JAVASATU.COM- EL-SALMA HMC Blitar memperingati milad ke-13 dengan menggelar lomba fashion show batik dan mewarnai ibu-anak di Pendopo Sasana Adhi Praja, Kabupaten Blitar.
Kegiatan tersebut menggandeng Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Blitar dan menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 RI serta Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702.

Lomba diikuti peserta dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Lanjutan Atas (SLTA) dari berbagai wilayah di Kabupaten Blitar.
Selain menjadi ajang kreativitas, kegiatan tersebut diarahkan untuk mengenalkan batik khas Blitar kepada generasi muda sejak dini.
“Tak sekadar menyelenggarakan event semata yang mengenalkan produk handycraf, kelompok ini juga berperan sebagai wadah organisasi sosial kemasyarakatan dan memperkenalkan produk unggulan Kabupaten Blitar ke dunia internasional,” kata Ketua EL-SALMA HMC Blitar, Fauziah Lamee, Sabtu (29/8/2026).
EL-SALMA HMC Blitar merupakan komunitas yang menjadi wadah bagi muslimah dan ibu-ibu berhijab di Blitar.
Kegiatannya mencakup bidang keagamaan, sosial, dan kebudayaan, termasuk pengajian, Jumat Berbagi, serta kegiatan motivasi bagi anak binaan di lembaga pemasyarakatan.
Fauziah mengatakan kegiatan sosial menjadi salah satu perhatian EL-SALMA hingga memasuki usia 13 tahun. Organisasi tersebut turut membantu fakir miskin, lansia, dan anak yatim piatu.
“Seperti kegiatan sosial peduli bencana, seperti bakti sosial korban bencana alam kemarin, kami selalu bergerak cepat dengan hasil donasi dari arisan anggota,” terangnya.
EL-SALMA juga rutin menggelar kegiatan fashion show, lomba mewarnai ibu dan anak, serta kampanye promosi batik khas Blitar.
Dalam pelaksanaannya, EL-SALMA berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Blitar dan organisasi wanita daerah, termasuk Perwosi.
Ketua Perwosi Kabupaten Blitar, Hj. Arina Andriani Beky Herdihansah, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan milad EL-SALMA tidak berhenti pada seremoni, tetapi memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kreativitas.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan EL-SALMA. Mereka tidak hanya merayakan ulang tahun, tetapi ingin memberikan manfaat dan menjadi wadah bagi masyarakat, terutama generasi Kabupaten Blitar untuk berkreasi dan mengekspresikan diri,” kata Arina.
Menurut Arina, pengenalan batik khas Blitar kepada anak-anak sejak usia dini penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal. Salah satu yang dikenalkan dalam kegiatan tersebut adalah batik Cakrapalah.
“Yang penting mereka percaya diri membawakan budaya Blitar dengan batiknya, yaitu Cakrapalah. Dikenalkan sejak usia dini supaya bagus untuk generasi mendatang. Kami tentu mendukung kegiatan yang bermanfaat seperti ini,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya EL-SALMA dan Perwosi mempertemukan kreativitas masyarakat dengan pelestarian budaya lokal. Pengenalan batik kepada generasi muda diharapkan dapat menjaga keberadaan batik khas Blitar sekaligus memperluas pengenalannya. (ich/arf)