email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 7 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB Siapkan Langkah Antisipasi

by Yondi Ari
7 September 2026

JAVASATU.COM- Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu sebaran abu vulkanik yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Material vulkanik tersebut berdampak terhadap kesehatan warga hingga mengganggu aktivitas penerbangan.

Personel BPBD Kabupaten Serang membagikan masker kepada warga di Kecamatan Cinangka, Banten, sebagai upaya melindungi masyarakat dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). (Sumber: BPBD Kabupaten Serang)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk merespons potensi bahaya lanjutan dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto juga berkoordinasi secara daring dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah yang terpapar abu vulkanik.

“Kami telah melakukan video conference secara intensif untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat terdampak erupsi,” ujar Suharyanto dalam keterangan pers secara daring, Minggu (6/9/2026).

BNPB telah mengirimkan personel ke sejumlah lokasi terdampak. Pemantauan langsung dilakukan untuk mengetahui kondisi wilayah dan dampak erupsi terhadap masyarakat.

Suharyanto meminta jajaran pemerintah daerah memastikan kesiapan perangkat dan peralatan penanganan bencana. Kesiapan itu meliputi keberfungsian sirine, tempat evakuasi, rencana kontinjensi hingga stok makanan yang dikelola pemerintah provinsi, kabupaten dan kota.

“Apabila masih dibutuhkan, bantuan dari pemerintah pusat akan kami dorong,” tuturnya.

Hingga saat ini, belum ada pemerintah daerah yang terdampak menetapkan status kedaruratan bencana. BNPB tetap berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait mengantisipasi aktivitas vulkanik yang berpotensi terus berlangsung.

BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

BNPB juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) setelah erupsi. Operasi ini ditujukan untuk membantu meluruhkan abu vulkanik yang tersebar di sejumlah wilayah.

Pelaksanaan OMC akan mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan, terutama karena sejumlah bandara masih ditutup akibat sebaran abu vulkanik.

“Kondisi lebih kondusif, kami akan melaksanakan OMC. Pesawat sudah siap di Pondok Cabe hari ini hingga malam nanti. Dua teknik untuk mendatangkan hujan saat tidak ada awan, khususnya di tengah musim kemarau panas ini,” ujar Suharyanto.

Selain penyemaian awan, teknik modifikasi cuaca juga dilakukan menggunakan water mist yang diharapkan dapat membantu menurunkan hujan di wilayah Jakarta, Banten dan Lampung.

BNPB telah mendistribusikan kebutuhan logistik dasar kepada masyarakat terdampak, termasuk masker.

Kemenkes Minta Warga Lindungi Pernapasan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat tidak panik dan meningkatkan perlindungan kesehatan, terutama pada organ pernapasan, mata dan kulit yang dapat terdampak paparan abu vulkanik.

Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan perlindungan seperti masker dan kacamata. Masyarakat juga diminta segera membersihkan diri setelah beraktivitas di luar rumah.

“Pada wilayah yang terpapar abu vulkanik, untuk menjaga kesehatan pernafasan, lakukan kegiatan di dalam rumah. Apabila beraktivitas di luar rumah, pastikan menggunakan masker,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

BacaJuga :

TISI Deklarasikan Taufiq Ismail sebagai Calon Peraih Nobel Sastra Dunia

Nazali Lempo Tawarkan Arah Baru Penegakan Hukum Indonesia

Jika muncul gangguan pernapasan, Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan kesiapsiagaan puskesmas di daerah terdampak. Antisipasi juga dilakukan melalui pengaktifan pos komando kesehatan atau Health Emergency Operation Centre (HEOC).

Berdasarkan pantauan BNPB, tiga kabupaten terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, yakni Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pandeglang.

Enam Bandara Ditutup Sementara

Erupsi Gunung Anak Krakatau juga berdampak pada aktivitas penerbangan. Otoritas bandara, Kementerian Perhubungan dan BMKG memantau pergerakan abu vulkanik yang dinilai berbahaya bagi keselamatan penerbangan.

Hingga konferensi pers pada Minggu (6/9/2026) pukul 13.00 WIB, sebanyak enam bandara masih ditutup sementara. Kementerian Perhubungan akan memperbarui informasi dan memantau kondisi penerbangan setiap empat jam.

