email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 7 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Hari Anak Nasional, Anggota DPRD Kota Malang Suyadi Sekolahkan Siswa SDN Gadang 1 yang Tak Naik Kelas Meski Nilainya Tinggi

by Syaiful Arif
23 Juli 2026

JAVASATU.COM- Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Dr. Suyadi, S.Pd., M.M., mengambil langkah konkret terhadap kasus MF (12), siswa SDN Gadang 1, Kecamatan Sukun, yang tidak naik ke kelas VI meski memiliki nilai akademik tinggi. Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Suyadi memberikan “kado” berupa jaminan pembiayaan penuh pendidikan MF di sekolah barunya agar ia dapat kembali melanjutkan pendidikan.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Dr. Suyadi, S.Pd., M.M. (Foto: Javasatu.com)

MF sebelumnya memilih berhenti sekolah karena mengaku malu setelah dinyatakan tidak naik kelas. Padahal hampir seluruh nilai rapornya berada di atas angka 9 dan hanya satu mata pelajaran yang memperoleh nilai 8,5, yakni Seni Musik, di semester 2.

“Saya terpanggil sebagai seorang pendidik. Saya siap menjadi bapak asuhnya. Seluruh biaya sekolahnya di sekolah swasta menjadi tanggung jawab saya supaya tidak membebani orang tuanya,” kata Suyadi, Kamis (23/7/2026).

Menurut Suyadi, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut keputusan sekolah, tetapi juga menyangkut perlindungan hak anak untuk memperoleh pendidikan. Ia menilai kasus itu menjadi perhatian karena terjadi di Kota Malang yang dikenal sebagai Kota Pendidikan.

Ia mengungkapkan, hasil komunikasi yang dilakukan bersama keluarga menghasilkan kesepakatan bahwa MF akan melanjutkan pendidikan di SD Islamic Global School dan langsung masuk kelas VI mulai Senin mendatang.

“Momentum Hari Anak Nasional ini kami ingin memastikan hak MF tetap terlindungi. Senin nanti insyaallah sudah masuk kelas VI di SD Islamic Global School,” ujarnya.

Rapor MF di kelas V semester 2. (Foto: Javasatu.com)

Nilai Akademik Tinggi, Tidak Naik karena Penilaian Karakter

Suyadi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, alasan sekolah tidak menaikkan MF bukan karena nilai akademik, melainkan penilaian terhadap karakter siswa.

Padahal, menurutnya, keputusan tersebut seharusnya mempertimbangkan berbagai aspek secara objektif dan tidak hanya didasarkan pada penilaian subjektif.

“Kalau nilai rapornya bagus semua, mestinya ada pertimbangan lain. Keputusan terhadap anak tidak boleh hanya menggunakan perasaan, tetapi harus menggunakan logika dan pertimbangan yang rasional,” tegasnya.

Ia juga menunjukkan sejumlah surat yang ditulis teman-teman sekelas MF. Dalam surat tersebut, mereka berharap MF kembali bersekolah bersama mereka.

BacaJuga :

Pelajar Jerman dan India Belajar Budaya Indonesia di SMK Al Ikhlash Gresik

UB Kembangkan Batik Pesantren di Kota Batu, Dorong Ekonomi Kreatif Santri

Menurut Suyadi, surat-surat itu justru menunjukkan bahwa lingkungan pertemanan MF memiliki hubungan sosial yang baik.

“Kalau bicara karakter, teman-temannya saja menunjukkan empati yang luar biasa. Mereka menunggu MF kembali. Itu juga bagian dari pendidikan karakter,” katanya.

Rapor MF yang menerangkan mengulang kembali pembelajaran kelas V. (Foto: Javasatu.com)

DPRD Minta Dinas Pendidikan Segera Turun Tangan

Sebagai anggota Komisi D DPRD Kota Malang yang membidangi pendidikan, Suyadi meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan sekolah.

Menurutnya, fungsi pengawasan DPRD berada pada ranah kebijakan, sehingga dinas perlu memastikan proses pengambilan keputusan di sekolah berjalan sesuai prinsip keadilan.

“Dinas Pendidikan harus segera turun. Jangan dibiarkan terlalu lama karena akan berdampak pada citra pendidikan di Kota Malang. Ini harus menjadi evaluasi bersama,” ujarnya.

Meski demikian, Suyadi mengaku tidak ingin menyalahkan kepala sekolah secara sepihak. Ia menilai persoalan tersebut perlu dikaji kembali melalui mekanisme internal sekolah.

“Saya tidak menyatakan kepala sekolah sepenuhnya salah. Tetapi kebijakan seperti ini perlu ditinjau kembali agar tidak merugikan masa depan anak,” kata legilator yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kota Malang ini.

Suyadi menyerahkan seragam sekolah sebagai “kado” di Hari Anak Nasional 2026 kepada orang tua MF, Jamaludin dan Rumsiyah. (Foto: Javasatu.com)

Orang Tua Mengaku Anak Trauma dan Sempat Menolak Sekolah

Orang tua MF, Rumsiyah, mengaku bersyukur setelah putranya akhirnya bersedia kembali bersekolah setelah mendapat kepastian diterima di sekolah baru.

