email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Minggu, 25 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Prof Ahmad Barizi Soroti “Erosi Epistemik” AI: Kebenaran dan Keilmuan Terancam

by Redaksi Javasatu
25 Januari 2026

JAVASATU.COM- Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) tidak hanya menghadirkan kemudahan teknologi, tetapi juga memunculkan ancaman mendasar bagi bangunan keilmuan dan konsep kebenaran.

Hal itu ditegaskan Prof. Ahmad Barizi, M.A., Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam Simposium dan Diskusi Ilmiah bertajuk “Erosi Epistemik: Tantangan Otoritas Keilmuan Menghadapi Dominasi Artificial Intelligence (AI)” yang digelar di Universitas Al Qolam Malang, belum lama ini.

(Foto: ist)

Dalam paparannya, Prof. Barizi menekankan bahwa AI bukan sekadar alat bantu teknologi, melainkan fenomena filosofis yang membawa konsekuensi serius pada tiga fondasi utama pengetahuan: ontologi, epistemologi, dan aksiologi.

“AI bekerja di atas representasi digital, yakni data, algoritma, dan model matematis yang secara ontologis berbeda dari realitas manusia yang hidup, bernilai, dan bermakna,” ujar Prof. Barizi di hadapan akademisi lintas disiplin.

Ia menjelaskan, secara epistemologis, AI bertumpu pada sistem algoritmik yang cenderung menggeser proses rasional dan empiris manusia. Pengetahuan tidak lagi lahir dari dialog kritis, pengalaman, dan refleksi mendalam, melainkan dari pola statistik dan probabilitas mesin.

Lebih jauh, Prof. Barizi mengingatkan bahwa pada ranah aksiologis, AI justru banyak dipengaruhi oleh kepentingan pasar dan politik kekuasaan. Nilai-nilai moral, etika, dan kearifan tradisional berisiko terpinggirkan oleh logika efisiensi, keuntungan, dan dominasi informasi.

Kebenaran dalam Bahaya: Dari Fakta ke Rekayasa

Salah satu sorotan tajam Prof. Barizi adalah lahirnya fenomena deepfake, yang menurutnya menjadi simbol krisis kebenaran di era digital. Teknologi AI memungkinkan batas antara fakta dan rekayasa menjadi kabur, sehingga masyarakat semakin kesulitan membedakan mana informasi yang valid dan mana yang manipulatif.

BacaJuga :

Zia’ul Haq: Jangan Mimpi Prestasi Porprov Jatim 2027 Jika Atlet Masih Dikorbankan

Zia’ul Haq Bawa Semangat Antikorupsi ke KONI Kabupaten Malang

“Relasi antara fakta dan kebenaran objektif melemah. Kita menghadapi krisis bukti, yakni dari yang empiris menuju yang sintetis,” tegasnya.

Ia mengurai dampak lanjutan berupa ketidakstabilan epistemik di ruang publik, menguatnya bias kognitif yang memperkuat kebenaran semu (koherensi internal), serta pergeseran kriteria kebenaran dari yang substansial menuju yang pragmatis: apa yang viral, berguna, dan menguntungkan, dianggap benar.

Tasawuf sebagai Etika Pengetahuan

Sebagai Guru Besar Ilmu Tasawuf, Prof. Ahmad Barizi menawarkan pendekatan reflektif dan spiritual sebagai penyeimbang dominasi AI.

Ia menegaskan bahwa tasawuf tidak berseberangan dengan teknologi, tetapi berperan penting dalam menjaga kesadaran etis, kejernihan hati, dan tanggung jawab moral dalam produksi dan penggunaan pengetahuan.

“Di tengah derasnya algoritma, manusia harus kembali pada kesadaran batin. Tanpa itu, pengetahuan kehilangan arah dan kebenaran menjadi korban,” pungkasnya.

Simposium ini menegaskan posisi Prof. Ahmad Barizi sebagai salah satu intelektual Muslim Indonesia yang konsisten menjembatani tradisi keilmuan klasik dengan tantangan mutakhir, sekaligus mengingatkan bahwa di era kecerdasan buatan, kebijaksanaan manusia tetap tidak tergantikan. (arf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: AIpendidikanPerguruan TinggiProf Ahmad BariziUniversitas Al Qolam Malang

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Polrestabes Semarang Klarifikasi Viral Ambulans Dihentikan

Prof Ahmad Barizi Soroti “Erosi Epistemik” AI: Kebenaran dan Keilmuan Terancam

Zia’ul Haq: Jangan Mimpi Prestasi Porprov Jatim 2027 Jika Atlet Masih Dikorbankan

Gresik Tawarkan Peluang Investasi Nyata di DISWAY Explore Business

Zia’ul Haq Bawa Semangat Antikorupsi ke KONI Kabupaten Malang

Pererat Kebersamaan, Kodim 0721/Blora Gelar Family Gathering

Pencarian Nelayan Hilang di Pati Diperluas hingga Perairan Rembang

Tak Hanya Adu Nyali, Komunitas Trail di Malang Juga Bangun TPQ

Bidik Ketua KONI Kabupaten Malang, Zia’ul Haq Tekankan Tata Kelola Bersih dan Prestasi Atlet

KKI Jatim Satukan Kekuatan Lewat Gashuku, Bidik Prestasi Tingkat Nasional

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

KKI Jatim Satukan Kekuatan Lewat Gashuku, Bidik Prestasi Tingkat Nasional

Bidik Ketua KONI Kabupaten Malang, Zia’ul Haq Tekankan Tata Kelola Bersih dan Prestasi Atlet

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Silaturahmi Perdana di 2026, MUI Kecamatan Gresik Satukan Langkah Ayomi Umat

BERITA LAINNYA

Polrestabes Semarang Klarifikasi Viral Ambulans Dihentikan

Pererat Kebersamaan, Kodim 0721/Blora Gelar Family Gathering

Pencarian Nelayan Hilang di Pati Diperluas hingga Perairan Rembang

25 Pelajar Tangguh Smelting Ikuti Leadership Camp di Pacet Mojokerto

Madas Nusantara Gandeng PAM JAYA Sedekah Sejuta Al Quran ke Korban Bencana

Kombes Raden Bagoes Ditunjuk Kapolri Jadi Dirressiber Polda Metro Jaya

Semen Merah Putih Perkuat Konstruksi Berkelanjutan Lewat Green Cement

Gubernur Papua Tengah Bagikan Laptop Gratis untuk Pelajar

Polda Jateng Bongkar Penyalahgunaan LPG 3 Kg, Empat Orang Diamankan

Siswa SDN Petrokimia Gresik Kenalkan Damar Kurung di Pusat Kebudayaan Prancis Surabaya

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Sengketa Tanah Supit Urang Memanas, Warga Laporkan Pemkot Malang ke Polisi

Singgih Cimeng Nyatakan Siap Maju Calon Ketua KONI Kabupaten Malang

Guru SD di Malang Diduga Aniaya Murid, Keluarga Tidak Terima

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d