US$ 3,2 miliar? Stella Christie bicara blak-blakan soal minimnya anggaran, dosen yang tak boleh menikmati dana hibah, hingga jaring laba-laba politik kampus

by Julian Sukrisna
9 Desember 2025

JAVASATU.COM- Perguruan tinggi di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Alih-alih menjadi pusat inovasi, kampus seringkali terjebak dalam politik praktis dan birokrasi. Akbar Faizal menodong Prof. Stella Christie dengan pertanyaan tajam: Bisakah kita mengembalikan marwah kampus?

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Stella Christie. (Foto: Tangkapan layar kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored)

Angka yang Bikin Elus Dada

Stella membuka data yang menyedihkan perihal anggaran riset. Meski di era Jokowi dana riset naik 218% menjadi Rp3,2 triliun, angka itu hanyalah “remah-remah” jika dibandingkan tetangga .

“Indonesia 180 juta USD… Malaysia itu 3,24 miliar USD,” papar Stella . Belum lagi jika dibandingkan dengan China yang mencapai US$ 917 miliar. Tanpa anggaran yang cukup, mimpi menjadi negara maju hanyalah angan-angan.

Dosen Dilarang Kaya dari Riset?

Selain uang yang sedikit, regulasi di Indonesia juga aneh. Stella menyoroti aturan lama di mana dosen peneliti tidak boleh mengambil honor dari dana hibah riset yang dimenangkannya.

“Dosennya juga tidak mau repot-repot… kalau saya tidak dapat keuntungan apapun,” ujarnya. Untungnya, Stella mengklaim aturan ini sudah berhasil diubah sebesar 50%, sehingga peneliti kini bisa mendapatkan insentif langsung.

Jebakan Jabatan & Politisasi

Stella juga mengkritik fenomena di mana dosen lebih mengejar jabatan struktural (Dekan/Rektor) daripada menjadi ilmuwan top, karena insentif karirnya lebih menarik di sana .

Namun, saat ditanya Akbar Faizal mengenai politisasi pemilihan rektor (termasuk hak suara menteri 35%), Stella memberikan jawaban diplomatis namun filosofis. Ia menolak setuju atau tidak setuju secara instan.

BacaJuga :

Menko Yusril: UU Pemilu Rawan “Dipelintir”, Pemerintah Siap Adopsi Draf Kodifikasi Masyarakat Sipil

Usulan “Gila” Susno Duadji untuk Presiden: “Nonaktifkan Kapolri, Tunjuk 3 Tokoh Sipil Pimpin Kepolisian!”

“Kita harus melakukan network or system analysis… Kalau kita hilangkan satu titik ini (hak suara menteri), apakah itu akan rubuh semua atau memperkuat?” jawabnya . Bagi Stella, membenahi politisasi kampus butuh kehati-hatian agar tidak merusak ekosistem yang sudah ada. (jup)

Sumber: Diolah dari kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored (Tayang: 4 Desember 2025)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Anggaran riset Indonesia 2025Gaji dosen penelitiInovasi perguruan tinggi Stella ChristieKabar TranskripPolitisasi kampus pemilihan rektor

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

NasDem Jatim Tutup Bimtek DPRD 2026, 147 Anggota Digembleng Politik Anggaran

Ketum PBTI Lantik Pengurus Taekwondo Kaltim, Targetkan Prestasi Dunia

Band Asal Malang One More Light Rilis “Save My Heart”, Angkat Kisah Kehilangan di Masa Tersulit

Eksekusi Swalayan Dinoyo Malang, PN Kosongkan Aset Lelang, Putusan Inkrah

Berkedok Pengobatan, Pria di Gedangan Malang Cabuli Pasien Dibekuk Polisi

TMMD 128 di Mimika, Kampung Keakwa Jadi Prioritas Pembangunan

Pengasuh Pesantren Tebuireng Gus Kikin Ajak Jaga Ukhuwah NU

TMMD ke-128 Gresik Dimulai, Fokus Bedah Rumah hingga Pembangunan Jalan Desa

Hari Bumi, Prof Ahmad Barizi Ajak Kembali pada Tatanan Ilahi demi Selamatkan Alam

Kota Kediri Konsisten 5 Tahun di 10 Besar Kota Toleran Nasional

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

Hari Bumi, Prof Ahmad Barizi Ajak Kembali pada Tatanan Ilahi demi Selamatkan Alam

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Wali Kota Kediri Lantik PNS, Tekankan Profesionalisme dan Loyalitas

BERITA LAINNYA

NasDem Jatim Tutup Bimtek DPRD 2026, 147 Anggota Digembleng Politik Anggaran

Ketum PBTI Lantik Pengurus Taekwondo Kaltim, Targetkan Prestasi Dunia

Band Asal Malang One More Light Rilis “Save My Heart”, Angkat Kisah Kehilangan di Masa Tersulit

TMMD 128 di Mimika, Kampung Keakwa Jadi Prioritas Pembangunan

Kota Kediri Konsisten 5 Tahun di 10 Besar Kota Toleran Nasional

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Kasum TNI Diapresiasi Pemerintah Selandia Baru atas Pembebasan Pilot KKB

Perwira TNI Jadi Lulusan Terbaik SLC 2026 di Brunei Darussalam

Atlet Muda Taekwondo Indonesia Kalahkan Eropa di Uzbekistan

Analis Apresiasi Gercep Kapolda Banten Tanam Ribuan Pohon Dukung Asta Cita

Prev Next

POPULER MINGGU INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d