JAVASATU.COM- Tim SAR Satpolairud Polresta Pati bersama TNI Angkatan Laut memperluas area pencarian nelayan yang hilang akibat kecelakaan laut di perairan Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Langkah ini diambil setelah hingga Sabtu (24/1/2026) korban bernama Winarto (42) belum ditemukan.

Perluasan pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan analisis pergerakan arus laut yang cenderung mengarah ke timur. Pada tahap lanjutan ini, penyisiran direncanakan menjangkau perairan Juwana hingga Rembang.
Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan, tim SAR melakukan evaluasi harian untuk menentukan pola pencarian paling efektif. Sejumlah personel Satpolairud dan Pos AL Banyutowo dikerahkan menggunakan perahu karet sejak pagi hari.
“Berdasarkan evaluasi dan analisis arus laut, pencarian akan kami perluas ke arah perairan Rembang. Ini untuk memaksimalkan peluang menemukan korban,” kata Hendrik, Minggu (25/1/2026).
Selain penyisiran laut, tim SAR juga terus melibatkan nelayan setempat. Informasi dari masyarakat pesisir dinilai penting karena mereka memahami karakter perairan dan titik-titik rawan di wilayah tersebut.
“Kami berkoordinasi intens dengan nelayan lokal. Setiap informasi sekecil apa pun langsung kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Dari total korban kecelakaan laut tersebut, satu nelayan telah ditemukan sebelumnya, sementara Winarto hingga kini masih dalam pencarian. Meski operasi diperluas, Hendrik menegaskan keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama.
“Pencarian kami lakukan secara maksimal, namun faktor keselamatan anggota tetap kami kedepankan sesuai prosedur SAR,” tegasnya.
Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca terpantau relatif mendukung dan tidak ditemukan kendala teknis berarti di lapangan. Tim SAR memastikan operasi akan terus dilanjutkan hingga hasil maksimal tercapai.
Di sisi lain, Hendrik mengingatkan para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut, terutama di tengah kondisi cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu.
“Kami imbau nelayan selalu menggunakan alat keselamatan, memantau prakiraan cuaca, dan segera melapor jika terjadi keadaan darurat,” pungkasnya. (wan/arf)