JAVASATU.COM- Proyek pembangunan pelimpah (spillway) Sungai Tanggul di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, dilaporkan ambrol meski belum lama rampung dikerjakan. Proyek bernilai sekitar Rp15,5 miliar tersebut dibiayai dari APBD Provinsi Jawa Timur dan belum diserahterimakan secara resmi.

Ambrolnya spillway ini memicu sorotan tajam terhadap kualitas pekerjaan serta fungsi pengawasan Dinas PU Sumber Daya Air (PU SDA) Jawa Timur. Pasalnya, bangunan strategis yang berfungsi sebagai pengendali banjir dan penunjang irigasi pertanian itu runtuh sebelum difungsikan.
Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan masalah pada mutu konstruksi. Panel beton spillway diduga diproduksi secara mandiri oleh pihak pelaksana proyek, bukan dari pabrikan bersertifikasi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait standar mutu material dan ketahanan struktur bangunan.
Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, menilai ambrolnya proyek bernilai belasan miliar rupiah tersebut sebagai bentuk kegagalan dalam tata kelola infrastruktur publik.
“Ini bukan sekadar bangunan yang roboh, tetapi runtuhnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah. Proyek Rp15,5 miliar seharusnya diawasi ketat sejak perencanaan hingga pengujian kualitas,” tegas Baihaki, Rabu (21/1/2026).
AMI mendesak agar dilakukan audit menyeluruh dan independen terhadap proyek tersebut. Baihaki menegaskan Dinas PU SDA Jawa Timur tidak bisa lepas tangan dengan alasan teknis semata.
“Kami mendesak Inspektorat, BPK, dan bila perlu aparat penegak hukum untuk turun tangan. Jika ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan, harus ada pertanggungjawaban hukum dari kontraktor maupun pihak pengawas,” ujarnya.
Selain itu, AMI juga menyoroti minimnya keterbukaan informasi kepada publik dan media. Pembatasan akses jurnalis ke lokasi proyek sebelumnya dinilai sebagai sinyal buruk terhadap transparansi pengelolaan proyek yang menggunakan uang rakyat.
“Anggaran ini dari APBD. Publik berhak tahu apa yang terjadi. Menutup-nutupi justru memperbesar kecurigaan adanya persoalan serius,” tambahnya.
Tak hanya berpotensi merugikan keuangan negara, kegagalan struktur spillway Sungai Tanggul juga dinilai membahayakan keselamatan warga, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PU SDA Jawa Timur belum berhasil dimintai konfirmasi. (ich/arf)