JAVASATU.COM- Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengusung tema “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future” dinilai memiliki relevansi kuat dengan ajaran tasawuf. Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Malang, Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A., menegaskan bahwa alam dalam perspektif sufisme bukan sekadar objek kehidupan, melainkan jalan untuk mengenal Tuhan.

Menurut Prof. Barizi, para sufi memandang alam sebagai ayat-ayat kauniyah yang mengantarkan manusia menuju ma’rifatullah (mengenal Allah). Karena itu, mencintai dan menjaga alam merupakan bagian dari perjalanan spiritual seorang mukmin.
“Alam adalah cermin menuju Tuhan. Mengenali alam berarti berusaha mengenali Sang Pencipta. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa tafakur terhadap alam merupakan salah satu jalan tercepat untuk mengenal Allah. Daun yang gugur, air yang mengalir, dan gunung yang tegak adalah tanda-tanda kebesaran-Nya,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan, manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi dengan tugas utama memakmurkan dan menjaga keseimbangan alam. Namun berbagai krisis lingkungan yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa manusia mulai melupakan amanah tersebut.
Prof. Barizi mengutip QS. Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat ulah manusia agar mereka kembali ke jalan yang benar. Dalam perspektif tasawuf, kata “kembali” (yarji’un) dapat dimaknai sebagai taubat.
“Karena itu, solusi krisis lingkungan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga spiritual. Kita membutuhkan apa yang bisa disebut sebagai Taubat Ekologi, yaitu kesadaran untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam,” jelasnya.
Taubat ekologi, lanjutnya, dapat diwujudkan melalui kebiasaan hidup hemat energi dan air, menghentikan pembalakan hutan, melakukan rehabilitasi ekosistem, serta mendukung pengembangan teknologi ramah lingkungan. Dalam bidang pendidikan, konsep madrasah hijau juga perlu terus dikembangkan untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.
Ia menegaskan bahwa sufisme mengajarkan manusia untuk bersahabat dengan alam. Bahkan, salah satu nilai utama tasawuf, yaitu ihsan, tidak hanya ditujukan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada lingkungan.
“Ihsan berarti berbuat baik dan memberikan yang terbaik kepada siapa pun dan apa pun, termasuk kepada alam. Menjaga lingkungan sejatinya adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab kemanusiaan,” tegasnya.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Prof. Barizi mengajak masyarakat menjadikan pelestarian lingkungan sebagai gerakan moral dan spiritual. Menurutnya, masa depan bumi akan lebih terjaga apabila kemajuan teknologi berjalan beriringan dengan kesadaran manusia sebagai khalifah yang bertugas merawat alam semesta. (ery/nuh)