JAVASATU.COM- Kushin Ryu-M Karate-do Indonesia Jawa Timur (KKI Jatim) menggelar Gashuku dan pelatihan sebagai upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kualitas atlet karate menuju prestasi tingkat nasional. Kegiatan tersebut digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (24-25/1/2026), di Balai Besar Bina Pemerintahan Desa Pemprov Jatim di Kota Malang.

Sebanyak karateka dari 11 daerah di Jawa Timur ambil bagian dalam agenda bertema “Perekat Konsolidasi Organisasi untuk Menoreh Prestasi”. Gashuku ini menjadi forum pemantapan teknik, penyamaan visi organisasi, serta pembinaan karakter atlet.
Ketua Umum Pengprov KKI Jawa Timur Gunadi Handoko mengatakan, gashuku bukan sekadar ajang latihan bersama, melainkan momentum strategis untuk memperkuat soliditas organisasi KKI di seluruh Jawa Timur.
“Gashuku ini kami laksanakan untuk menyamakan teknik, memperkuat organisasi, dan membangun visi bersama. Target akhirnya jelas, yakni prestasi. KKI ingin terus berkontribusi menghadirkan atlet-atlet berkualitas untuk daerah, provinsi, hingga nasional,” kata Gunadi, saat pembukaan Gashuku, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antar-daerah sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, sportivitas, dan mental juara kepada para karateka.
“Karate bukan hanya soal bela diri fisik, tapi juga pembentukan mental dan karakter. Disiplin, cinta tanah air, dan sportivitas menjadi nilai utama yang kami tanamkan,” ujarnya.
Gashuku KKI Jatim secara resmi dibuka oleh Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi, yang mewakili Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Dalam sambutannya, Baihaqi menegaskan pentingnya pembinaan karakter sebagai fondasi utama prestasi olahraga.
“Prestasi tidak hadir secara instan. Ia lahir dari proses panjang, dari kedisiplinan dan karakter yang dibangun secara konsisten. Karate memiliki peran besar dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Baihaqi.
Ia juga menyebutkan, Kota Malang berkomitmen mendukung pembinaan olahraga, termasuk karate, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Pembina KKI Jawa Timur Eddy Wahyono, serta perwakilan Pengurus Pusat KKI Edi Guswar Pasaribu. Keduanya berharap gashuku mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat organisasi KKI ke depan.
“Selain meningkatkan teknik, gashuku ini penting untuk memahami organisasi dan memperkuat soliditas. Dari sinilah prestasi untuk bangsa dan negara bisa dibangun,” ujar Edi Pasaribu.
Melalui gashuku ini, KKI Jawa Timur menargetkan lahirnya karateka-karateka tangguh yang siap bersaing di level regional, nasional, hingga internasional, sekaligus memperkuat posisi KKI sebagai organisasi karate berprestasi di Indonesia. (dop/arf)