Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Prof Ahmad Barizi Soroti “Erosi Epistemik” AI: Kebenaran dan Keilmuan Terancam

Javasatu by Javasatu
25 Januari 2026
0

JAVASATU.COM- Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) tidak hanya menghadirkan kemudahan teknologi, tetapi juga memunculkan ancaman mendasar bagi bangunan keilmuan dan konsep kebenaran.

Hal itu ditegaskan Prof. Ahmad Barizi, M.A., Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam Simposium dan Diskusi Ilmiah bertajuk “Erosi Epistemik: Tantangan Otoritas Keilmuan Menghadapi Dominasi Artificial Intelligence (AI)” yang digelar di Universitas Al Qolam Malang, belum lama ini.

(Foto: ist)

Dalam paparannya, Prof. Barizi menekankan bahwa AI bukan sekadar alat bantu teknologi, melainkan fenomena filosofis yang membawa konsekuensi serius pada tiga fondasi utama pengetahuan: ontologi, epistemologi, dan aksiologi.

“AI bekerja di atas representasi digital, yakni data, algoritma, dan model matematis yang secara ontologis berbeda dari realitas manusia yang hidup, bernilai, dan bermakna,” ujar Prof. Barizi di hadapan akademisi lintas disiplin.

Ia menjelaskan, secara epistemologis, AI bertumpu pada sistem algoritmik yang cenderung menggeser proses rasional dan empiris manusia. Pengetahuan tidak lagi lahir dari dialog kritis, pengalaman, dan refleksi mendalam, melainkan dari pola statistik dan probabilitas mesin.

Lebih jauh, Prof. Barizi mengingatkan bahwa pada ranah aksiologis, AI justru banyak dipengaruhi oleh kepentingan pasar dan politik kekuasaan. Nilai-nilai moral, etika, dan kearifan tradisional berisiko terpinggirkan oleh logika efisiensi, keuntungan, dan dominasi informasi.

Kebenaran dalam Bahaya: Dari Fakta ke Rekayasa

Salah satu sorotan tajam Prof. Barizi adalah lahirnya fenomena deepfake, yang menurutnya menjadi simbol krisis kebenaran di era digital. Teknologi AI memungkinkan batas antara fakta dan rekayasa menjadi kabur, sehingga masyarakat semakin kesulitan membedakan mana informasi yang valid dan mana yang manipulatif.

“Relasi antara fakta dan kebenaran objektif melemah. Kita menghadapi krisis bukti, yakni dari yang empiris menuju yang sintetis,” tegasnya.

Ia mengurai dampak lanjutan berupa ketidakstabilan epistemik di ruang publik, menguatnya bias kognitif yang memperkuat kebenaran semu (koherensi internal), serta pergeseran kriteria kebenaran dari yang substansial menuju yang pragmatis: apa yang viral, berguna, dan menguntungkan, dianggap benar.

Tasawuf sebagai Etika Pengetahuan

Sebagai Guru Besar Ilmu Tasawuf, Prof. Ahmad Barizi menawarkan pendekatan reflektif dan spiritual sebagai penyeimbang dominasi AI.

Ia menegaskan bahwa tasawuf tidak berseberangan dengan teknologi, tetapi berperan penting dalam menjaga kesadaran etis, kejernihan hati, dan tanggung jawab moral dalam produksi dan penggunaan pengetahuan.

“Di tengah derasnya algoritma, manusia harus kembali pada kesadaran batin. Tanpa itu, pengetahuan kehilangan arah dan kebenaran menjadi korban,” pungkasnya.

Simposium ini menegaskan posisi Prof. Ahmad Barizi sebagai salah satu intelektual Muslim Indonesia yang konsisten menjembatani tradisi keilmuan klasik dengan tantangan mutakhir, sekaligus mengingatkan bahwa di era kecerdasan buatan, kebijaksanaan manusia tetap tidak tergantikan. (arf)

Tags: AIpendidikanPerguruan TinggiProf Ahmad BariziUniversitas Al Qolam Malang
Previous Post

Zia’ul Haq: Jangan Mimpi Prestasi Porprov Jatim 2027 Jika Atlet Masih Dikorbankan

Next Post

Polrestabes Semarang Klarifikasi Viral Ambulans Dihentikan

Related Posts

Hari Santri, YPP Al-Karimi Gresik Gelar Ziarah dan Kirab
Pendidikan

Hari Santri, YPP Al-Karimi Gresik Gelar Ziarah dan Kirab

21 Oktober 2026
UIBU Malang Sambut Mahasiswa Baru dengan Program Entrepreneur Heppiee
Pendidikan

UIBU Malang Sambut Mahasiswa Baru dengan Program Entrepreneur Heppiee

21 Oktober 2026
UIBU Malang Buka Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga S1
Pendidikan

UIBU Malang Buka Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga S1

21 Oktober 2026
MUI Kecamatan Gresik Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan dengan SMA NU 2
Pendidikan

MUI Kecamatan Gresik Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan dengan SMA NU 2

21 Oktober 2026
Kapolres Batu Ingatkan Siswa SMAN 2 Batu soal Narkoba dan Bullying
Pendidikan

Kapolres Batu Ingatkan Siswa SMAN 2 Batu soal Narkoba dan Bullying

19 Oktober 2026
UM dan MPR RI Teken MoU, Perkuat Peran Pustakawan di Era AI
Pendidikan

UM dan MPR RI Teken MoU, Perkuat Peran Pustakawan di Era AI

17 Oktober 2026
Next Post
Polrestabes Semarang Klarifikasi Viral Ambulans Dihentikan

Polrestabes Semarang Klarifikasi Viral Ambulans Dihentikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Polresta Malang Kota Intensifkan Sambang Warga untuk Jaga Kamtibmas
  • Gerakan Pangan Murah di GOR WEP Gresik, Warga Berburu Sembako
  • Lomba Kampung Mbois 2026, Wali Kota Malang Soroti Pengelolaan Sampah
  • Selamatkan Korban Pengeroyokan, Tiga Polisi Gresik Raih Penghargaan
  • Bank Jatim dan Bakorwil III Malang akan Gelar Kolaborasi Kolosal 17–19 November
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com