JAVASATU.COM- Pemerintah Kota (pemkot) Blitar menyiapkan Duta Generasi Berencana (Genre) 2026 sebagai agen perubahan untuk mengedukasi remaja agar terhindar dari pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas. Upaya tersebut diwujudkan melalui Grand Final Pemilihan Duta Genre Kota Blitar 2026 yang digelar di Gedung Kusumo Wicitro, Sabtu (25/7/2026).

Sebanyak 10 pasang finalis terbaik tampil pada malam puncak setelah menyisihkan puluhan pelajar dan mahasiswa melalui serangkaian seleksi materi dan wawancara. Para finalis nantinya akan menjadi bagian dari Forum Genre Kota Blitar untuk menjalankan program edukasi kepada remaja di sekolah, kelurahan, hingga kecamatan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar, Mujianto, mengatakan Duta Genre memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mengajak remaja menjalani kehidupan yang sehat dan terencana.
“Duta Genre itu sebenarnya agen perubahan pada generasi remaja untuk bisa mengajak sesama remaja menghindari seks bebas, menghindari pernikahan usia dini, menghindari narkoba, serta memerangi terorisme. Dengan menghindari hal-hal tersebut, mereka bisa menyiapkan masa depan yang pada akhirnya mewujudkan keluarga yang berkualitas,” kata Mujianto.
Menurut Mujianto, para Duta Genre tidak hanya menjadi ikon bagi kalangan remaja, tetapi juga berperan sebagai konselor dan pendidik sebaya. Mereka akan terjun langsung memberikan edukasi kepada teman-teman seusianya mengenai pentingnya merencanakan masa depan sejak dini.
“Seleksi ini menjadi langkah awal menjaring remaja yang mampu menjadi teladan sekaligus mengedukasi teman sebaya tentang pentingnya merencanakan masa depan,” ujarnya.
Ketua Forum Genre Kota Blitar, Alan Fidiasmara, menambahkan para finalis yang terpilih akan menjalankan masa pengabdian dengan berbagai kegiatan sosialisasi di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
“Tugas Duta Genre adalah mengedukasi remaja di Kota Blitar agar menjadi generasi yang berkualitas dengan tidak menikah dini, menghindari seks bebas, dan menjauhi narkoba. Sosialisasi dilakukan kepada teman-teman sebaya di sekolah, kelurahan, maupun kecamatan,” jelas Alan.
Sementara itu, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin menegaskan generasi muda merupakan penentu masa depan daerah. Karena itu, pembentukan keluarga yang berkualitas harus dipersiapkan jauh sebelum memasuki usia pernikahan melalui pendidikan, pengalaman, serta penguatan kemampuan diri.
“Remaja hari ini adalah penentu wajah Kota Blitar di masa depan. Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sehat, berkarakter, dan mampu merencanakan masa depannya dengan baik, mulai dari pendidikan, karier hingga kehidupan berkeluarga,” ujar Mas Ibin.
Ia menambahkan Program Generasi Berencana menjadi instrumen penting untuk melindungi remaja dari berbagai risiko yang dikenal sebagai Triad KBR, yakni pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan narkoba.
“Duta Genre bukan sekadar peserta lomba. Mereka adalah agen perubahan, pelopor, sekaligus teladan yang mampu menginspirasi teman-teman sebayanya,” tegasnya.
Melalui ajang ini, Pemerintah Kota Blitar berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan sekitarnya, sekaligus berkontribusi mewujudkan keluarga yang berkualitas dan masyarakat yang lebih sehat di masa depan. (ich/arf)