email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Minggu, 30 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Surat dari Penjara Mako Brimob: Ketika Susno Duadji Minta Mahfud MD Terus Berjuang saat Dirinya “Dihabisi”

[SERI-1] Dulu mereka berdiri berseberangan dalam drama "Cicak vs Buaya". Namun, sebuah surat yang ditulis Susno sebelum masuk sel tahanan mengubah segalanya. Kisah persahabatan dua jenderal hukum yang disatukan oleh nasib dan cita-cita.

by Julian Sukrisna
8 Desember 2025

JAVASATU.COM- Dalam sejarah hukum Indonesia pascareformasi, tahun 2009 adalah masa yang kelam. Saat itu, istilah “Cicak vs Buaya” meledak, menempatkan Kabareskrim Komjen Susno Duadji sebagai public enemy yang dianggap ingin menghancurkan KPK. Di seberangnya, Mahfud MD (saat itu Ketua MK) menghantam Susno habis-habisan demi membela KPK.

Susno Duadji. (Foto: Tangkapan layar dari kanal YouTube Mahfud MD Official)

Namun, belasan tahun kemudian, kedua tokoh ini duduk satu meja sebagai sahabat. Dalam perbincangan di Ruang Sahabat, terungkap sebuah momen titik balik yang jarang diketahui publik.

Surat Keikhlasan

Mahfud MD membuka kisah itu dengan mata berkaca-kaca. Saat Susno akhirnya divonis bersalah dan harus meringkuk di penjara, dikriminalisasi oleh institusinya sendiri, ia mengirimkan sepucuk surat kepada Mahfud.

“Pak Mahfud, saya sekarang menerima akibat dari ini semua… Saya ikhlas sebagai pengorbanan. Tapi saya minta Pak Mahfud terus berjuang,” kenang Mahfud menirukan isi surat Susno.

Mahfud mengaku tersentuh. Ia menyadari bahwa sosok yang dulu ia lawan ternyata adalah korban dari sistem yang korup.

“Saya dulu ngehantam dia habis-habisan… Ternyata polisi ini (Susno) polisi hebat, hatinya baik,” ujar Mahfud.

Klarifikasi “Cicak Buaya”

Susno pun meluruskan sejarah. Istilah “Cicak vs Buaya” yang membuatnya dibenci publik sebenarnya adalah kesalahpahaman. Ia tidak berniat merendahkan KPK. Saat itu, ia hanya membandingkan teknologi alat sadap Polri yang canggih (Buaya) dengan alat sadap KPK yang masih terbatas (Cicak) ketika ditanya wartawan.

BacaJuga :

Ironi Dana Riset RI vs Malaysia: Stella Christie Ungkap Angka Jomplang dan Nasib Dosen yang “Terjebak” Administrasi

Menko Yusril: UU Pemilu Rawan “Dipelintir”, Pemerintah Siap Adopsi Draf Kodifikasi Masyarakat Sipil

Susno merasa dikhianati. Padahal, ia adalah salah satu perumus undang-undang KPK dan undang-undang pencucian uang (money laundering). Ia yang ikut membangun fondasi pemberantasan korupsi, justru dituduh ingin menghancurkannya.

“Saya dikhianati, dituduh ingin menghancurkan KPK,” ucap Susno getir. Kini, dendam itu telah tiada. Susno memilih jalan sunyi sebagai petani di Pagaralam, namun suaranya tetap lantang meneriakkan kebenaran bersama sahabat barunya, Mahfud MD. (jup)

Sumber: Diolah dari kanal YouTube Mahfud MD Official (Tayang: 29 November 2025)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kabar TranskripKriminalisasi Pimpinan KPKReformasi HukumSejarah Cicak vs BuayaSurat Susno Duadji

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

HUT ke-81 RI di RW 12 Klayatan Kota Malang, Gema Cerita Nusantara Satukan Warga

24 Mobil Hias dan 71 Barisan Ramaikan Gresik Merdeka Carnival 2026

Analis Puji Kapolri Jaga Demokrasi Saat Kawal Demo di DPR

Milad ke-13 EL-SALMA Blitar, Batik Cakrapalah Dikenalkan ke Generasi Muda

Rumi Resmi Debut, Eks Angkasara Rilis Maxi Single Perdana 4 September

IKG Targetkan 2,5 Juta Liter Air untuk Warga Gunungkidul

Spencer Green Hotel Batu Buka Ruang Belajar DJ Lewat Story in Stereo, 25 September

Hasil Lengkap Piala Panglima TNI 2026, PBV AL dan PBV AD Juara

Barcelona Belum Menyerah Kejar Julian Alvarez di Bursa Musim Panas

Jambore Pramuka Balongpanggang, Ini Pesan Wabup Gresik

Prev Next

POPULER HARI INI

BLT DBHCHT Rp900 Ribu Cair di Wringinanom, Bupati Yani Ajak Warga Bersuara

Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Massa Mahasiswa Apresiasi Hakim PN Jaksel

Isu Skandal Wakil Bupati Sumedang Viral, KDM Bentuk Tim Investigasi

Pemasangan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Kediri Ditarget Rampung November

Tambang Galian C dan Tambak Udang Modern Gresik Utara, Izin hingga Reklamasi Jadi Perhatian

BERITA LAINNYA

HUT ke-81 RI di RW 12 Klayatan Kota Malang, Gema Cerita Nusantara Satukan Warga

24 Mobil Hias dan 71 Barisan Ramaikan Gresik Merdeka Carnival 2026

Analis Puji Kapolri Jaga Demokrasi Saat Kawal Demo di DPR

Milad ke-13 EL-SALMA Blitar, Batik Cakrapalah Dikenalkan ke Generasi Muda

Rumi Resmi Debut, Eks Angkasara Rilis Maxi Single Perdana 4 September

IKG Targetkan 2,5 Juta Liter Air untuk Warga Gunungkidul

Spencer Green Hotel Batu Buka Ruang Belajar DJ Lewat Story in Stereo, 25 September

Hasil Lengkap Piala Panglima TNI 2026, PBV AL dan PBV AD Juara

Barcelona Belum Menyerah Kejar Julian Alvarez di Bursa Musim Panas

Jambore Pramuka Balongpanggang, Ini Pesan Wabup Gresik

Prev Next

POPULER MINGGU INI

5 Kriteria Cat Tembok yang Bagus untuk Interior, Anti Jamur hingga Tahan Gesekan

BLT DBHCHT Rp900 Ribu Cair di Wringinanom, Bupati Yani Ajak Warga Bersuara

Pemasangan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Kediri Ditarget Rampung November

Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Massa Mahasiswa Apresiasi Hakim PN Jaksel

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved