email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 15 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Berawal dari Saran Psikolog, Prass Ubah Jurnal Menjadi EP “Free as a Bird”

by Dicky Hendrawan
23 Juli 2026

JAVASATU.COM- Solois asal Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Prass merilis EP terbaru bertajuk Free as a Bird pada 24 Juli 2026. Menariknya, enam lagu dalam EP tersebut berawal dari saran seorang psikolog agar dirinya menulis jurnal sebagai bagian dari proses penyembuhan mental. Alih-alih menulis di atas kertas, Prass memilih mengubah jurnal itu menjadi karya musik.

Foto: Tim Prass

Menurut Prass, seluruh lagu di dalam Free as a Bird merupakan dokumentasi perjalanan emosional selama empat tahun, mulai dari kehilangan arah, rasa takut, proses berdamai dengan diri sendiri, hingga menemukan semangat untuk memulai kembali.

“Free as a Bird bukan tentang melupakan masa lalu, tetapi tentang berdamai dengannya. Saya berharap lagu-lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berjuang, dan mengingatkan bahwa setiap akhir selalu menyimpan kemungkinan untuk memulai sesuatu yang baru,” kata Prass, Kamis (23/7/2026).

Prass mengungkapkan, proses kreatif EP tersebut dimulai pada 2023 setelah mendapat masukan dari psikolog untuk melakukan journaling. Namun, ia merasa lebih nyaman menuangkan pengalaman hidupnya melalui musik.

Selama proses tersebut, Prass juga menjalani hipnoterapi yang membantunya menerima masa lalu, melepaskan berbagai beban emosional, dan membangun kembali kepercayaan diri.

“Selama empat tahun terakhir, lagu-lagu ini menjadi jurnal hidup saya. Setiap lirik lahir dari pertanyaan, ketakutan, harapan, dan pelajaran yang saya temui sepanjang perjalanan tersebut. Merilis EP ini terasa seperti menutup sebuah bab yang telah membentuk siapa saya hari ini,” ungkapnya.

EP Free as a Bird berisi enam lagu yang disusun secara kronologis mengikuti perjalanan emosional sang musisi. Lagu-lagu tersebut meliputi “What If…”, “Worthy”, “Pada Akhirnya Kita kan Mati”, “Long Winding Road”, “Keep Fire in Your Soul”, dan ditutup dengan “Free as a Bird” sebagai simbol kebebasan setelah melewati masa-masa sulit.

BacaJuga :

Partilibur Caravan 2026 di Batu, 105 Performance Musik Tampil di Arena Wahana

Ifan Seventeen Ubah “Apa Kabar” Jadi Lebih Emosional, Ini Bedanya

Sebagai fokus utama perilisan, Prass memilih lagu “Pada Akhirnya Kita kan Mati”. Meski judulnya terdengar kelam, lagu tersebut justru mengajak pendengar lebih menghargai kehidupan dan menikmati setiap momen bersama orang-orang terdekat.

“Lagu ini sebenarnya bukan tentang kematian. Lagu ini tentang bagaimana kita memilih hadir sepenuhnya untuk orang-orang yang kita sayangi selagi masih punya waktu. Aku ingin lagu ini menjadi teman untuk siapa pun yang sedang menjalani masa sulit, karena pada akhirnya yang paling berharga adalah momen yang sedang kita jalani sekarang,” ujarnya.

Sebagai musisi independen, Prass mengakui proses produksi EP ini tidak mudah. Selain menghadapi keterbatasan biaya, ia juga harus membagi waktu antara pekerjaan penuh waktu dan aktivitas bermusik.

Namun, dukungan teman-teman, khususnya produser Hilmi Adriansyah, membuat proses produksi tetap berjalan hingga akhirnya rampung.

“Solois tanpa label tentu modalnya adalah bantuan teman-teman. Tapi saya bersyukur, banyak orang yang membantu sehingga album ini bisa selesai. Dukungan mereka membuat saya tidak pernah berpikir untuk berhenti bermusik,” tutur Prass.

Secara musikal, Free as a Bird mengusung warna country, ballad, americana, dan bluegrass. Proses produksinya dilakukan secara kolaboratif di sejumlah studio di Bandung dengan melibatkan beberapa musisi dan teknisi audio.

https://www.youtube.com/@kanalprass

Setelah resmi dirilis di seluruh platform musik digital, Prass akan melanjutkan promosi melalui media, radio, podcast, video live session, hingga showcase perdana di Kyoto, Jepang, pada 29 Juli 2026.

Dalam penampilannya nanti, ia tetap membawakan mayoritas lagu berbahasa Indonesia sebagai identitas musikal yang diyakininya mampu diterima lintas budaya. (dic)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: ArtisBandLagumusikMusisiPenyanyiPrass

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Kurir Sabu Ditangkap di Menganti, Pemasok dari Surabaya Masih Diburu

HUT ke-81 RI di Lanny Jaya Meriah, Ada Tari Wisisi hingga Tarik Tambang

Hari Pramuka ke-65, Wabup Gresik Tekankan Pembentukan Generasi Mandiri

HUT ke-25, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih Makam Wali

Perjusa SD Sunan Giri Ngebruk Malang Latih Kemandirian Siswa di HUT ke-65 Pramuka

Kuasa Hukum Bendahara KONI Majalengka Pertanyakan Barang yang Disita dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah

AKP Agus Yulianto Jabat Kasatresnarkoba Polres Malang, Ini Pesan Kapolres

Semarak HUT ke-81 RI, Polres Gresik Gelar Lomba Tradisional

Omzet Kuliner di Bawah Rp10 Juta Tak Kena PBJT, Ini Penjelasan Bapenda Majalengka

Proyek Irigasi Molek Malang Rp99 Miliar Disorot, K3 dan Transparansi Dipertanyakan

Prev Next

POPULER HARI INI

Perjusa SD Sunan Giri Ngebruk Malang Latih Kemandirian Siswa di HUT ke-65 Pramuka

13 Pengurus DKC Pramuka Kota Batu Dilantik, Punjul: Kepemimpinan Adalah Pengabdian

Prabowo Ungkap Mobil Listrik Nasional, Produksi Massal Ditarget 2028

Semarak HUT ke-81 RI, Polres Gresik Gelar Lomba Tradisional

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

BERITA LAINNYA

Kurir Sabu Ditangkap di Menganti, Pemasok dari Surabaya Masih Diburu

HUT ke-81 RI di Lanny Jaya Meriah, Ada Tari Wisisi hingga Tarik Tambang

Hari Pramuka ke-65, Wabup Gresik Tekankan Pembentukan Generasi Mandiri

HUT ke-25, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih Makam Wali

Perjusa SD Sunan Giri Ngebruk Malang Latih Kemandirian Siswa di HUT ke-65 Pramuka

Kuasa Hukum Bendahara KONI Majalengka Pertanyakan Barang yang Disita dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah

AKP Agus Yulianto Jabat Kasatresnarkoba Polres Malang, Ini Pesan Kapolres

Semarak HUT ke-81 RI, Polres Gresik Gelar Lomba Tradisional

Omzet Kuliner di Bawah Rp10 Juta Tak Kena PBJT, Ini Penjelasan Bapenda Majalengka

Proyek Irigasi Molek Malang Rp99 Miliar Disorot, K3 dan Transparansi Dipertanyakan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Nabung 2 Tahun, Warga Perumahan Banjararum Asri Singosari Berangkat Melali ke Bali

Reuni AKABRI 1991 35 Tahun Mengabdi, Panglima TNI dan Kapolri Tekankan Persaudaraan

OPINI: Malang Raya Megapolitan, Dari Fragmentasi Menuju Integrasi Kawasan

Komisaris Pertamina Geothermal Energy: Ilmu Pengetahuan Jadi Fondasi Peradaban

Panglima TNI Imbau Warga Tak Terprovokasi Isu di Media Sosial

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved