JAVASATU.COM- Konektivitas udara antara Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) kini semakin solid. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meresmikan penerbangan perdana Wings Air rute Malang-Lombok di Bandara Abdulrachman Saleh, Senin (15/12/2025).
Dalam sambutannya, Emil mengapresiasi inisiasi Wings Air dan dukungan Lanud Abdulrachman Saleh dalam merealisasikan rute yang dinilai sangat strategis ini.

“Rute penerbangan ini tentu betul-betul menjadi sebuah jawaban dari harapan masyarakat agar bisa lebih terkoneksi di antara daerah-daerah yang ada di Indonesia,” ujar Emil Dardak di lokasi.
Menurut Emil, jarak antara Jawa Timur dan NTB sebenarnya tidak terlalu jauh, sehingga menciptakan peluang besar untuk penerbangan jarak pendek menggunakan pesawat jenis ATR (baling-baling).
Lebih dari sekadar transportasi, Emil menekankan pentingnya kolaborasi ekonomi dan pariwisata. Ia mengungkapkan bahwa Bank Jatim dan Bank NTB bahkan sudah menjalin kerja sama usaha sebagai satu keluarga usaha bersama. Hal ini harus diikuti dengan promosi wisata yang terintegrasi.
“Dalam promosi penerbangan ini, silakan dibarengi promosi pariwisatanya NTB atau Lombok. Sebaliknya juga di NTB, pesona pariwisata Malang Raya, Batu, Bromo Tengger Semeru dan lain sebagainya juga bisa dipamerkan di sana,” tegas Emil.
“Kita percaya bahwa walaupun kompetisi adalah sesuatu yang baik, tetapi harus tetap dibarengi kolaborasi,” imbuhnya.
Emil juga membocorkan bahwa setelah Malang, rute Banyuwangi-Lombok dijadwalkan akan menyusul beroperasi pada 21 Desember mendatang.
Direktur Niaga Lion Air, Novianti Harahap, yang turut hadir menyebutkan bahwa antusiasme penumpang cukup baik di hari pertama.
“Untuk hari ini penumpang dari Lombok ada 34, yang untuk berangkat (dari Malang) hari ini ada 32. Semoga ini awal, ke depannya kita bisa penuh,” ungkap Novianti.

Ia menambahkan, saat ini Wings Air mengoperasikan sekitar 50 pesawat aktif dari total 72 armada, dengan total 194 penerbangan. Pihaknya membuka peluang lebar untuk penambahan slot di Jawa Timur. “Sebenarnya slot untuk menambah, boleh. Kita garap sama-sama, bareng di wilayah Jawa Timur ini,” ujarnya optimis.
Sementara itu, Komandan Lanud (Danlanud) Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza Sastranegara, memastikan dukungan penuh operasional dengan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
“Mau itu apapun pesawatnya, yang jelas pada saat masuk, menyesuaikan dengan ketentuan yang ada. Safety di atas segalanya,” tegas Marsma Reza.
Ia memastikan Lanud bersinergi dengan Dishub Provinsi Jatim dan pihak bandara untuk memberikan dukungan optimal bagi maskapai yang masuk ke Malang.
Perwakilan Pemprov NTB yang ikut dalam penerbangan perdana dari Lombok mengaku perjalanan berlangsung mulus dengan cuaca cerah. “Tadi kami terbang jam 08.10 WITA, tiba di sini sekitar 1 jam, jam 09.10 WIB. Cuaca bagus,” tuturnya.
Penerbangan langsung ini diharapkan tidak hanya memudahkan mobilitas mahasiswa dan warga, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi bagi kedua provinsi. (jup)