JAVASATU.COM- Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq, melontarkan kritik keras terhadap pola pembinaan olahraga daerah yang dinilainya masih belum berpihak pada atlet. Ia menegaskan, target prestasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 mustahil tercapai jika kesejahteraan atlet terus diabaikan.

Pernyataan itu disampaikan Zia’ul Haq menyusul kesiapannya maju sebagai calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang dijadwalkan pada 14 Februari 2026.
“Jangan bermimpi prestasi Porprov 2027 jika atlet masih dikorbankan. Target tinggi harus diiringi pemenuhan hak atlet, termasuk uang saku yang layak,” tegas Zia’ul Haq, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, selama ini atlet kerap dibebani target medali, namun minim dukungan kesejahteraan. Padahal, profesionalisme atlet tidak bisa dilepaskan dari kepastian dukungan finansial selama masa persiapan hingga pertandingan.
Zia’ul Haq menilai, peningkatan uang saku atlet Porprov 2027 harus menjadi kebijakan prioritas, bukan sekadar pelengkap anggaran. Dengan dukungan yang memadai, atlet dapat fokus pada latihan dan kompetisi tanpa dibayangi persoalan ekonomi.
Selain soal kesejahteraan, ia juga menyoroti pentingnya penguatan Pusat Latihan (Puslat) sebagai fondasi pembinaan atlet jangka panjang. Menurutnya, puslat adalah titik awal lahirnya atlet berprestasi yang harus diperkuat secara sistematis dan berkelanjutan.
“Pembinaan atlet tidak bisa instan. Harus dimulai dari bawah, melalui puslat yang kuat. Dari sana KONI melakukan pemetaan atlet potensial untuk Porprov 2027,” ujarnya.
Zia’ul Haq juga membuka peluang mendatangkan pelatih dari luar negeri guna meningkatkan kualitas pembinaan. Ia menilai, dengan pendekatan yang tepat, satu atlet berpotensi menyumbang lebih dari satu medali.
Tak hanya menargetkan perbaikan teknis, Zia’ul Haq menegaskan komitmennya membenahi tata kelola KONI Kabupaten Malang agar lebih transparan dan akuntabel, khususnya dalam pengelolaan dana hibah olahraga.
“Prestasi harus dibangun di atas tata kelola yang bersih. Atlet sejahtera, organisasi sehat, barulah target tiga besar Porprov 2027 realistis,” tandasnya.
Sebagai legislator yang membidangi olahraga, Zia’ul Haq menegaskan komitmennya menjadikan olahraga sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Malang.
“Olahraga bukan hanya soal medali, tapi soal keadilan dan keberpihakan pada atlet,” pungkasnya. (arf)