JAVASATU.COM- Band indie pop asal Surabaya, Pawsicles, kembali merilis karya terbaru bertajuk “Bittersweet Memories” yang resmi dirilis di seluruh platform streaming digital pada 5 Juni 2026. Single ini mengangkat kisah romansa masa SMA yang penuh rindu, penyesalan, dan harapan yang tak pernah sampai pada kesempatan kedua.

Lagu ini menjadi sorotan karena menyentuh pengalaman emosional yang dekat dengan banyak orang: cinta pertama di masa sekolah yang tidak sempat terselesaikan dengan baik. Pawsicles merangkai cerita tersebut dalam balutan musik indie pop yang hangat sekaligus melankolis.
Gitaris Pawsicles, Jayaindra, menjelaskan bahwa lagu ini berangkat dari pengalaman personal vokalis mereka, Jocom, yang kemudian dituangkan dalam bentuk karya musik.
“Single ‘Bittersweet Memories’ ini berangkat dari pengalaman high school romance-nya Jocom. Tentang kerinduan yang mendalam dan perasaan yang belum usai. Ada penyesalan dan harapan untuk memperbaiki semuanya jika diberi satu kesempatan lagi, tapi pada akhirnya semua sudah terlambat,” ujar Jayaindra, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, lagu ini menggambarkan kondisi seseorang yang hanya bisa menerima kenyataan pahit dan merelakan orang yang dicintainya bahagia bersama orang lain.
Sejak terbentuk pada akhir 2022, Pawsicles dikenal konsisten membangun karakter musik yang mereka sebut sebagai happysad-pop, perpaduan antara melodi hangat dan lirik reflektif. Formasi band ini terdiri dari Januarisky alias Jocom (vokal/gitar), Jayaindra (gitar), Rian (drum), Rizal (keyboard), dan Edo (bass).
Dalam perjalanannya, Pawsicles telah merilis sejumlah karya seperti single debut “Orange”, “I Wanna Be”, hingga EP “Everything In Between” pada 2025. Mereka juga sempat merilis “Orange (AlfanM Remix)” sebelum akhirnya memperkenalkan “Bittersweet Memories” sebagai rilisan terbaru.
Menariknya, lagu ini memiliki cerita awal yang cukup berbeda. “Bittersweet Memories” ternyata merupakan materi lama yang dibuat sebelum single “Orange” dirilis, bahkan awalnya dikemas dengan nuansa rock.
Lagu tersebut juga sempat digunakan sebagai “proposal” untuk membujuk drummer mereka, Wisnu, agar bergabung dengan Pawsicles karena latar belakang musiknya yang lebih dekat dengan rock dan metal.
“Fun fact, lagu ini sebenarnya demo awal kami sebelum ‘Orange’. Aransemen awalnya sangat rock karena untuk membujuk Wisnu supaya mau gabung. Tapi setelah dia masuk, yang rilis duluan justru ‘Orange’ yang pop banget. Jadi bisa dibilang ini juga bittersweet memories-nya Wisnu,” kata Jocom.
Di balik proses produksinya, lagu ini juga dikerjakan dalam kondisi yang tidak mudah. Para personel Pawsicles kini tidak lagi tinggal di kota yang sama, sehingga seluruh proses produksi dilakukan secara jarak jauh.
Pertukaran ide, revisi, hingga pengembangan aransemen dilakukan selama berbulan-bulan, mulai Desember 2025 hingga rampung pada Mei 2026. Bahkan beberapa bagian lagu lahir secara spontan saat sesi rekaman berlangsung.
“Kami sudah tidak satu kota lagi, jadi prosesnya saling lempar materi. Dari Desember sampai Mei baru selesai. Aransemen juga kami rombak total dari demo awal, banyak bagian yang spontan saat take instrumen,” ujar drummer Wisnu.
Lebih dari sekadar single baru, “Bittersweet Memories” juga menjadi penanda akhir era fall-spring, konsep yang sebelumnya mereka bangun dalam EP Everything In Between. Konsep ini menggambarkan perjalanan emosi yang dianalogikan sebagai perubahan musim.
Ke depan, Pawsicles menyiapkan babak baru dalam perjalanan musik mereka melalui album penuh pertama yang akan datang setelah penutupan era tersebut.
“Single ini kami anggap sebagai penutup season fall-spring. Setelah ini kami akan masuk ke season baru yang akan kami presentasikan lewat album penuh pertama Pawsicles,” tutup Jocom.
Melalui “Bittersweet Memories”, Pawsicles tidak hanya menghadirkan lagu bernuansa nostalgia, tetapi juga membuka fase baru dalam perjalanan musikal mereka menuju album debut yang tengah dipersiapkan. (arf)