email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Minggu, 6 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Prof Ahmad Barizi Soroti “Erosi Epistemik” AI: Kebenaran dan Keilmuan Terancam

by Javasatu
25 Januari 2026

JAVASATU.COM- Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) tidak hanya menghadirkan kemudahan teknologi, tetapi juga memunculkan ancaman mendasar bagi bangunan keilmuan dan konsep kebenaran.

Hal itu ditegaskan Prof. Ahmad Barizi, M.A., Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam Simposium dan Diskusi Ilmiah bertajuk “Erosi Epistemik: Tantangan Otoritas Keilmuan Menghadapi Dominasi Artificial Intelligence (AI)” yang digelar di Universitas Al Qolam Malang, belum lama ini.

(Foto: ist)

Dalam paparannya, Prof. Barizi menekankan bahwa AI bukan sekadar alat bantu teknologi, melainkan fenomena filosofis yang membawa konsekuensi serius pada tiga fondasi utama pengetahuan: ontologi, epistemologi, dan aksiologi.

“AI bekerja di atas representasi digital, yakni data, algoritma, dan model matematis yang secara ontologis berbeda dari realitas manusia yang hidup, bernilai, dan bermakna,” ujar Prof. Barizi di hadapan akademisi lintas disiplin.

Ia menjelaskan, secara epistemologis, AI bertumpu pada sistem algoritmik yang cenderung menggeser proses rasional dan empiris manusia. Pengetahuan tidak lagi lahir dari dialog kritis, pengalaman, dan refleksi mendalam, melainkan dari pola statistik dan probabilitas mesin.

Lebih jauh, Prof. Barizi mengingatkan bahwa pada ranah aksiologis, AI justru banyak dipengaruhi oleh kepentingan pasar dan politik kekuasaan. Nilai-nilai moral, etika, dan kearifan tradisional berisiko terpinggirkan oleh logika efisiensi, keuntungan, dan dominasi informasi.

Kebenaran dalam Bahaya: Dari Fakta ke Rekayasa

Salah satu sorotan tajam Prof. Barizi adalah lahirnya fenomena deepfake, yang menurutnya menjadi simbol krisis kebenaran di era digital. Teknologi AI memungkinkan batas antara fakta dan rekayasa menjadi kabur, sehingga masyarakat semakin kesulitan membedakan mana informasi yang valid dan mana yang manipulatif.

“Relasi antara fakta dan kebenaran objektif melemah. Kita menghadapi krisis bukti, yakni dari yang empiris menuju yang sintetis,” tegasnya.

Ia mengurai dampak lanjutan berupa ketidakstabilan epistemik di ruang publik, menguatnya bias kognitif yang memperkuat kebenaran semu (koherensi internal), serta pergeseran kriteria kebenaran dari yang substansial menuju yang pragmatis: apa yang viral, berguna, dan menguntungkan, dianggap benar.

BacaJuga :

Pelajar Jerman dan India Belajar Budaya Indonesia di SMK Al Ikhlash Gresik

UB Kembangkan Batik Pesantren di Kota Batu, Dorong Ekonomi Kreatif Santri

Tasawuf sebagai Etika Pengetahuan

Sebagai Guru Besar Ilmu Tasawuf, Prof. Ahmad Barizi menawarkan pendekatan reflektif dan spiritual sebagai penyeimbang dominasi AI.

Ia menegaskan bahwa tasawuf tidak berseberangan dengan teknologi, tetapi berperan penting dalam menjaga kesadaran etis, kejernihan hati, dan tanggung jawab moral dalam produksi dan penggunaan pengetahuan.

“Di tengah derasnya algoritma, manusia harus kembali pada kesadaran batin. Tanpa itu, pengetahuan kehilangan arah dan kebenaran menjadi korban,” pungkasnya.

Simposium ini menegaskan posisi Prof. Ahmad Barizi sebagai salah satu intelektual Muslim Indonesia yang konsisten menjembatani tradisi keilmuan klasik dengan tantangan mutakhir, sekaligus mengingatkan bahwa di era kecerdasan buatan, kebijaksanaan manusia tetap tidak tergantikan. (arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: AIpendidikanPerguruan TinggiProf Ahmad BariziUniversitas Al Qolam Malang

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Gandeng 4 Kiai NU, PT Raya Al-Madinah Gemilang Gelar Manasik Umrah Akbar di Malang

Erupsi Gunung Anak Krakatau, TransNusa Sesuaikan Sejumlah Penerbangan

Asep Kusdinar: Pemerintah Tak Cukup Bekerja dari Balik Meja

Ada Al-Qur’an Tua dari Aceh di Museum Panji Kota Malang, Pakai Kertas Eropa

Baderhoods Wonosobo Didorong Ikut Promosikan Wisata Lewat Touring

Bakorwil Malang Dampingi Gubernur Jatim Salurkan Air Bersih dan Pasar Murah di Blitar

Pengamat Apresiasi Polri Bongkar Jaringan Judol Internasional Rp1,03 Triliun: Kerja Kapolri Nyata

Pelajar Jerman dan India Belajar Budaya Indonesia di SMK Al Ikhlash Gresik

Polisi Sita Arak Bali dari Toko Sembako di Tajinan Malang, Titip Sopir Bus

Pantai Balekambang Dipadati Wisatawan, Polisi Ingatkan Larangan Berenang

Prev Next

POPULER HARI INI

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Pemkot Batu Sebar 18 Dokter di Desa-Kelurahan, Masih Butuh 6 Tenaga Medis

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

BERITA LAINNYA

Gandeng 4 Kiai NU, PT Raya Al-Madinah Gemilang Gelar Manasik Umrah Akbar di Malang

Erupsi Gunung Anak Krakatau, TransNusa Sesuaikan Sejumlah Penerbangan

Asep Kusdinar: Pemerintah Tak Cukup Bekerja dari Balik Meja

Ada Al-Qur’an Tua dari Aceh di Museum Panji Kota Malang, Pakai Kertas Eropa

Baderhoods Wonosobo Didorong Ikut Promosikan Wisata Lewat Touring

Bakorwil Malang Dampingi Gubernur Jatim Salurkan Air Bersih dan Pasar Murah di Blitar

Pengamat Apresiasi Polri Bongkar Jaringan Judol Internasional Rp1,03 Triliun: Kerja Kapolri Nyata

Pelajar Jerman dan India Belajar Budaya Indonesia di SMK Al Ikhlash Gresik

Polisi Sita Arak Bali dari Toko Sembako di Tajinan Malang, Titip Sopir Bus

Pantai Balekambang Dipadati Wisatawan, Polisi Ingatkan Larangan Berenang

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

UMKM Blitar Terancam, Pengusaha Sound System Minta Kepastian Izin Karnaval

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved