JAVASATU.COM- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang mengajak mahasiswa baru terlibat dalam aksi konservasi pesisir melalui FISIP ECO-ACTION 2026 di Pantai Kondangmerak, Kabupaten Malang, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FISIP UNIRA Malang 2026 itu diisi dengan penanaman 1.000 mangrove, coastal clean up, environmental civic education, dan community engagement.
Mengusung semangat “Make Your First Impact”, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi FISIP UNIRA Malang dengan PS PRB-RisDe UNIRA Malang dan Sahabat Alam Pantai Kondangmerak. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Dekan FISIP UNIRA Malang Husnul Hakim Sy, MH, mengatakan PKKMB tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial untuk memperkenalkan lingkungan kampus, program studi, dosen, maupun sistem akademik.
“Kami ingin mahasiswa baru sejak awal memahami bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya soal datang ke kampus, mengikuti kuliah, kemudian memperoleh ijazah. Mahasiswa harus belajar membaca persoalan nyata di masyarakat dan memiliki keberanian untuk mengambil bagian dalam menyelesaikannya,” ujar Husnul.
Menurut Husnul, kegiatan di Pantai Kondangmerak menjadi bagian dari pendidikan kontekstual dengan menempatkan lingkungan dan masyarakat sebagai ruang belajar bagi mahasiswa.
“Ketika mahasiswa berada di pantai dan menanam mangrove, mereka tidak sekadar menanam pohon. Mereka sedang belajar tentang lingkungan, perubahan iklim, tanggung jawab sosial, gotong royong, sekaligus memahami bahwa tindakan kecil hari ini dapat memberikan dampak jangka panjang,” jelasnya.
Ia menambahkan, mangrove memiliki fungsi ekologis penting dalam menjaga kawasan pesisir serta menyerap dan menyimpan karbon. Karena itu, mahasiswa didorong memahami bahwa persoalan emisi karbon dan perubahan iklim bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga internasional.
“Kami berharap mahasiswa FISIP tidak hanya menjadi orang yang pandai berbicara tentang kebijakan lingkungan, tetapi juga mau melakukan sesuatu. Karena perubahan tidak cukup dibicarakan. Harus ada aksi,” tegasnya.
Semangat tersebut diterjemahkan FISIP UNIRA Malang melalui tagline “Think Deep. Act Green. Lead Better.” Kegiatan ini sekaligus diarahkan untuk membangun kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan, kebencanaan, dan masyarakat sejak awal masa perkuliahan.
Direktur PS PRB-RisDe UNIRA Malang, M. Imron, MAP, menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lingkungan menjadi investasi penting untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap risiko bencana dan perubahan lingkungan.
“Kami menyambut baik kegiatan FISIP Eco-Action ini. Mahasiswa perlu memahami bahwa lingkungan dan kebencanaan memiliki keterkaitan erat dengan tata kelola pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Edukasi tidak cukup hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi harus bersentuhan langsung dengan realitas lapangan,” ujar Imron.
FISIP UNIRA Malang menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas peran perguruan tinggi dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk membentuk lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan keberanian menciptakan dampak positif.
Bagi FISIP UNIRA Malang, aksi di Pantai Kondangmerak menjadi langkah awal untuk membentuk mahasiswa baru dengan perspektif “Deep Think, Act Smart, Lead Better.”
Dari kampus, mahasiswa diajak bergerak ke pesisir. Dari penanaman mangrove, mereka belajar bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari aksi nyata.

Sementara itu, Andik dari Sahabat Alam Pantai Kondangmerak mengapresiasi keterlibatan mahasiswa FISIP UNIRA Malang dalam aksi konservasi pesisir tersebut.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran mahasiswa FISIP UNIRA Malang. Pantai bukan hanya tempat wisata, tetapi juga ruang belajar. Kami berharap mahasiswa yang datang hari ini tidak hanya menanam mangrove, tetapi membawa pulang kepedulian terhadap lingkungan dan menularkannya kepada masyarakat,” kata Andik. (nuh/arf)