JAVASATU.COM- Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus menjaga ukhuwah atau persatuan saat menghadiri tahlil hari ketujuh wafatnya almarhum KH Moch Chisni di Kebungson, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Selasa (21/4/2026) malam.

“Kalau saya hadir di MWCNU dan ranting NU itu rasanya senang, karena kompak, guyub, dan rukun. Selama di tingkat bawah NU selalu guyub dan rukun, maka tidak akan ada masalah,” ujar Gus Kikin.
Kegiatan tahlil yang digelar di Langgar Soghir, di samping kediaman almarhum, berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan jemaah serta sejumlah tokoh agama. Di antaranya Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib.
Dalam mauidhah hasanahnya, Gus Kikin juga menyinggung pentingnya menjaga sejarah dan peran tokoh-tokoh NU. Ia mengenang almarhum KH Moch Chisni sebagai sosok yang berjasa dalam merawat arsip dan dokumen penting organisasi.
“Perlu ada penelusuran dan penjagaan arsip-arsip penting NU, agar generasi berikutnya bisa mengambil semangat khidmah dari para pendahulu,” pesannya.
Ia juga mengajak jemaah untuk terus merawat nilai-nilai persatuan sebagaimana diajarkan para ulama pendiri NU, termasuk dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) Gresik, Ustaz Zainal Abidin, menyambut baik kehadiran Gus Kikin dalam acara tersebut. Menurutnya, momentum ini sekaligus menjadi penghubung sejarah antara para tokoh NU terdahulu.
“Kami merasa senang atas kehadiran Gus Kikin yang menyambung sejarah antara Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dengan KH Umar Burhan, kakek almarhum KH Chisni,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH Umar Toha, dilanjutkan ramah tamah bersama keluarga almarhum dan para jemaah yang hadir. (hoo/nuh)