JAVASATU.COM- Tradisi zikir dan doa bersama Rebo Awal di Makam Nyai Ageng Pinatih, Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik, kembali digelar dan menjadi ruang silaturahmi antara warga dan mahasiswa, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini diikuti mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) bersama ratusan warga setempat.

Zikir dan doa bersama tersebut berlangsung khidmat dengan melibatkan unsur pemerintah kelurahan, TNI, serta tokoh masyarakat. Hadir dalam kegiatan itu Lurah Kebungson M. Fither Kuntajaya, Danramil 0817/05 Gresik Kapten Caj M. Fikri Adha, Babinsa Serka Khoirul Anam, perangkat kelurahan, RT-RW, serta sekitar 300 jemaah.
Lurah Kebungson M. Fither Kuntajaya mengatakan, tradisi Rebo Awal merupakan warisan budaya religius yang perlu terus dijaga karena memiliki nilai spiritual sekaligus sosial.
“Rebo Awal ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk mempererat persaudaraan. Kehadiran mahasiswa BBK UNAIR menunjukkan kolaborasi yang baik antara akademisi dan masyarakat dalam merawat nilai keagamaan,” ujar Fither di sela kegiatan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan perwakilan mahasiswa BBK 7 UNAIR, kemudian dilanjutkan zikir dan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Acara ditutup dengan ceramah keagamaan oleh Ustaz HR. Mubarok.
Perwakilan mahasiswa BBK UNAIR menyampaikan apresiasi atas keterbukaan warga Kebungson yang melibatkan mahasiswa dalam tradisi keagamaan setempat. Menurut mereka, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran sosial dan budaya di tengah pengabdian masyarakat.
Tradisi Rebo Awal di Makam Nyai Ageng Pinatih selama ini dikenal sebagai agenda rutin warga Kebungson. Selain memperkuat spiritualitas, kegiatan ini juga menjadi wadah menjaga keharmonisan sosial lintas generasi.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah kelurahan berharap sinergi antara masyarakat dan mahasiswa dapat terus terjalin, sekaligus menjaga warisan religius Nyai Ageng Pinatih sebagai bagian dari identitas spiritual Gresik. (bas/arf)