JAVASATU.COM- PT Bank Digital BCA (BCA Digital) bekerja sama dengan Food Bank Indonesia (FBI) menyalurkan 500 porsi makanan siap santap bagi pengemudi ojek online (ojol) dan lansia di Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026). Program ini merupakan bagian dari gerakan pemulihan pangan (food recovery) untuk mengoptimalkan bahan pangan berkualitas yang belum terserap pasar.

Distribusi dilakukan secara serentak di empat titik strategis: Stasiun Cikini, Stasiun Gondangdia, Dapur Paud Kenanga Cikini, dan Dapur Masjid An-Nur Menteng. Aksi ini dilakukan untuk menekan angka sampah makanan di Indonesia yang tergolong tinggi.
Berdasarkan Food Waste Index Report 2024 dari UNEP, Indonesia menghasilkan 14,73 juta ton sampah makanan per tahun, sekitar 39,25% dari total 34,21 juta ton timbulan sampah nasional. Data Badan Pangan Nasional menunjukkan sampah makanan yang terkelola baik dapat memenuhi kebutuhan nutrisi 29–47% populasi.
Head of Corporate Communications BCA Digital, Nariswari Yudianti, mengatakan kegiatan bertajuk #bluBuatBaik Volunteer Day melibatkan karyawan (bluForce) dalam seluruh proses, mulai seleksi bahan di Pasar Tebet, memasak, hingga distribusi makanan.
“Kami memilih memulihkan nilai dan nutrisi makanan lewat efisiensi sumber daya. Langkah ini sejalan dengan misi BCA Digital mendorong gaya hidup berkelanjutan dan mindful, baik dalam keuangan maupun konsumsi pangan,” ujar Nariswari.
Surplus bahan pangan yang digunakan berupa produk segar dari pedagang pasar, termasuk sayuran dengan bentuk tidak sempurna namun kualitas nutrisinya tetap tinggi. Semua makanan disajikan menggunakan kotak makan reusable, sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik.
Co-Founder Food Bank Indonesia, Wida Septarina, menekankan kolaborasi lintas sektor penting untuk memaksimalkan pemanfaatan pangan.
“Pengelolaan pangan yang bertanggung jawab membuka solusi nutrisi nyata bagi kelompok rentan di perkotaan,” katanya.
Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dan nasabah BCA Digital bahwa pengelolaan pangan yang bijak merupakan bagian dari gaya hidup berkelanjutan yang berdampak pada kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan. (arf)