JAVASATU.COM- Di tengah polemik siswa SDN Gadang 1 Kota Malang berinisial MF (12) yang tidak naik kelas meski memiliki nilai akademik tinggi, secercah harapan datang dari teman-teman sekelasnya. Empat surat tulisan tangan yang berisi dukungan dan kerinduan kepada MF menjadi perhatian Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Dr. Suyadi, S.Pd., M.M.

Surat-surat tersebut berisi ajakan agar MF kembali bersekolah. Teman-temannya mengaku merindukan kehadiran MF di kelas dan berharap tetap bisa berteman dengannya.
“Ada empat surat dari teman-temannya yang menunggu Firdaus kembali ke sekolah. Mereka menulis bahwa Firdaus sangat ditunggu kehadirannya,” ujar Suyadi, Kamis (23/7/2026).
Meski demikian, harapan itu sulit terwujud karena teman-teman MF telah naik ke kelas VI, sementara MF harus tetap berada di kelas V setelah dinyatakan tidak naik kelas oleh pihak sekolah.
Menurut Suyadi, surat-surat tersebut justru menunjukkan sisi lain dari karakter MF yang dipersoalkan dalam keputusan sekolah.
“Kalau kita bicara karakter, justru inilah karakter teman-temannya. Mereka punya empati, mengajak, menunggu, bahkan ada yang menulis akan menjadi teman yang baik bagi Firdaus. Itu menunjukkan pendidikan karakter juga tumbuh di antara anak-anak,” katanya.

Suyadi menilai persoalan tersebut tidak boleh hanya dilihat dari satu sisi. Ia mengaku tidak ingin menyalahkan kepala sekolah sepenuhnya, namun berharap kebijakan terkait kenaikan kelas dapat dievaluasi agar tidak berdampak pada masa depan peserta didik.
“Jangan menghukum anak hanya karena mungkin ada kesalahan. Kesalahan itu seharusnya dibina, bukan langsung berdampak pada masa depan anak,” ujarnya.

Pada momentum Hari Anak Nasional 2026, Suyadi pun mengambil langkah dengan menjadi bapak asuh MF. Ia memastikan seluruh biaya pendidikan MF di sekolah baru akan ditanggung secara pribadi agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
“Ini menjadi kado Hari Anak Nasional untuk Firdaus. Haknya untuk mendapatkan pendidikan harus tetap terjamin dan masa depannya jangan sampai terganggu,” ucapnya.

Sementara itu, ibu MF, Rumsiyah, mengaku putranya sempat menolak kembali ke sekolah karena merasa malu setelah tidak naik kelas. Namun setelah mendapat kepastian diterima di sekolah baru, kondisi psikologis anaknya mulai membaik.
“Sekarang anak saya sudah mau sekolah lagi, meski di sekolah swasta. Saya sebagai orang tua merasa senang sekali karena akhirnya dia mau melanjutkan sekolah. Berkat pak Suyadi DPRD Kota Malang. Sekolahnya favorit juga,” kata Rumsiyah.
MF sendiri mengaku alasan utama dirinya enggan kembali ke sekolah adalah rasa malu karena tidak naik kelas.
“Malu karena tidak naik kelas,” ujar MF singkat kepada Javasatu.com.
Hingga berita ini diterbitkan, Javasatu.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak SDN Gadang 1 Kota Malang terkait keputusan tidak menaikkan kelas MF serta tanggapan atas berbagai pernyataan yang disampaikan dalam kasus tersebut. (saf)