Sebelumnya, kata dia, MF menolak melanjutkan sekolah karena merasa malu dan mengalami trauma akibat tidak naik kelas.

“Saya sebagai orang tua senang sekali. Anak saya sekarang sudah mau sekolah lagi setelah mendapat solusi. Tujuan saya hanya ingin anak saya tetap sekolah seperti biasa,” ujar Rumsiyah.

Ia juga mengaku kecewa terhadap keputusan SDN Gadang 1 karena merasa tidak pernah mendapatkan pembinaan maupun komunikasi yang cukup dari pihak sekolah terkait persoalan yang dialami anaknya.

Menurut Rumsiyah, sebelumnya ia hanya satu kali dipanggil ke sekolah dan langsung menerima surat yang berkaitan dengan rencana pengeluaran anaknya dari sekolah.

“Anak saya trauma. Saya juga kecewa karena selama ini percaya kepada SDN Gadang 1, tetapi akhirnya justru mengalami seperti ini,” katanya.

Pengawas Sekolah Wilayah Sukun Kota Malang, Bambang Suryadi, S.Pd., M.Pd. (Foto: Javasatu.com)

Pengawas Sekolah: Pendidikan Harus Seimbang antara Akademik dan Karakter

Sementara itu, Pengawas Sekolah Wilayah Sukun Kota Malang, Bambang Suryadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dan pengumpulan data terkait persoalan tersebut.

Ia berharap seluruh pihak dapat menjadikan kasus tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kami ingin semua pihak mengambil hikmah dari peristiwa ini agar kualitas pendidikan menjadi lebih baik,” ujar Bambang.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya menilai capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.

Meski demikian, menurutnya, seluruh proses penilaian harus tetap dilakukan secara menyeluruh dan proporsional.

“Pendidikan harus seimbang antara nilai akademik dan karakter. Keduanya sama-sama penting untuk masa depan anak,” katanya.

MF Mengaku Malu karena Tidak Naik Kelas

Saat ditemui Javasatu.com, MF yang berusia 12 tahun mengaku alasan utama dirinya enggan kembali ke sekolah karena merasa malu setelah dinyatakan tidak naik kelas.

“Malu karena tidak naik kelas,” ucap MF singkat.

MF merupakan siswa kelas V A SDN Gadang 1, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Jamaludin dan Rumsiyah.

Hingga berita ini diterbitkan, Javasatu.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak SDN Gadang 1 Kota Malang terkait alasan tidak menaikkan kelas MF serta tanggapan atas berbagai pernyataan yang disampaikan oleh orang tua, anggota DPRD Kota Malang, dan pihak terkait. (saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: DPRD Kota MalangKota Malangpendidikan

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Polres Malang Bongkar Penipuan Catut Pemprov Jatim, Bakorwil Beri Apresiasi

BAZNAS Majalengka Siapkan 120 Mustahik Jadi Tenaga Kerja

Analis: Respons Sigap Kapolri Tangani Bencana Perkuat Kepercayaan Publik

Dispendukcapil Raih WBBM, Wali Kota Malang Wahyu Minta Pelayanan Terus Ditingkatkan

Erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB Siapkan Langkah Antisipasi

TISI Deklarasikan Taufiq Ismail sebagai Calon Peraih Nobel Sastra Dunia

Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan Layani 580 Warga di Jakarta

Nazali Lempo Tawarkan Arah Baru Penegakan Hukum Indonesia

Harlah Sabilu Taubah Blitar Merakyat, Warga Doa Bersama hingga Mancing

Malam Akrab Jadi Tradisi Warga RT 03 RW 07 Penanggungan Kota Malang

Prev Next

POPULER HARI INI

Baderhoods Wonosobo Didorong Ikut Promosikan Wisata Lewat Touring

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Terlanjur Klik File APK Penipuan? Ini Langkah yang Disarankan BRI untuk Nasabah

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

BERITA LAINNYA

Polres Malang Bongkar Penipuan Catut Pemprov Jatim, Bakorwil Beri Apresiasi

BAZNAS Majalengka Siapkan 120 Mustahik Jadi Tenaga Kerja

Analis: Respons Sigap Kapolri Tangani Bencana Perkuat Kepercayaan Publik

Dispendukcapil Raih WBBM, Wali Kota Malang Wahyu Minta Pelayanan Terus Ditingkatkan

Erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB Siapkan Langkah Antisipasi

TISI Deklarasikan Taufiq Ismail sebagai Calon Peraih Nobel Sastra Dunia

Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan Layani 580 Warga di Jakarta

Nazali Lempo Tawarkan Arah Baru Penegakan Hukum Indonesia

Harlah Sabilu Taubah Blitar Merakyat, Warga Doa Bersama hingga Mancing

Malam Akrab Jadi Tradisi Warga RT 03 RW 07 Penanggungan Kota Malang

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Terlanjur Klik File APK Penipuan? Ini Langkah yang Disarankan BRI untuk Nasabah

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved