email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 23 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Prof Ahmad Barizi Soroti “Erosi Epistemik” AI: Kebenaran dan Keilmuan Terancam

by Redaksi Javasatu
25 Januari 2026

JAVASATU.COM- Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) tidak hanya menghadirkan kemudahan teknologi, tetapi juga memunculkan ancaman mendasar bagi bangunan keilmuan dan konsep kebenaran.

Hal itu ditegaskan Prof. Ahmad Barizi, M.A., Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam Simposium dan Diskusi Ilmiah bertajuk “Erosi Epistemik: Tantangan Otoritas Keilmuan Menghadapi Dominasi Artificial Intelligence (AI)” yang digelar di Universitas Al Qolam Malang, belum lama ini.

(Foto: ist)

Dalam paparannya, Prof. Barizi menekankan bahwa AI bukan sekadar alat bantu teknologi, melainkan fenomena filosofis yang membawa konsekuensi serius pada tiga fondasi utama pengetahuan: ontologi, epistemologi, dan aksiologi.

“AI bekerja di atas representasi digital, yakni data, algoritma, dan model matematis yang secara ontologis berbeda dari realitas manusia yang hidup, bernilai, dan bermakna,” ujar Prof. Barizi di hadapan akademisi lintas disiplin.

Ia menjelaskan, secara epistemologis, AI bertumpu pada sistem algoritmik yang cenderung menggeser proses rasional dan empiris manusia. Pengetahuan tidak lagi lahir dari dialog kritis, pengalaman, dan refleksi mendalam, melainkan dari pola statistik dan probabilitas mesin.

Lebih jauh, Prof. Barizi mengingatkan bahwa pada ranah aksiologis, AI justru banyak dipengaruhi oleh kepentingan pasar dan politik kekuasaan. Nilai-nilai moral, etika, dan kearifan tradisional berisiko terpinggirkan oleh logika efisiensi, keuntungan, dan dominasi informasi.

Kebenaran dalam Bahaya: Dari Fakta ke Rekayasa

Salah satu sorotan tajam Prof. Barizi adalah lahirnya fenomena deepfake, yang menurutnya menjadi simbol krisis kebenaran di era digital. Teknologi AI memungkinkan batas antara fakta dan rekayasa menjadi kabur, sehingga masyarakat semakin kesulitan membedakan mana informasi yang valid dan mana yang manipulatif.

“Relasi antara fakta dan kebenaran objektif melemah. Kita menghadapi krisis bukti, yakni dari yang empiris menuju yang sintetis,” tegasnya.

Ia mengurai dampak lanjutan berupa ketidakstabilan epistemik di ruang publik, menguatnya bias kognitif yang memperkuat kebenaran semu (koherensi internal), serta pergeseran kriteria kebenaran dari yang substansial menuju yang pragmatis: apa yang viral, berguna, dan menguntungkan, dianggap benar.

BacaJuga :

Berkedok Pengobatan, Pria di Gedangan Malang Cabuli Pasien Dibekuk Polisi

Hari Bumi, Prof Ahmad Barizi Ajak Kembali pada Tatanan Ilahi demi Selamatkan Alam

Tasawuf sebagai Etika Pengetahuan

Sebagai Guru Besar Ilmu Tasawuf, Prof. Ahmad Barizi menawarkan pendekatan reflektif dan spiritual sebagai penyeimbang dominasi AI.

Ia menegaskan bahwa tasawuf tidak berseberangan dengan teknologi, tetapi berperan penting dalam menjaga kesadaran etis, kejernihan hati, dan tanggung jawab moral dalam produksi dan penggunaan pengetahuan.

“Di tengah derasnya algoritma, manusia harus kembali pada kesadaran batin. Tanpa itu, pengetahuan kehilangan arah dan kebenaran menjadi korban,” pungkasnya.

Simposium ini menegaskan posisi Prof. Ahmad Barizi sebagai salah satu intelektual Muslim Indonesia yang konsisten menjembatani tradisi keilmuan klasik dengan tantangan mutakhir, sekaligus mengingatkan bahwa di era kecerdasan buatan, kebijaksanaan manusia tetap tidak tergantikan. (arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: AIpendidikanPerguruan TinggiProf Ahmad BariziUniversitas Al Qolam Malang

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

NasDem Jatim Tutup Bimtek DPRD 2026, 147 Anggota Digembleng Politik Anggaran

Ketum PBTI Lantik Pengurus Taekwondo Kaltim, Targetkan Prestasi Dunia

Band Asal Malang One More Light Rilis “Save My Heart”, Angkat Kisah Kehilangan di Masa Tersulit

Eksekusi Swalayan Dinoyo Malang, PN Kosongkan Aset Lelang, Putusan Inkrah

Berkedok Pengobatan, Pria di Gedangan Malang Cabuli Pasien Dibekuk Polisi

TMMD 128 di Mimika, Kampung Keakwa Jadi Prioritas Pembangunan

Pengasuh Pesantren Tebuireng Gus Kikin Ajak Jaga Ukhuwah NU

TMMD ke-128 Gresik Dimulai, Fokus Bedah Rumah hingga Pembangunan Jalan Desa

Hari Bumi, Prof Ahmad Barizi Ajak Kembali pada Tatanan Ilahi demi Selamatkan Alam

Kota Kediri Konsisten 5 Tahun di 10 Besar Kota Toleran Nasional

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

Hari Bumi, Prof Ahmad Barizi Ajak Kembali pada Tatanan Ilahi demi Selamatkan Alam

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Wali Kota Kediri Lantik PNS, Tekankan Profesionalisme dan Loyalitas

BERITA LAINNYA

NasDem Jatim Tutup Bimtek DPRD 2026, 147 Anggota Digembleng Politik Anggaran

Ketum PBTI Lantik Pengurus Taekwondo Kaltim, Targetkan Prestasi Dunia

Band Asal Malang One More Light Rilis “Save My Heart”, Angkat Kisah Kehilangan di Masa Tersulit

TMMD 128 di Mimika, Kampung Keakwa Jadi Prioritas Pembangunan

Kota Kediri Konsisten 5 Tahun di 10 Besar Kota Toleran Nasional

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Kasum TNI Diapresiasi Pemerintah Selandia Baru atas Pembebasan Pilot KKB

Perwira TNI Jadi Lulusan Terbaik SLC 2026 di Brunei Darussalam

Atlet Muda Taekwondo Indonesia Kalahkan Eropa di Uzbekistan

Analis Apresiasi Gercep Kapolda Banten Tanam Ribuan Pohon Dukung Asta Cita

Prev Next

POPULER MINGGU INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d