Enam bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Budiarto di Tangerang, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Raden Inten II di Lampung serta Husein Sastranegara di Bandung.

Penutupan Bandara Husein Sastranegara disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangan pers terpisah pada pukul 13.00 WIB. Setelah dilakukan pengecekan wilayah bandara, fasilitas penerbangan tersebut ditutup sementara pada Sabtu (6/9) pukul 12.00 WIB.

“Kementerian Perhubungan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Pihak maskapai tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi tidak memungkinkan,” imbau Dudy.

Penyeberangan Selat Sunda Masih Beroperasi

Sebaran abu vulkanik sejauh ini tidak berdampak terhadap transportasi laut. Penyeberangan melalui Selat Sunda masih dapat dilakukan.

Meski demikian, Kementerian Perhubungan meminta otoritas pelabuhan tetap waspada dan terus memperbarui informasi terkait aspek keamanan dan keselamatan pelayaran.

“Masker untuk menjaga kondisi penumpang (kapal laut). Untuk penyeberangan tidak terlalu berdampak, namun kondisi terkait keamanan dan keselamatan harus diperhatikan,” pesan Dudy.

Status Gunung Anak Krakatau Level III

Sementara itu, status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan aktivitas vulkanik masih tinggi.

PVMBG terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan sejumlah indikator, termasuk kondisi morfologi dan jangkauan material vulkanik yang dilontarkan dari puncak gunung, zona aman ditetapkan pada radius di luar 3 kilometer.

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada dan siap siaga menghadapi potensi bahaya erupsi. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpancing disinformasi dan misinformasi yang dapat memicu kepanikan.

Informasi terkait perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat diperoleh melalui kanal resmi pemerintah, seperti BNPB, PVMBG, BMKG dan BPBD setempat. (dop/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Bencana AlamBNPB

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB Siapkan Langkah Antisipasi

TISI Deklarasikan Taufiq Ismail sebagai Calon Peraih Nobel Sastra Dunia

Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan Layani 580 Warga di Jakarta

Nazali Lempo Tawarkan Arah Baru Penegakan Hukum Indonesia

Harlah Sabilu Taubah Blitar Merakyat, Warga Doa Bersama hingga Mancing

Malam Akrab Jadi Tradisi Warga RT 03 RW 07 Penanggungan Kota Malang

Gandeng 4 Kiai NU, PT Raya Al-Madinah Gemilang Gelar Manasik Umrah Akbar di Malang

Erupsi Gunung Anak Krakatau, TransNusa Sesuaikan Sejumlah Penerbangan

Asep Kusdinar: Pemerintah Tak Cukup Bekerja dari Balik Meja

Ada Al-Qur’an Tua dari Aceh di Museum Panji Kota Malang, Pakai Kertas Eropa

Prev Next

POPULER HARI INI

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

Baderhoods Wonosobo Didorong Ikut Promosikan Wisata Lewat Touring

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Terlanjur Klik File APK Penipuan? Ini Langkah yang Disarankan BRI untuk Nasabah

BERITA LAINNYA

Erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB Siapkan Langkah Antisipasi

TISI Deklarasikan Taufiq Ismail sebagai Calon Peraih Nobel Sastra Dunia

Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan Layani 580 Warga di Jakarta

Nazali Lempo Tawarkan Arah Baru Penegakan Hukum Indonesia

Harlah Sabilu Taubah Blitar Merakyat, Warga Doa Bersama hingga Mancing

Malam Akrab Jadi Tradisi Warga RT 03 RW 07 Penanggungan Kota Malang

Gandeng 4 Kiai NU, PT Raya Al-Madinah Gemilang Gelar Manasik Umrah Akbar di Malang

Erupsi Gunung Anak Krakatau, TransNusa Sesuaikan Sejumlah Penerbangan

Asep Kusdinar: Pemerintah Tak Cukup Bekerja dari Balik Meja

Ada Al-Qur’an Tua dari Aceh di Museum Panji Kota Malang, Pakai Kertas Eropa

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Terlanjur Klik File APK Penipuan? Ini Langkah yang Disarankan BRI untuk Nasabah

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved